Membaca

Saya suka membaca, kalau yang dibaca itu bentuknya novel Wiro Sableng hasil tulisan dari Bastian Tito, atau membaca buku buku menarik, maksudnya buku buku yang saya anggap menarik. Serta tentu saja membaca apa saja yang saya anggap menarik.

Membaca juga kita perlukan guna menyerap informasi, seperti ketika membaca jadwal keberangkatan di suatu terminal, entah itu terminal udara, darat maupun laut. Pun ketika harus menterjemahkan informasi dan menambah pengetahuan demi melaksanakan atau mengerjakan sesuatu.

Tetapi membaca bukan hanya yang seperti itu. Membaca, secara sembarangan ada beberapa pengertian dari membaca. Ada yang pengertiannya adalah: melihat dan kemudian mengerti makna dari sesuatu yang tertulis lewat penafsiran karakter atau symbol symbol yang yang tertulis dan terangkai tadi. Menyerukan kata kata tertulis dengan keras. Dan juga mengerti atau menterjemahkan tanda tanda.

Nah, bagian terakhir ini, yang disebut sebagai tanda tanda itu sendiri tidak harus sesuatu yang tertulis. Namun bisa juga sesuatu yang terlihat dan tersirat. Contohnya ketika anda membaca atau mendengar kalimat: seorang pesepakbola handal, pintar membaca permainan lawan. Apakah berarti permainan lawan itu bentuknya rangkaian simbol simbol tertulis? Tidak bukan? Yang dibaca adalah sebuah aksi, dibaca dengan gabungan dari pengalaman, instruksi dan tindakan.

Begitu pula ketika kita ‘membaca gelagat kurang enak’. Ketika berada di jalan lalu kita melihat orang orang berhenti di tengah jalan, menepi dan bersinggah di warung warung pinggir jalan, apa yang kita bisa baca dari hal ini? Biasanya keadaan yang terbaca adalah: beberapa ratus meter di depan ada razia kendaraan bermotor. Alias para preman berseragam sedang cari duit buat menyuapi hasrat binatang jahanam mereka lewat alasan penertiban pengguna lalu lintas.

Membaca yang tertulis bisa menyebabkan kesalahan penafsiran. Faktornya entah karena kesalahan si pembuat rangkaian simbol seperti misalnya salah tulis, atau malahan kebanyakan menggunakan kata kata bersayap bin ambigu. Bisa juga karena si pelaku baca sendiri yang mana dalam hal ini disebut pembaca memiliki kapasitas otak di bawah rata rata, sehingga tidak mampu menyerap informasi tertulis yang disampaikan. Serta masih banyak faktor yang lainnya.

Kalau simbolnya pendek pendek kemungkinan kesalahan penafsiran tentunya sangat sedikit sekali. Logo huruf P dicoret akan dengan mudah diartikan sebagai tanda bahwasanya dilarang parkir. Namun bagaimana seandainya yang harus dibaca adalah sebuah buku, koran, dan artikel? Daya serap informasi biasanya berbanding lurus dengan kapasitas otak dan tingkat kecerdasan emosional penyerap informasinya. Bisa juga ditentukan oleh kebijaksanaan dan pengalaman si pembaca dalam menyerap apa yang tersurat dan tersirat.

Dalam hal ini, saya tidak mengatakan atau menyatakan bahwasanya saya adalah pembaca yang baik. Entah itu membaca bacaan yang merupakan rangkaian lambang lambang tertulis, maupun dalam membaca keadaan dan kejadian. Namun saya bersyukur bahwasanya saya masih bisa lega, karena beberapa penafsiran saya terhadap apa yang saya baca tidak semuanya salah.

Meskipun tidak selalu semuanya terbaca dengan baik, benar dan tepat, namun kali ini saya membaca seorang anak manusia yang sejak awalnya tidak sopan, egois, dan emosional. Dan setelah melakukan beberapa kajian tidak ilmiah, ternyata kesan pertama yang saya baca masih sama dengan kesan selanjutnya yang terbaca. Namun entah kenapa saya, setidaknya sampai saat ini masih berharap bahwasanya itu adalah salah…..

Tulisan pemanasan, dengan harapan akan memicu saya sendiri untuk menghasilkan karya tulis yang lebih baik.

14 Responses to “Membaca”


  1. 1 Mrs. Fortynine 3 November 2008 at 10:15

    Ah, my Mr. Fortynine is back…

    *mwah*

  2. 2 itikkecil 3 November 2008 at 11:49

    Kadang-kadang saya masih suka keliru menafsirkan apa yang saya baca
    *bingung mau komen apa*

  3. 3 nia 3 November 2008 at 13:40

    ikutan baca .. eh membaca

  4. 4 aap 3 November 2008 at 14:32

    Membaca….perlu dilakukan dalam setiap hal.

