Pertanyaan

Pertanyaan Buat Presiden. Bapak Presiden yang sedikitpun tidak saya hormati apalagi saya kagumi. Sebagai salah seorang warga Indonesia tentu saja wajar kalau saya bertanya kepada Bapak. Pertanyaan saya sebenarnya mudah saja: Kalau memang PERTAMINA dan PLN terus merugi karena kenaikan harga minyak di pasaran dunia, kenapa sampai sekarang PLN dan PERTAMINA belum bangkrut dan tutup? Sebab setahu saya, tukang jual pisang gorengpun bakalan tutup jikalau usahanya terus merugi.

Pertanyaan kedua buat Bapak: Kalau memang negara keparat dan terkutuk ini terus merugi, kenapa sampai sekarang negara yang merupakan sarang koruptor dan pejabat bejat ini belum bangkrut juga? Kenapa namanaya dan bentuknya masih NKRI? Tidak pecah menjadi negara Kalimantan, negara Jawa, Negara Sulawesi, Negara Sumatra, dan lain lain seperti pecahnya Uni Sovyet menjadi CIS dan kemudian menjadi negara negara pecahannya?

Semoga bisa dijawab. Dan semoga jawabannya tidak berbelit belit apalagi sampai pakai rumus rumus aneh dan ngarang. Kalau mungkin bapak masih terlalu sibuk menikmati uang rakyat, mungkin bapak Andi Malarangeng atau mungkin pakar telematika Roy Suryo bisa menjawabkannya buat bapak. Dan pertanyaan ini juga tentunya terbuka untuk umum.

Pertanyaan buat M3, dan atau customer servisnya yang mungkin cantik dan seksi menggairahkan: Kapan saya bisa pakai GPRS lagi? Kapan saya bisa nelepon lagi? Kok selama ini gangguan terus?

Pertanyaan buat penyedia Speedy: Kapan kami di Kalimantan dapat kecepatan koneksi yang manusiawi? Sehingga saya tidak perlu klepas klepus asap rokok sewaktu buka dahboard wordpress gratisan saya, apalagi kalau mau membuat tulisan baru?

Sekian pertanyaan saya, semoga ada pihak yang berkompeten yang bisa menjawabnya. Tapi yang tidak berkompeten apalagi cuma impotent juga boleh menjawabnya kok. Terima kasih.

20 Responses to “Pertanyaan”


  1. 1 mina 26 May 2008 at 20:04

    kok di tempatku Speedy oke-oke saja sih?

  2. 2 Mrs. Fortynine 26 May 2008 at 20:32

    bukan buat aku kan Sayang?

    @Mba Mina
    ya oke oke aja Mba… emang Faridnya aja yang lagi sensi…:mrgreen:

  3. 3 Mr. Fortynine 26 May 2008 at 22:35

    @mina: Personal? Bukan speedy warnet?

    @Mrs. Fortynine: Pertanyaannya maksudnya? Kalau kamu bisa jawab boleh juga kok Say..

  4. 4 pangerankesiangan23 27 May 2008 at 10:55

    boleh juga…

    ntar kalo aku kalo jd presiden aku jawab deh…

  5. 5 Strife Leonhart 27 May 2008 at 14:31

    Kenapa Indonesia gk bangkrut-bangkrut jg ya?? Padahal aset2nya udah pada diobral ke luar… Kalo gak pecah, mending merging ama negeri jiran aja…😈

  6. 6 Mr. Fortynine 27 May 2008 at 20:10

    @pangerankesiangan23:😀

    @Strife Leonhart: Kalimantan aja yang merger ma Malesa. Kan masih sesama melayu..

  7. 7 agorsiloku 28 May 2008 at 07:03

    Untuk pertanyaan kepada Bapak Presiden, saya wakili saja dah. Soalnya presiden itu nggak mungkin mau jawab pertanyaan slankers….

    Begini :
    Minyak bumi milik bumi Indonesia itu biaya penyedotan dari dalam bumi itu kurang lebih seharga 650 rupiah saja (crude oil, minyak mentah). Lantas untuk biaya penyulingan, kalau tak salah harganya juga sekitar itu juga (10-15 U$ per barrel). Jadi mungkin totalnya sekitar 20% dari harga jual sekarang ini (Rp 6500 per liter). Terus yang 75-80% itu dari hasil minyak dengan sistem bagi hasil, 15-20 % untuk bangsa sendiri dan sisanya untuk pengelola (Caltex, Oil Company dll). Jadi, sisa net untuk Indonesia yang diterima dan diolah pertamina sekitar berapa ya?. Paling nggak, atau paling begok, Indonesia dapat sekitar 60% nya.

    Tapi karena minyak Indonesia lebih bermutu, jadi diekspor saja dengan harga pasar tentunya (77 U$ per barrel atau lebih), lalu kita juga beli dari luar untuk konsumsi dalam negeri.

    Nah, minyak yang digali dengan modal sekian itu dijual ke rakyat harus dengan harga pasar. Kalau tidak, ya rugi…

    Nah… lantas yang rugi itu siapa?. Jelas yang rugi itu pertamina. Namun, logika apa yang dipakai… nggak jelas…😦

    Oh ya… untuk mengambil minyak dalam bumi Indonesia, ya gratis lah… minyaknya kan diambil dari rahmat Allah. Pantesnya sih netprofitnya 60% dari hasil bumi Indonesia. Tapi bisa dibolak-balikkan sedemikian rupa sehingga Pertamina bisa bangkrut……

  8. 8 agorsiloku 28 May 2008 at 07:06

    15-20 % untuk bangsa sendiri –> seharusnya 15-20% untuk yang nyedot, 85% untuk bangsa sendiri.

    Maaf terbalik.

  9. 9 Mr. Fortynine 29 May 2008 at 21:18

    @agorsiloku: Terima kasih atas paparannya… aya buta urusan hitung hitungan, jadi saya mau belajar lagi soal statistik diatas…

  10. 10 Rafki RS 31 May 2008 at 00:49

    Kapan Pertamina akan bangkrut? Jika minyak di bumi Nusantara ini sudah habis.

    Kapan PLN akan bangkrut? Nggak akan pernah selagi ada yang butuh listrik.

    Kapan negara ini akan bangkrut? Kalau Mr. Fortynine sudah jadi presiden. Ha…ha..ha

    Jangan diambil hati Mas. Salam kenal.

  11. 11 adit 31 May 2008 at 06:49

    benarkah PLN dan PERTAMINA merugi ?

    bukankah dengan banyaknya koruptor, penjilat, lintah darat or whatever di instansi tsb menandakan bahwa PLN dan PERTAMINA itu menguntungkan, setidaknya buat koruptor tsb ?

    ya ya ya, rakyat menderita mah no256, yg penting no 1 sy untung bisa nyedot minyak dan listrik sampe PUAS (oknum pejabat korup)
    😀

  12. 12 Guh 31 May 2008 at 19:40

    ada sinyal telkomsel? bikin halo aja, ada pake unlimited tuh. TSEL Perusahaan nasional kan?… apa temasek ya😛

    Pertanyaan ke presiden itu harus lebih bermutu, harus menyertakan angka-angka, dan harus dikirimkan bukan hanya lewat jalur formal, tapi juga lewat jalur khusus. Misalnya via forward bersama batu besar yang dilempar ke jendela kamar pribadi Ibu Sri Mulyani saat beliau dandan sehabis mandi.

  13. 13 Mr. Fortynine 1 June 2008 at 17:54

    @Rafki RS: Salam kenal juga. Terima kasih ats jawabannya. 😛

    @adit:

    bukankah dengan banyaknya koruptor, penjilat, lintah darat or whatever di instansi tsb menandakan bahwa PLN dan PERTAMINA itu menguntungkan, setidaknya buat koruptor tsb ?

    That’s the point!

    @Guh: Ada, tarif unlimitednya berapa? Setau saya si masih perusahaan nasional yang suka rampok pelanggannya dengatarif kurang manusiawi.

    Pertanyaan ke presiden itu harus lebih bermutu, harus menyertakan angka-angka, dan harus dikirimkan bukan hanya lewat jalur formal, tapi juga lewat jalur khusus. Misalnya via forward bersama batu besar yang dilempar ke jendela kamar pribadi Ibu Sri Mulyani saat beliau dandan sehabis mandi.

    Bisa dicoba. Saya akan lakukan setelah anda melakukannya, dan kemudian terbukti masih hidup tidak dipetrus atau tidak menghilang diculik tim paspampres.😛

  14. 14 Strife Leonhart 2 June 2008 at 13:57

    @Mr 49
    Yak setuju jadi Republik Borneo™
    Trus United States of Java
    Yogyakarta Kingdom

    trus apalagi lah?

    *mikir*

  15. 15 blackenedwing 8 June 2008 at 19:46

    Pertanyaan Buat Presiden. Bapak Presiden yang sedikitpun tidak saya hormati apalagi saya kagumi. Sebagai salah seorang warga Indonesia tentu saja wajar kalau saya bertanya kepada Bapak. Pertanyaan saya sebenarnya mudah saja: Kalau memang PERTAMINA dan PLN terus merugi karena kenaikan harga minyak di pasaran dunia, kenapa sampai sekarang PLN dan PERTAMINA belum bangkrut dan tutup? Sebab setahu saya, tukang jual pisang gorengpun bakalan tutup jikalau usahanya terus merugi.

    karena PLN/Pertamina itu BUMN ? serugi apapun akan ditalangi oleh negara.
    Kalau swasta pasti sudah pailit dari dulu-dulu

  16. 16 The Carbonized 26 June 2008 at 23:20

    Walaupun saya bukan Presiden apalagi merasa sebagai presiden, saya mencoba menjawab pertanyaan Anda.

    Memang ada sesuatu yang membingungkan di Negri ini Tentang pengelompokan BUMN
    dan PMA. Mungkin hal ini lah yang menyulitkan Presiden yang sekarang menjabat dan Presiden² yang akan menjabat nanti, berkenaan dalam hal liquidasi terhadap Perusahaan yang merugi tersebut. Karena sebagian Besar saham BUMN kita sudah dikuasai oleh PMA, yang mana PMA itu sendiri bersedia memberikan pinjaman dengan syarat diperbolehkan mengakuisisi sejumlah saham pada BUMN kita ini. Nah bingung kan klo sudah gitu? perusahaan ditutup pinjaman harus dilunasi, gimana mau melunasi hutang kalau keuntungan Negara ini di boyong keluar negri.

    Ini sebuah pelajaran yang sangat penting menurut saya pribadi :: jangan pernah berhutang kalau tidak mau jadi orang miskin ::

    Sedikit himbauan dari saya, kalu Negara ini mau jadi Negara Kapitalis sekalian aja, jangan tanggung².

    :: Hidup kapitalis ::


  1. 1 Hari Kebangkitan Endonesia « Note of Boredom Trackback on 2 June 2008 at 12:24
  2. 2 13 September Tahun Ini « Generasi Biru Trackback on 13 September 2008 at 19:56
  3. 3 Kantor « Generasi Biru Trackback on 8 December 2008 at 00:32
  4. 4 Kantor « Generasi Biru Trackback on 8 December 2008 at 00:32

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 1 day ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: