Tadi malam saya memindahkan data data yang tersimpan di pita kaset untuk diubah menjadi data digital yang bisa dibaca oleh harddisk dan perangkat perangkat lainnya macam mp3 player dan memory handphone dengan menggunakan software bajakan bernama Adobe Audition. Saya akui software ini ciamik sekali untuk seorang yang suka sok mixing dan sok mastering sound system macam saya ini. Adobe Audition terasa user friendly buat saya. Bukan karena memang benar benar user friendly melainkan karena saya ga pernah dan malas belajar software lain yang sekeyakinan dan semanhaj dengan Adobe Audition.

Proyeknya tadi malam adalah album pertama /rif yang berjudul Radja dan album kedua mereka yang berjudul Salami. Selama proses pengiriman suara, handphone harus dijauhkan dari komputer dan tape recorder untuk menghindari feedback, yang mana feedback ini akan ikutan terekam. Sementara sound di komputer juga harus di non aktifkan semuanya. Serta guna kelancaran ritual pengiriman suara, apalagi buat kompi kompi ber”RAM” tingkat rendahan seperti 256 MB misalnya, disarankan agar tidak melakukan hal hal lain selain merekam. Maka sementara memutar satu kaset penuh sayapun hanya bisa bengong menunggu prosesi sakral ini usai.

Sayangnya dan anehnya, setelah terkantuk kantuk menunggu proses pengiriman data yang menggunakan media perantara tape recorder dan CPU itu berakhir, saya menemukan bahwasanya suara yang terekam oleh Adobe Audition ternyata lebih tinggi daripada bisanya. Bahkan terlalu tinggi. Tinggi disini bukan seperti misalnya kalau si Fadil disandingkan dengan pemain Shaq O’Neal, melainkan macam tingginya suara Candil dengan bandingan suaranya Nadeera….

Intinya dan pada kesempatan kesempatan perekaman sebelumnya, suara yang biasanya terekam adalah alunan suara suara nan indah bening dan memikat hati. Hal ini dikarenakan oleh: Pertama; Tape yang digunakan untuk memutar kaset adalah tape yang teritung baru, plus bagian head* pemutarnya yang merupakan faktor utama pengirim suara selalu saya bersihkan dan saya rawat.

Kedua; karena kaset saya memang terawat, jauh dari jamur dan pita yang terlipat atau kusut macam wajah para gadis gadis ABG ketika menangisi idola gantengnya kalah dalam perolehan sms. Sehingga kualitas suara yang dihasilkannya masih tetap seperti asalnya. Bukan terdengar baru lhoo. Jadi misalnya ada kaset Koes Bersaudara yang kualitas suaranya mono ya tetap saja mono, hanya kualitasnya tidak meredup apalagi berubah jadi hancur.

Dan yang ketiga, ya karena kecanggihan software untuk merekamnya itu tadi. Dulu saya pakai Nero Wave Editor. Sekarang software itu sudah ditinggalkan dan tergantikan keberadaannya oleh Adobe Audition. Meskipun pada kenyataannya masih banyak fitur fitur dari Adobe Audition yang tidak saya maksimalkan fungsinya.

Nah, kembali kepada soal gangguan setan. Entah setan cantik darimana yang sedang nafsu dengan saya sehingga menjahili saya dengan menggangu settingan untuk input suaranya. Input dari luar CPU yang bisa direkam oleh Adobe Audition adalah suara suara yang berasal dari Compact Disc, Line In (dalam hal ini saya jadikan default sebagai media penghantar suara dari tape recorder), dan yang terakhir adalah dari colokan Microphone.

Anehnya,seperti ada yang menggerakkan sendiri, settingan volumenya tiba tiba saja berubah dari default menjadi tingkatan paling akhir sehingga tidak ada suara yang bisa direkam oleh Adobe Audition. Saya lantas merubahnya menjadi volume maksimal, edannya: perubahan tersebut ternyata malahan menghasilkan suara rekaman alat musik yang tinggi cempreng macam kaleng rombeng yang dipukul pukul pakai tongkat besi butut, sementara itu teriakan vokal Andy /rif berubah jadi macam teriakannya pecandu pecandu microphone dan megaphone yang terpasang di rumah ibadah. Yang mana biasanya mereka mereka itu meracuni pendengaran tetangga tetangga yang tidak bersalah dan belum tentu berminat dengan test kekecangan sound system rumah ibadah dan vokal mereka dengan suara dahsyat menggelegar bak komando perang lawan setan yang mereka keluarkan.

Setelah ganti kaset dan melakukan beberapa penyesuaian serta ujicoba ulang, beruntungah bahwasanya settingan perekaman Adobe Auditon telah berhasil kembali seperti semula. Meski untuk itu saya tentunya harus melakukan take ulang terhadap kaset kaset dari album /rif.

Oh iya kalau memang benar yang menggangu settingan itu setan cantik betulan, apalagi kalau tampangnya dan bodynya betul betul mirip wanita cantik ras manusia, tentu ga ada salahnya kalau malam ini itu setan datang lagi sambil bugil dan horny…

Mau mencoba meniru proses perekaman? Gampang. Cuma diperlukan tape recorder yang ada jack input outputya untuk dicolokkan ke komputer. Lalu tinggal transfer data dari pita kaset anda ke komputer dengan dibantu oleh software yang sepadan atau hampir sepadan dengan Adobe Audition.

*cuma bahasa saya. Saya tidak tahu nama ilmiah atau nama elektroniknya. Pokoknya letak bendanya ada di bagian paling bawah dan persis di tengah. Biasanya benda tersebut bersentuhan dengan busa tengah kaset ketika terjadi acara persetubuhan antara kaset dan tape recorder.