  5. 5 sippaganteng 3 November 2008 at 17:19

    Saya sukanya baca komik

  6. 6 bangaip 4 November 2008 at 03:00

    Daya serap informasi biasanya berbanding lurus dengan kapasitas otak dan tingkat kecerdasan emosional penyerap informasinya.

    Kalimatnya bagus ini, Rid. Keren.

    Walaupun saya sebenarnya tidak terlalu setuju.🙂 Tapi siapalah saya mau membantah sembarangan hipotesa ini?🙂

    Menurut Motional Intelligence Appraisal, kecerdasan emosional berbanding lurus dengan pemahaman online seseorang. Jadi daya serap seseorang juga sebanding dengan pemahamannya atas dunia maya.🙂 (*Saya juga belum setuju*)

    Saya mau membantah kalimat diatas, tapi secara logika, apabila kalimat tersebut benar adanya dan saya tidak bisa membantahnya, maka relevansinya (sekaligus kohesinya mungkin) adalah;

    Jika saya tidak mampu menyerap informasi tulisan ini, sebab kapasitas otak saya yang tidak mampu, maka ini menunjukkan tingkat kecerdasan penyerapan informasi yang saya miliki.

    Hehe

  7. 7 Fortynine 4 November 2008 at 06:40

    @Mrs. Fortynine: ……….

    @itikkecil: Tidak apa apa Bu. Lebih baik salah karena mencoba daripada tidak pernah salah karena tidak pernah mencoba. *sok bijak dan sok tau mode: ON*

    @nia: Silakan…

    @aap: Iya Pak. Setuju dalam hal ini. Termasuk membaca situasi seperti ini bukan?

    @sippaganteng:😀

    @bangaip:

    Kalimatnya bagus ini, Rid. Keren.

    Terima kasih Bang, saya jadi malu nih

    Tapi siapalah saya mau membantah sembarangan hipotesa ini?🙂

    *kena tampar dengan telak*
    Terima kasih sudah diingatkan. Saya memang lupa mencantumkan kata kata yang menjelaskan bahwasanya apa yang saya tuliskan ini adalah ego pribadi, bukan karya tulis ilmiah.

    Jika saya tidak mampu menyerap informasi tulisan ini, sebab kapasitas otak saya yang tidak mampu, maka ini menunjukkan tingkat kecerdasan penyerapan informasi yang saya miliki.

    Jika saya tidak mampu menyerap informasi dari komentar Bang Arif kali ini, maka itu menunjukkan tingkat kecerdasan si penyampainya. Bukan pada kelemahan pembaca komentarnya. *Sok Tau mode: ON*

  8. 8 agunk agriza 4 November 2008 at 19:47

    saya suka baca.
    kalo terang

    kalo gelap
    ga bisa baca. hha

  9. 9 Co² 5 November 2008 at 04:53

    Menbaca dulu ah, komennya nanti aja.

  10. 10 Pakacil 6 November 2008 at 03:38

    Apakah kemudian maksudnya…
    bahwa kapasitas otak, tingkat kecerdasan emosional, kebijaksanaan dan pengalaman si pembaca dalam menyerap apa yang tersurat dan tersirat menjadi faktor penting dalam proses interpretasi apa-apa yang di’baca’nya?

    kalau yang ini jelas tak bisa membaca… hihihi

  11. 11 Fortynine 7 November 2008 at 06:39

    @agunk agriza: Kalau yang itu sudah jelas Pak

    @Co²: Bukannya ini sudah komentar?😛

    @Pakacil:

    Apakah kemudian maksudnya…bahwa kapasitas otak, tingkat kecerdasan emosional, kebijaksanaan dan pengalaman si pembaca dalam menyerap apa yang tersurat dan tersirat menjadi faktor penting dalam proses interpretasi apa-apa yang di’baca’nya?

    Penting kalau sejauh ini, namun lebih penting lagi adalah efek dan tindakan setelah membaca.

  12. 12 soulharmony 8 November 2008 at 16:09

    tidak pernah aku melihat dirimu pegang buku, apalagi sampai membacanya

  13. 13 irfan 9 November 2008 at 03:21

    Baca dulu baru nulis…

  14. 14 iaksz 11 November 2008 at 23:49

    saya tidak bisa membaca tulisan ….

    * gagal baca a b c dari belakang ke depan *

    baiknya … saya membaca wajah sampeyan saja😀😀 😀


Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: