Soal Test CPNS 2008

Tanggal 20 November 2008 sampai dengan tanggal 27 November 2008 ini akan diadakan pendaftaran untuk mengikuti test Calon Pegawai Negeri Sipil 2008. Tiba tiba dan entah kenapa saya malahan merasa sangat sangat malas untuk mengikutinya. Apalagi kalau mengingat soal soal menjijikkan yang bakalan saya hadapi kelak. Belum lagi urusan administrasinya yang berbelit belit seperti mau bertemu presiden saja.

Dari administrasi pendaftaran

Untuk melengkapi persyaratan administrasinya saja harus membuat surat lamaran dengan tulisan tangan. Tahun lalu surat lamaran saya terpaksa dirombak dengan berbagai alasan dari panitia, padahal saya sudah membuat sesuai contoh format yang ada. Lalu tahun lalu saya juga harus kembali karena tidak mencantumkan fotokopi AKTA 4 yang sudah dilegalisir! Padahal dalam persyaratan tidak dicantumkan bahwasanya saya sebagai calon peserta yang mendaftar harus mencantumkan fotokopi AKTA 4 yang sudah dilegalisir!

Untuk pendaftaran tahun ini saya harus menghabiskan berlembar lembar kertas kosong guna menyesuaikan format surat lamaran yang harus di tulis dengan pulpen bukan dengan printer. Membeli banyak pulpen tinta warna hitam hanya untuk menyesuaikan dengan persyaratan. Ngembat map di kantor guna menyesuaikan dengan warna map yang menjadi syarat pendaftaran. Juga sudah terbayang di kepala saya ketika esok (Kamis, 20 November 2008) saya harus ngantri hanya demi selembar kertas jahanam bernama kartu peserta test CPNS 2008. belum lagi kalau harus bolak balik karena gagal administrasi.

Dari ujian

Duduk selama berjam jam dalam sebuah ruangan, peserta tidak diperbolehkan keluar duluan, juga harus menghadapi soal soal Test Kompetensi Dasar dengan isi soal soal yang begitu menjijikkan seperti Apa yang anda lakukan ketika anda akan berangkat ke kantor sementara hujan sedang deras derasnya?

  1. Tetap berangkat ke kantor dengan mengenakan jas hujan
  2. Menunggu hujan teduh setelah itu berangkat ke kantor
  3. Tidak berangkat ke kantor
  4. Dan lain sebagainya


Sungguh semuanya itu membuat saya mual ketika mengingatnya lagi. Lantas juga tes kedua yaitu Test Kompetensi Bidang yang justru tidak satupun mencantumkan soal bahasa Inggris, namun justru soal soal mengenai kurikulum macam salah satu pelajaran memuakkan di masa kuliah dulu yaitu Curriculum and Material Development (CMD).

Secara umum padahal test keparat terkutuk itu sebenarnya tidak jauh beda dengan ujian UMPTN/SPMB, entah kenapa saya juga dulu bisa lulus UMPTN, mungkin karena waktu itu saya masih terlalu muda dan terlalu bersemangat untuk kuliah, sehingga bisa melewati ujian jahanam tersebut. Sementara ketika test PNS saya sedang malas malasnya jadi guru.

Dari hasil

Kalaupun saya lulus kelak, administrasinya yang harus dilengkapi bakalan lebih sontoloyo. Membuat Surat Keterangan Cukup Keren yang dikeluarkan oleh Kantor Preman Berseragam setempat. Membuat Surat keterangan belum mau mampus dari departemen kesehatan terdekat macam rumah sakit atau puskesmas, dan lain sejenisnya. Semuanya harus diurus dengan duit dan waktu yang tidak sedikit. Belum lagi bermacam legalisir sialan yang tentunya cukup untuk membuat jidat berkerut dan alat kelamin menciut.

Lantas lulus jadi guru, untuk kemudian membuat satuan pelajaran dan rencana pelajaran sebelum mengajar. Mengikuti apel pagi lalu lantas mendengarkan khotbah memuakkan dari kepala sekolah tempat saya mengajar kelak. Hormat kepada bendera Negara Keparat Republik Indonesia diiringi lagu Indonesia Rayap. Menghadapi murid murid bengal yang membuat tekanan darah dan adrenalin meningkat. Huaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!

Entah kenapa sekarang, untuk saat ini saya lebih merasa nyaman ketika harus apel pagi tiap hari di kantor kecamatan dengan durasi waktu paling lama 20 menit ketimbang apel pagi seminggu sekali di sekolah kelak dengan alokasi waktu mencapai 30 menit lebih.

Saat ini saya merasa lebih merasa nyaman untuk berada seruangan dengan si calon janda lantas ngobrol seenaknya tanpa topik yang disetujui duluan ketimbang harus berkubang di kantor guru lantas membicarakan kepandaian dan kebodohan para siswa atau berdiskusi soal pelajaran dan ujian.

Saya berfikir bahwasanya lebih nyaman untuk bisa menerima sikap pelit dan arogan dari pimpinan kantor lalu pergi ke warung untuk mencoba melupakannya ketimbang harus manggut manggut dengan kepala sekolah kelak.

Lebih nyaman dengan teriakan Isikan tinta atau printer macet dari rekan rekan sekantor ketimbang teriakan murid murid badung di sekolah atau bisingnya guru guru wanita ketika mengosip.

Serta lebih nyaman untuk punya jam kerja tujuh setengah jam namun bisa ditinggalkan dengan sebuah mantra bernama surat ijin keluar, atau diatasi dengan tidur ketimbang harus bolak balik sekolahan meskipun itu tanpa harus bikin surat ijin.

Juga merasa lebih akrab dengan lembar disposisi, surat pengantar, laporan bulanan, dan rekap absen ketimbang harus mengisi nilai raport siswa, mengoreksi ujian siswa dan mendata siswa tiap tahun. Serta, lebih nyaman bekerja dengan komputer komputer butut spesifikasi kacangan dengan printer yang cartridgenya jebol ketimbang harus memegang kapur, atau spidol buat mengajar.

Belum lagi kalau si Dia lulus di sana, bisa bisa saya LDR lagi. TIDAAAAAAK. Pengalaman sudah mengajarkan segalanya bahwasanya Long Distance Relationship is wrapped by lie, and covered by fake! I am not willing to receive next wedding party invitation!

Jadi bagaimana? Ya tetap ikut, tetap mendaftar dan bakalan ikutan test CPNS meskipun sekarang saya hanya ikut ikutan, ga ada lagi semangat apalagi berharap banyak untuk bisa lulus. Sebut saja setengah hati.

*tulisan ini sama sekali tidak mencerminkan isi kepala dari seorang sarjana hasil didikan Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat*

Biarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr! I do not care about that. This is my blog, this is my territory, and no one can forbid me about what I want to write. Only god named Matt who can banned me. If you do not agree with me, you may give comment, but always remember to attack the idea, not the person behind the idea.

Sudah masuk tanggal 20 November nich. Waktunya tidur…… Selamat Malam Banjarbaru, selamat malam semuanya…

32 Responses to “Soal Test CPNS 2008”


  1. 1 Pakacil 20 November 2008 at 04:28

    kayaknya bakal lulus nih…
    untuk menempuh ujian yang sebenarnya, yakni sanggup tidaknya mejadi PNS yang tulus dan ikhlas…🙄

    saya kebetulan tak pernah gagal tes CPNS, dan tekniknya cuma satu yg saya lakukan, yakni tak pernah ikut tes😀

  2. 2 Pakacil 20 November 2008 at 04:29

    kayaknya bakal lulus nih…
    untuk menempuh ujian yang sebenarnya, yakni sanggup tidaknya mejadi PNS yang tulus dan ikhlas…🙄

    saya kebetulan tak pernah gagal tes CPNS, dan tekniknya cuma satu yg saya lakukan, yakni tak pernah ikut tes😀

  3. 3 Amed 20 November 2008 at 05:31

    Mmm… gimana ya? Kalau pengambilan angle seperti ini jelas saja Tes CPNS dan kehidupan sebagai guru-nya terlihat begitu “menjijikkan”. Ah, mungkin saya saja yang menangkap esensi yang berbeda begitu sudah menjadi guru, ketimbang meributkan remeh-temeh seperti yang ditulis di atas…

    Only god named Matt who can banned me

    Ahem… I’m sure you have already known where the mistake is….

    Dan mengenai tidak pernah gagal, hehehe, sudah tau kan, berapa kali saya ikut tes CPNS?

  4. 4 Fortynine 20 November 2008 at 06:49

    @Pakacil: Lulus atau tidaknya si tidak ada masalah sama sekali. Saya tidak peduli, hanya saja dunia ini yang terlalu meminta saya untuk ikut lagi test sialan ini.:mrgreen:

    saya kebetulan tak pernah gagal tes CPNS, dan tekniknya cuma satu yg saya lakukan, yakni tak pernah ikut tes

    He he he…

    @Amed:

    Kalau pengambilan angle seperti ini jelas saja Tes CPNS dan kehidupan sebagai guru-nya terlihat begitu “menjijikkan”. Ah, mungkin saya saja yang menangkap esensi yang berbeda begitu sudah menjadi guru, ketimbang meributkan remeh-temeh seperti yang ditulis di atas…

    Yang jelas saya tau rasanya jadi guru, tau situasi ruang guru, bukan hanya karena sekedar orang tua saya adalah guru, namun berdasarkan pengalaman sejak kecil dan yang telah saya jalani sampai sekarang.

    Entahlah nanti kalau memang suatu saat benar benar jadi guru. Mungkin saya akan berubah, berubah jadi semakin mendukung tulisan ini, tanpa menutup kemungkinan untuk menolak tulisan kali ini.

    Ahem… I’m sure you have already known where the mistake is….

    That is why I should always avoid writing in the night with sleepy eyes. However, the ideas usually come when I am preparing my bed.

    Dan mengenai tidak pernah gagal, hehehe, sudah tau kan, berapa kali saya ikut tes CPNS? Ya tau, dan entah kenapa saya berfikir untuk gagal lagi kali ini, lalu melanjutkan kehidupan saya sebagai tenaga kontrak hingga akhirnya diangkat jadi pegawai tetap, atau jadi pengusaha dikemudian hari. Tapi kita lihat sajalah apa yang akan terjadi hingga bulan Februari nanti.

  5. 5 nia 20 November 2008 at 07:28

    Selamat berjuang ..

  6. 6 itikkecil 20 November 2008 at 08:27

    hahaha… grammar nazi bergentayangan….

    tapi paling tidak ikutilah tesnya dengan serius
    *saran dari orang yang ogah ikutan tes CPNS lagi*

  7. 7 broer 20 November 2008 at 09:44

    kenapa harus dengan caci maki bila kita enggan ataupun ingin ikut tes cpns ? jalani dengan senang hati dan pikiran bersih hidup ini, semua hal-hal apapun yang kita alami pasti ada hikmah dan manfaatnya
    (maaf, seperti berkhotbah)


    Menarilah dan terus tertawa
    Walau dunia tak seindah surga
    Bersyukurlah pada yang kuasa…

    dikutip dari song : laskar pelangi “Nidji”

  8. 8 nie 20 November 2008 at 10:01

    ah, ya sutralah. abis ikut..gak usa dipikirin lah. ngomel2 sendiri kan buang energi aja:mrgreen: tapi tetep tak doain lulus kok. abis lulusan, kita makan2 ye? hueheeehe

  9. 9 ryht 20 November 2008 at 11:28

    Semoga lulus, bos..
    Semangat!!!

  10. 10 Ardianto 20 November 2008 at 11:39

    Semoga lulus seperti yang tidak diharapkan, atau semoga tidak lulus seperti yang diharapkan?

    Btw, judulnya mengundang trefik nih…

  11. 11 Catshade 20 November 2008 at 13:27

    Judul dan tag-nya SEO banget…😆 Saya juga mulanya berniat ikut tes CPNS sebagai ‘jalan aman’ kehidupan saya… tapi entah kenapa selalu ada yang membuat saya ragu. Misalnya postingan ini…🙄

  12. 12 Aprian 20 November 2008 at 14:39

    Lakukan apa yang kau mau aja dah…tapi yang penting niatnya….kalo mau tes setengah hati apa ngga buang energi…seperti kata tulisan diseberang bandara aja.
    RAGU-Ragu Lebih Baik Kembali.

  13. 13 Fortynine 20 November 2008 at 15:37

    @nia: Terima kasih, perjuangan sudah dimulai dengan tidak dapat nomor antrian hari ini

    @itikkecil: Ya, pasti saya serius, serius menyelesaikan segala macam administrasi terkutuk itu. Lalu serius menyelesaikan soal soalnya. Tapi seriusnya semau saya aja.😀

    @broer:

    kenapa harus dengan caci maki

    Karena cai maki bisa menurunkan ketegangan, dan bisa menenangkan pikiran.😀

    maaf, seperti berkhotbah

    Oh tidak apa apa Pak. Saya malahan senang dengan komentar anda

    @nie: Ya itu tadi, ngomel bisa menurunkan ketegangan dan keletihan.😀
    Makasih doanya

    @ryht: Thanks!

    @Ardianto: Keduanya ga apa apa dan akan saya terima dengan penuh pertanyaan serta pernyataan. Hehehehe

    @Catshade: Kalau punya pekerjaan yang lebih menyenangkan dan lebih menggairahkan ya wajar saja tidak tertarik urusan CPNS macam ini

    @Aprian: Niatnya memang setengah Pak. Dorongannya yang full. Jadi mau tidak mau ya di paksa paksakan.

    RAGU-Ragu Lebih Baik Kembali.

    Kalau buat saya sekarang ini ragu ragu lebih baik verivikasi…

  14. 14 Mrs. Fortynine 20 November 2008 at 16:11

    Belum lagi kalau si Dia lulus di sana, bisa bisa saya LDR lagi. TIDAAAAAAK. Pengalaman sudah mengajarkan segalanya bahwasanya Long Distance Relationship is wrapped by lie, and covered by fake! I am not willing to receive next wedding party invitation!

    ini maksutnya apa toh Mas?😥

  15. 15 Fortynine 20 November 2008 at 16:20

    Eh lupa ngestrike bagian itu….😀

  16. 16 Amed 20 November 2008 at 20:09

    Yang jelas saya tau rasanya jadi guru, tau situasi ruang guru, bukan hanya karena sekedar orang tua saya adalah guru, namun berdasarkan pengalaman sejak kecil dan yang telah saya jalani sampai sekarang.

    Tahu bukan berarti mengerti toh?

    I am not willing to receive next wedding party invitation!

    :mrgreen:

    Tapi pengalaman yang dulu itu kan bukan dengan CPNS, tapi dengan dosen…😈

    @ Itikkecil

    hahaha… grammar nazi bergentayangan….

    Ya, saya? *gentayangan*

  17. 17 Amed 20 November 2008 at 20:10

    That is why I should always avoid writing in the night with sleepy eyes. However, the ideas usually come when I am preparing my bed.

    Ah, apologi… Whatever your reasons is, your English is suck! You are no better than Ahmad Dhani. You has no skills in English, espesially in written…

  18. 18 Amed 20 November 2008 at 20:11

    *Lirik komen 1*
    Beh, tag-nya salah, benerin om!

    *Lirik komen 2*
    Ternyata kurang garang dan kurang ad-hominem…

  19. 19 Fortynine 21 November 2008 at 06:04

    @Amed:

    Tahu bukan berarti mengerti toh?

    Buat orang yang kurang ganteng atau tampangnnya Pas Pas’an dan kapasitas otaknya terbatas mungkin iya. Namun untuk manusia macam saya tau sudah berarti mengerti.:mrgreen:

    Tapi pengalaman yang dulu itu kan bukan dengan CPNS, tapi dengan dosen…😈

    Sama saja, lebih baik mencegah daripada kejadian

    Ah, apologi… Whatever your reasons is, your English is suck! You are no better than Ahmad Dhani. You has no skills in English, espesially in written…

    Ah sudahlah, saya ga punya waktu untuk mengurusi blog, dimana orang orang orang pengecut berkumpul.😀

    Beh, tag-nya salah, benerin om!

    Ya kena mun sudah kawa sign in. Masih kada kawa nah

    Ternyata kurang garang dan kurang ad-hominem…

    :mrgreen:

  20. 20 omiyan 21 November 2008 at 09:19

    Semoga lulus dan saya berharap mba bisa tulus jujur dan amanah itu hal yang dibutuhkan PNS jaman sekarang….sukses mba ya

  21. 21 cumie 21 November 2008 at 10:11

    mba? mba kosong empat sembilan?😀
    saya juga mendoakan lulus mba ya😀 wkwkkwkww

  22. 22 indomielezatdiary 21 November 2008 at 10:46

    aku dulu pernah mengalamina om…
    di blog ku yang terdahulu
    aku menyebutnya
    “fobia cpns”
    hi hi hi……

  23. 23 guru oh guru 21 November 2008 at 19:43

    walau saya bukan seorang guru…tapi terpujilah mereka, seabrek2 hal menjijikkan yang dia lakukan (seperti yang anda bilang), tapi tetep saya dibikin pinter. Begitu juga dengan kamu…
    Dan sistem pendidikan kita perlu orang yang sadar yg merubahnya, sadar kalau terlalu banyak hal yang menjijikkan. Gimana klo yg sekarang isinya hanya orang2 yang gak tau kalo pa yang dilakukannya skrng salah. Ya tak akan berubah.

    ….Thanks 4 all teacher….

  24. 24 b_passion 21 November 2008 at 20:51

    Selamat malam bro..

    Semangat sekali nulis blog-nya.. 😉. That’s a real passion man..! !

    Saya kebetulan lewat via link blog-nya pakacil trus Komunitas Blogger Kalimantan Selatan. You’re guys realy great bloggers..! !

    Anyway, tgl 20 semalam juga ulun ikut ngantri di Kantor BKD Banjarbaru. Galai memang prosesnya, tak apalah demi sejumput harapan untuk tetap berupaya mencari cara untuk “bekerja”, yeah.., ulun pikir ini salah satu panggilan dan tugas hidup dari Yanh Kuasa..

    Seharian tadi juga browsing keyword “CPNS” dan “PNS” di google. Maklum. ulun juga bingung dengan dunia PNS kita ini.. Trus tadi nemu blog bagus banget dari seorang PNS juga. Pian coba-in ya, nama blog-nya pnsgila.. Truly enlighment ur perspective ’bout PNS.. ! ! Trust me..

    Semoga berjaya nanti tes kita ya..
    Andai ulun jumpa pian di sana kemaren bakal ulun ajak brainstroming dech.. Ha hA HA.. Pasti ciamik..! !😉

  25. 25 Teddy 21 November 2008 at 21:18

    sial.. demi tes yang sebuting ini aok sampai bela2i nyari tukang foto analog demi memenuhi persyaratan “harus foto dengan foto klise”, dan ternyata fotonya kada diperiksa.. *sigh*

  26. 26 Sarah Luna 22 November 2008 at 11:18

    Semoga banyak yang lulus deeeeh… Biar “katanya” masa depan lebih terjamin.. Fiuuuh….

  27. 27 cutemom cantik 22 November 2008 at 18:05

    wah…moga2 lulus ya..ntar kaya bokap n abang gw dong PNS sejati

  28. 28 Fortynine 23 November 2008 at 08:27

    @omiyan: Saya laki laki Pak! Terima kasih atas doanya, semoga Tuhan membalas segala kebaikan anda.

    Lulus atau tidak lulus itu bukan suatu hal yang perlu dipermasalahkan. Kalau lulus kelak kan ada sumpah jabatan, saya akan mentaatinya selama mampu kok.😛

    @cumie: Terima kasih atas doanya, semoga Tuhan membalas segala kebaikan anda. Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang

    @indomielezatdiary: Kenapa bisa sampai phobia begitu? Linknya ga ada tuh

    @guru oh guru:

    tapi terpujilah mereka

    Kurang Pak/Bu, terpujilah guru yang baik hati, pengertian, tidak sombong, mau maju, berdedikasi tinggi, dan tidak melarang siswanya memanjangkan rambut. Ya seperti saya kalau jadi guru kelak.😀

    @b_passion:

    Selamat malam bro..

    Selamat Pagi, karena ketika saya mengetik komentar ini, suasananya adalah pagi hari

    PNS gila? Kalau tidak salah si saya pernah coba linknya, nanti akan saya cari cari lagi di history browser saya. Thanks atas informasinya.

    @Teddy: Anda bukan satu satunya orang yang mengalami dan terpaksa berfoto pakai klise kok. Banyak peserta lain yang terpaksa melakukannya ketika saya berjuang mendaftar kemaren, dan hasilnya memang sama sekali tidak ada pemeriksaan dan komplain soal foto dari panitia.

    @Sarah Luna: Terima kasih atas doanya, semoga Tuhan membalas segala kebaikan anda. Yang lulus pasti banyak, tapi tentunya yang tidak lulus bakalan lebih banyak.:mrgreen:

    @cutemom cantik: Terima kasih atas doanya, semoga Tuhan membalas segala kebaikan anda. Tapi kalau jadi PNS sejati kayanya belum terbayang..

  29. 29 wahyu 26 November 2008 at 05:13

    napa ya orang pada sinical pada pns? Mas, Mbak, Om, tante, saya mungkinn salah satu pns yang naif. tapi saya yakin masih ada pns di indonesia yang masih murni berjuang untuk rakyat. Indonesia masih belom merdeka, saya bukan guru dan saya juga bukan dari golongan tua. saya dan beberapa teman menangani orang2 pengangguran dan rakyat miskin supaya mereka dapat penghidupan lebih layak. saya dan teman dari golongan muda berusaha keras menentang korupsi birokrasi. saya sangat support teman2 muda yang mau gabung bersama kami. silakan anda datang ke kantor saya, saya akan ajak anda berkeliling desa pelosok dan melihat bahwa indonesia masih menyedihkan. I just wanna know how would you comment on it. I am an English graduate too, just as you are. Mau teu apa yang saya dan teman2 tangani? (ingat saya tidak mengajar, kami menyelenggarakan, undang ahli atau nara sumber untuk didik masyarakat):
    PAUD, Pendidikan keaksaraan, paket A, paket B, paket C (ini cuman sedikit) yang bayak adalah LIfe sklills: menjahit, bordir, las, teknisi handphone, menanam kentang, tata kecantikan rambut, tata boga macam2, dan macam2 yang jumlahnya sekitar 105 jenis ketrampilan. tidak banyak yang teu memang, karena sekarang kebanyakan orang hanya sibuk mengurusi dirinya sendiri. We need fresh blood to build the country, not to ruin it.

    We welcome you all at Jl. Raya Susukan KM. 10, Kec. Susukan. Kab. Semarang. UPTD Sanggar Kegiatan Belajar.
    matur nuwun.

    To the blog’s owner: once in my life time, I was thinking like the way you are. However, if you want to change the system, you must get into the system.

  30. 30 wahyu 26 November 2008 at 05:20

    Oh ya,aku bisa kirim beberapa soal cpns yang aku punya via e-mail. contact me at rooswahyoe@yahoo.com, aku dapet dari browsing di internet, tadinya sih nyari buat adek, tapi kalo kalian mau bisa buat kalian.

  31. 31 nie 6 December 2008 at 11:26

    chayoooooooo……..
    good luck y wat cmuax…………….

  32. 32 shut U're mouth 6 December 2008 at 18:24

    Mas Farid yang pengecut, apa kabarnya??? ingat gak kejadian di kampus??? waktu itu mas Farid ngancam yuniornya d kampus…. trus siangnya, di bawah payung FKIP, mas Farid yang malang gemetaran gara2 mulutnya yang “manis” itu… Mau lagi mas seperti itu???

    Tanggapan pemilik blog: Yang saya ingat, waktu itu ada yang terbirit birit. Lantas balik lagi nantangin saya, pakai bawa bawa bekingan preman, tapi balik lagi juga tanpa menyentuh saya seujung rambutpun!

    Malah ada yang sampai sumpah sumpah bawa nama tuhan supaya ga diapa apakan. Apa ingatan saya yang salah ya? Kayanya engga deh. He he…….

    makanya mas, jaga mulutnya, urus diri sendiri…

    Tanggapan pemilik blog: Terima kasih.😀

    Saya memang selalu menjaga mulut saya kok. Contohnya saya rajin gosok gigi dan kumur kumur pakai obat kumur. Saya juga bisa mengurus diri saya sendiri, contohnya saya ga suka minta disuapi kalau mau makan, saya bisa menyuap makanan dengan tangan saya sendiri.

    Komentar anda sudah OOT, ad hominem pula, masih mending tidak saya hapus. Jadi kalau masih merasa punya nyali, dan kalau memang mencantumkan alamat imel yang tidak palsu. Kapan kita ‘kopdar’? Biar masalah ini selesai, karena saya tidak merasa punya masalah dengan anda….


Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: