• Postingan agak panjang
  • Mengandung Pars Pro Toto
  • Mungkin tendensius+generalisir
  • Disarankan agar mau buka kamus dan referensi untuk berbagi ilmu

Rencananya hari ini saya mau mendownload film FITNA. Apa daya, sebagai manusia yang berkewarganegaraan Indonesia dan bertempat tinggal di Kalimantan, tepatnya Kalimantan Selatan. Yang saya dapatkan adalah kutukan dan kebiri kecepatan.

Kutukan terhadap pulau ini ternyata belum dicabut oleh para petinggi petinggi negara Indonesia yang memang senang mengkebiri Kalimantan. Kutukan yang datang dari sesama warga Kalimantan yang berhianat dengan cara menjual kekayaan alam Kalimantan kepada pulau pulau lain di Indonesia maupun negara negara lain juga membuat pulau yang kaya ini kehilangan sumber daya alamnya yang seharusnya hasil penjualannya digunakan sebagai dana pembangunan fasilitas fasilitas publik menjadi kekayaan pribadi dan golongan.

Sementara umat beragama di propinsi ini nampaknya lebih sibuk beriman dan beribadah, atau mungkin gontok gontokan soal jumlah adzan waktu Jum’at dan meributkan aliran Muhammadiyah versus N.U ketimbang mengasah potensi, atau sekolah ke negeri negeri kafir luar negeri dan luar pulau guna mencerdaskan diri demi memikirkan dan merealisasikan kemajuan pulau yang katanya memiliki Kota Serambi Mekkah ini.

Kembali ke soal kecepatan download. Kecepatan download yang saya dapatkan luarrrr biasa cepat. 40 menit lebih untuk 12.6 Megabyte, silakan hitung sendiri kecepatan downloadnya yang lebih spesifik dan tepat. Jangan lupa gunakan logika, khusunya matematika dan informatika untuk menghitungnya karena setidak tahu saya, tidak satu kitab suci agama manapun yang menjabarkan maupun menuliskan cara, hingga rumus penghitungan yang tepat tentang kecepatan download internet. Kecuali kitab kitabnya orang orang yang kuliah Ilmu Komputer dan Teknik Informatika. CMIIW.

Dengan kecepatan yang jauh dari manusiawi tersebut, adalah wajar jikalau kegagalan mendownload adalah hal yang lumrah dialami oleh manusia manusia berbudget rendah seperti saya yang masa aktif di warnetnya berbanding terbalik dengan masa aktif untuk menghayal tentang sex.

Masih untung sebahagian daripada keseluruhan film FITNA berhasil di download. Terima kasih buat siapa saja yang telah membagi film FITNA tersebut menjadi 3 bagian. Yang bagian 2 dan tiga mungkin hanya akan setara dengan artis artis semok dan seksi yang doyan umbar belahan dada hingga sepersekian bagian tubuhnya, alias menjadi impian dan fantasi saja untuk bisa mendapatkannya.

Pulang, dan waktunya untuk menonton bab 1 dari FITNA. Durasinya 5 menit 27 detik. Diawali dengan tulisan: Warning! This film contains very shocking images. Lalu bayangan separo Al Qur’an yang disandingkan dengan tulisan FITNA yang memang menjadi judul fim. Selanjutnya pembacaan ayat Qur’an plus gambar tragedi 11 September yang sebenarnya hanyalah propaganda dan rekayasa dari Yahudi itu.

Oh iya, berhubung saya membandingkan ayat ayat Qur’an yang tayang dalam film itu dari belakang. Maka review ayatnya akan saya mulai dari bagian belakang film FITNA bagian satu ini juga. Kalau masih ada waktu dan tenaga serta tentu saja kemauan, akan saya lanjutkan review ayat ayat Qur’an versi Fitna yang dibandingkan dengan ayat ayat Qur’an versi PDF Al Qur’an (Arab-Bahasa Indonesia) dan The Noble Qur’an (Arabic-English). Soalnya satu bagian saja menghasilkan tulisan panjang, bagaimana mau semuanya? Mungkin setelah tulisan ini adayang tertarik untuk melanjutkan?

Versi FITNA: Quran. Surah 47, Verse 4: Therefore, when ye meet the unbelievers, smite at their necks and when ye have caused a bloodbath among them. Bind a bond firmly on them.

Lantas versi The Noble Qur’an: 047 – 4: Now when ye meet in the battle those who disbelieve, then it is smiting of the necks until, when ye have routed them, then making fast of bonds; and afterwards either grace or ransom till the war lay down its burdens. That (is the ordinance). And if Allah willed He could have punished them (without you) but (it is ordained) that He may try some of you by means of others. And those who are slain in the way of Allah, He rendereth not their actions vain.

Kemudian versi PDF Alqur’an: Muhammad 4: Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

Anda bisa menangkap ketidak sesuaian diantara 2 English version diatas? Manusia yang buta English 100 persen pun saya rasa pasti bisa menangkap adanya ketidaksesuaian antara 2 ayat versi English diatas. Ayat ayat Qur’an versi FITNA jelas jelas sudah memutilasi dan memodifikasi ayat Qur’an.

Oh ya, mungkin anda terlalu malas untuk buka kamus, atau maunya cuma buka kamus bahasa Arab, atau bahkan maunya hanya buka Al Qur’an tanpa mau buka kamus apa apa karena dengan buka Al Qur’an semata anda bisa jadi orang paling beriman sedunia sehingga tak perlu lagi belajar yang lain termasuk bahasa Inggris, maka saya akan bantu dengan terjemahan versi saya terhadap ayat Qur’an versi film FITNA: Oleh karena itu, ketika kamu bertemu yang tidak percaya, pukul pada mereka leher dan ketika kamu memiliki penyebab sebuah darahmandi diantara mereka. Ikat sebuah rantai dengan kuat pada mereka. *Dimarahi Dosen Dosen Prodi Bahasa Inggris FKIP UNLAM*

Busyet dah, untung saja saya ini cerdas dan ganteng, sehingga saya belajar menafsirkan pakai logika plus bantuan kamus bahasa Inggris tentunya. Karena saya tidak mau taklid buta alias telan bulat bulat itu ayat, karena menurut logika berbahasa saya yang selama ini saya coba asah, dan setelah semalaman saya habiskan guna buka buka kamus bahasa Inggris dan cari referensi guna mendapatkan makana sehakikinya (hiperbola[dot]bombasme[dot]com) arti mendalam dari ayat Qur’an versi FITNA tersebut adalah: Maka, ketika kamu sekalian bertemu orang orang KAFIR™, pancung mereka (orang orang kafir™ tadi) dan ketika kalian telah membuat mereka mandi darah (ketika kalian telah menumpahkan darah mereka). Ikat mereka (Borgol mereka) dengan kuat.

Sementara untuk terjemahan versi PDF Al Qur’an dan The Noble Qur’an itu tidak banyak terdapat kerancuan. Alias rangkaian kata kata dan bentukan kalimatnya itu semakna tapi tak sama persis. Contohnya seperti: “Taufik ditolak wanita dambaan hatinya” dengan “Wanita dambaan hati Taufik menolak pernyataan cinta dari Taufik”.

Atau dalam versi Englishnya: A Dog bites me dengan I am bitten by a dog. Intinya, artinya sama, cara pengungkapannya atawa penyusunan kata katanya yang berbeda. Okeh? Bisa di copy, ganti???

Kembali ke terjemahan versi film FITNA: Maka, ketika kamu sekalian bertemu orang orang KAFIR™, pancung mereka (orang orang kafir™ tadi) dan ketika kalian telah membuat mereka mandi darah (ketika kalian telah menumpahkan darah mereka). Ikat mereka (Borgol mereka) dengan kuat.

Kesalahan:

Mutilasi Pertama. Adalah in the battlenya yang raib entah kemana. Sang sutradara telah melakukan taklid buta alias telan mentah mentah tanpa pembandingan arti. Sehingga merubah arti bahwasanya pembunuhan terhadap orang orang Kafir™ hanya halal dalam perang menjadi halalisasi pembunuhan orang Kafir™.

Mutilasi Kedua. Afterwards either grace or ransom till the war lay down its burdens yang mungkin lupa diketikkan, atau terlalu panjang untuk ditampilkan dalam scene (prasangkabaik.net). Sehingga mengindikasikan bahwasanya orang Kafir™ itu fungsi utamanya hanya dibunuh, padahal mereka juga perlu dihormati ketika perang, bahkan bisa bebas bersyarat asal ada tebusan sepeti halnya para koruptor bangsa ini. Berarti koruptor bangsa ini Kafir™ dong!

Mutilasi ketiga. Itu sisanya mana ya? Kok janji surga terhadap jihad junkiesnya dihilangkan oleh si sutradara? Padahal And if Allah willed He could have punished them (without you) but (it is ordained) that He may try some of you by means of others. And those who are slain in the way of Allah, He rendereth not their actions vain. Adalah salah satu obat kuat alias booster buat mereka yang doyan kekerasan. Terutama yang bagian ini nih: those who are slain in the way of Allah, He rendereth not their actions vain. Bisa bisa si sutradara itu nanti bakalan berumur pendek karena dimutilasi. Hiyyyy….

Tidak Pararelel Antar Arti Kata. Therefore, when ye meet the unbelievers, smite at their necks and when ye have caused a bloodbath among them. Bind a bond firmly on them. Masa orang sekarat diikat? Kurang kerjaan? Atau sudah sinting? Bukannya orang sudah sekarat itu selanjutnya disiksa? Bisa juga si, mungkin maksudnya si sutradara itu juga. Sayangnya, bloodbath itu kalau menurut saya sudah pasti mampus, mana di smite di leher pulax, buat apa lagi diikat atau diborgol? Jangan jangan ni sutradara pernah belajar ilmu kelirumologi juga dengan bapak Jaya Suprana.

Bagian penutup: Ini serius, tolong, kalau umat Islam mau bereaksi. Gunakan aksi damai, buat film tandingan tentang kasih sayang antar manusia versi Islam. Alias Hablumminannas nya yang ditunjukkan.

Yang paling penting tentu saja adalah reaksi. Aksi bakar bakaran sampai jidat jidatan jihad jihadan hanya akan mempertegas gambaran Islam seperti yang disampaikan FITNA.

Tolong juga untuk bersikap lebih bijak, gunakan akal yang dikaruniakan oleh Allah. Buat apa bisa fasih membaca Al Qur’an kalau tidak melanjutkan menjadi perancang Al Qur’an digital sehingga kefasihan menular? Buat apa meyakini Isra Mi’raj kalau tidak bisa bikin pesawat supersonic? Untuk apa percaya dan mengagung agungkan healing hand-nya Nabi Isa kalau tidak ditindaklanjuti dengan menjadi dokter? Untuk apa terlena dengan dongeng kecepatan pemindahan materi jaman Nabi Sulaiman kalau tidak bisa bikin pemecah dan penggabung unsur terkecil materi? Apa gunanya bangga dengan keberanian Syyidina Umar kalau tidak bisa bikin gentar lawan dengan teknologi maju?

Oh iya. Ayat ayat Qur’an memang rentan dengan modifikasi dari fihak luar Islam. Anggap saja sebagai cermin, kalau Islam cinta damai, gambaran orangpun akan positif. Kalau suka bikin keributan, kenapa berharap CNN menyiarkan yang baik tentang Islam? Kalau masih menganggap perang itu adalah bom bunuh diri, kenapa harus protes dengan sebutan teroris?

Seandainya, dengan akalnya manusia manusia yang mengaku Islam mau mengembangkan teknologi dan informasi, lalu bikin stasiun televisi sendiri yang bisa menyaingi CNN, plus perilaku cinta damai dan toleransi dari umatnya. Mungkin Islam akan kembali berjaya.

Buat yang diluar Islam, atau mungkin yang kolom agama di KTP nya isinya bukan Islam. Percayalah, yang suka memperkosa, membantai orang dan bikin rusuh itu bukan cuma arab, arab waannabe, jihad junkies atau kaum Muslimin dan Muslimah kok. Yahudi juga suka bantai orang tuh. Kaum ortodoks Eropa Timur juga doyannya mayat. Bahkan aparat Indonesia jaman orba sukanya darah dan daging manusia.

Oh iya. Saya liat di salah satu blog di wordpress juga: Tidak ada orang ber IMAN bodoh
lihat para nabi, para sahabat Rosulullah orang ber IMAN selalu cerdas. Katanya orang beriman tidak mungkin bodoh, masa? Itu gambar di film FITNA tentang orang orang yang nulis “GOD BLESS HITLER” apa bukan orang beriman? Kurang apa mereka imannya? Kok bodoh juga ya? Tidak mau memverivikasi sejarah, soalnya Yahudi itu belum tentu dalam kenyataan sejarahnya adalah umat yang dibantai Hitler dan antek anteknya. Sejarah Holocaust itu banyak diragukan. Bahkan sangat mungkin direkayasa Yahudi guna meraih simpati dunia, atau mungkin mereka punya rencana besar lainnya.

Orang orang yang makan iman, lalu teriak teriak Allahuakbar sambil berlaku anarkis itu apa contoh perilaku orang cerdas karena makan iman? Yang suka telan tafsir bulat bulat tanpa fikir dan verivikasi apa orang beriman yang cerdas? Yang suka meracuni pendengaran dan bikin macet jalan tanpa mencari solusi yang lebih manusiawi apa gambaran orang beriman yang cerdas?

Dan penutup khutbah kali ini adalah: PEACE…… Kalau mau perang, perang teknologi dan ide saja, atau perang batin argumen ilmiah dan terarah, bisa juga perang sampah. Daripada perang berdarah. Bagaimana pemirsa?

*ngeliat tulisan yang makin ngaco. Liat jam: Pukul 03:30 WITA. Waktunya tidur*