Pilihan

Seiring berjalannya waktu, bersama dengan perjalanan di kehidupan yang saya jalani. Salah satu yang sampai sekarang saya percayai adalah soal pilihan. Kalau ada sebagian orang yang berpendapat bahwasanya apa yang menjadi pilihan hidup itu adalah sebuah garis takdir, buat saya justru apa yang kita pilih justru itulah takdir sekalian konsekuensinya.

Contoh, jika sebagian orang berpendapat bahwasanya ketika seorang anak lulusan sma masuk fakultas keguruan, lantas lulus dengan nilai yang mungkin sangat memuaskan lalu kemudian bekerja sebagai guru yang baik, maka itulah takdirnya. Tak peduli apakah sang anak sebenarnya berbakat dan berminat menjadi teknisi ataupun seorang psikiater.

Sementara buat saya, ketika seseorang yang dikatakan berbakat dalam bidang komputer memilih untuk kuliah jurusan sastra, lantas lulus dengan nilai pas pasan lalu juga bekerja sebagai seorang seniman idealis. Maka itulah takdirnya. Itulah takdirnya karena itulah yang telah dipilih dan dijalaninya.

Takdir adalah banyak, takdir adalah sebuah konsekuensi atas keputusan yang dibuat. Takdir saya adalah memiliki istri ketika saya memilih sang pasangan hidup. Takdir saya juga tidak bercerai karena saya, dan mungkin juga calon istri kelak yang berniat, beritikad, bertekad dan berusaha. Bukan karena saya sudah ditakdirkan punya istri cuma satu, lalu tidak akan pernah bercerai.

Takdir saya bukan menjadi guru meskipun saya adalah lulusan fakultas terkutuk, butut, ndeso bernama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNLAM. Karena saya tidak memilih untuk menjadi guru setelah lulus.

Takdir saya juga adalah menjadi guru yang cakep, ganteng baik hati dan disukai banyak siswi ketika saya sebagai lulusan FKIP UNLAM memilih untuk mengajar, menjadi guru, dan dari sanalah saya mencari ganjalan sekaligus penakluk nafsu bernama kebutuhan manusiawi.

Takdir saya adalah pilihan saya, bukan apa yang telah dipilihkan kepada saya. Namun masih ada faktor faktor lain yang menurut saya juga berperan serta, yaitu analisa, verivikasi dan juga USAHA!

Ketika mendapatkan surat pernyataan lolos dari sekolah menengah dan memilih fakultas mana yang di tuju. Saya menganalisa jurusan apa yang sesuai dengan minat dan bakat saya. Mungkin sebaiknya, untuk melakukan pilihan selanjutnya saya akan lebih mementingkan minat ketimbang bakat. Karena para pesepakbola dari Eropa yang saya yakin dari segi bakat kalah jauh dari pesepakbola Amerika Latin, Afrika dan Asia malahan bisa menjadi kekuatan terkuat dalam persaingan persepakbolaan.

Dari segi individu, mereka yang berminat, dimana minat ini tentunya juga akan diteruskan dan disertai kerja keras akan mengungguli mereka yang berbakat namun malas. Para pesepakbola Eropa yang kalah bakat itu menang minat dan menang usaha. Soal detailnya usaha dan minat itu bukanlah hal yang perlu lebih jauh saya jabarkan dengan sok tahu.

Percuma saja saya kuliah di jurusan teknik meskipun saya berbakat namun saya sendiri tidak minat. Lebih baik saya kuliah di jurusan bahasa seperti apa yang saya suka, sehingga paling tidak saya bisa lebih terpacu dan tepicu untuk berusaha dan bekerja keras.

Analisa. Perlu diadakan analisa apakah benar jurusan yang akan saya pilih bisa menunjang bakat dan minat saya. Untuk hal ini, juga dianalisa faktor faktor lainnya seperti pembiaya-an dan kondisi ekonomi dari keluarga sendiri.

Verivikasi, inilah yang dalam catatan perjalanan hidup saya terutama untuk memilih jurusan dalam perkuliahan terhitung kurang saya lakukan. Seharusnya saya lebh banyak bertanya, mencari tahu, mengamati dan melakukan verivikasi terhadap lulusan, proses perkuliahan dan berbagai kemungkinan masa depan. Bukan hanya sekedar menghayal, setelah sedikit bertanya.

Semakin lama saya baca tulisan ini makin melantur dan sok tahu, jadi saya langsung saja kepada pokok permasalahan pilihan yang ingin saya bahas. Sudah dua kali (seingat saya) saya melakukan pilihan yang ternyata pada akhirnya, konsekuensinya tidak sesuai dengan apa yang sudah saya perkirakan dan saya usahakan.

Kalau kata orang, entahlah orang mana dan orang darimana yang berkata, yang jelas inilah mungkin saatnya untuk melakukan sebuah terobosan baru dalam memilih. Ketika misalnya sudah dua kali saya belajar pakai Ubuntu karena memilih untuk sok idealis tidak memakai bajakan. Berusaha mensucikan mental pembajak dan membersihkan pikiran mau gampangnya. Telah menganalisa baik buruknya seperti misalnya tidak support mp3 dan lain semacamnya. Bahkan melakukan verivikasi dengan banyak merepotkan mbah gugel, teman teman dan bahkan mungkin TUHAN. Ternyata hasilnya tidak seperti yang saya bayangkan dan sedikit saya usahakan.

Saya masih terlalu tidak berminat untuk belajar dari nol. Dan saya juga masih berdusta kalau ternyata saya tidak suka software bajakan dan gampangan. Termasuk pada saat itu alasan yang terkesan dan memang kenyataannya dibuat buat dari saya yaitu fakir koneksi sehingga sukar melakukan update versi. Sehingga saya memutuskan untuk kembali kepada barang yang lazimnya disebut barang bajakan. Toh tidak ada salahnya memilih untuk melakukan perubahan pilihan.

Maka juga untuk pilihan yang ternyata tidak sesuai prediksi dan harapan saya, meskipun dalam kasus ini secara seenaknya saya sudah mengklaim diri sudah berusaha sebaik mungkin, ada baiknya pula saya mencoba pilihan baru. Dengan tentunya prediksi, analisa, dan verivikasi dari apa yang sudah di kumpulkan termasuk yang telah dialami.

*Baca ulang posting sendiri, komentar saya; postingan yang aneh, sok tahu pula……*

13 Responses to “Pilihan”


  1. 1 jensen99 7 January 2009 at 02:38

    Takdir saya bukan menjadi guru meskipun saya adalah lulusan fakultas terkutuk, butut, ndeso bernama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNLAM. Karena saya tidak memilih untuk menjadi guru setelah lulus.

    😆 😆 😆
    Nah, saya banget itu! Cuma UNLAM-nya saja yang saya perlu ganti UNCEN.:mrgreen:

  2. 2 nia 7 January 2009 at 08:42

    guru itu ga harus ngajar di sekolah kan Rid????

    kalau ngajarin auk pake flickr juga guru namanya … xixixixixixi

    nah itu juga termasuk takdir …

  3. 3 syafwan 7 January 2009 at 08:50

    Baru tahu, ternyata di kayuh baimbai banyak English graduate. Kaget? Lumayan sih. Kalau saya mau jadi apa ya? Basic keguruan malah mau jadi pemandu wisata.

  4. 4 soul 7 January 2009 at 11:10

    Guru tidak mesti mengajar di sekolah atau lembaga pendidikan brow…………….selama ada yang bertanya atau sharing dan kita diposisi sebagai penjawab, maka kitalah guru. Minimal menjadi guru untuk diri sendiri

  5. 5 Fritzter 7 January 2009 at 14:19

    Aah, padahal kampus sampeyan ini saya jadikan referensi.
    Ini baru ironi😆 , bagaimana satu orang meludahi pempek, sementara yang lain justru mendambakan pempek karena sehari-hari dicekoki tempek tempe.

    Saya sempat mengais-ngais sampah yang sampeyan ludahi, dan menemukan sedikit barang-barang berharga di dalamnya, yang tidak saya temukan di kampus saya, UNCEN:mrgreen:

    Pos 7 Bab VII
    3. Mahasiswa telah lulus minimal 120 154 SKS dengan Indeks Prestasi Kumulatif (lPK) >2 dan memprogramkan Skripsi dalam KRS, dan telah lulus mata kuliah Research in ELT Research doang (tidak ada MK Intro to Research).

    5. Mahasiswa memilih sendiri topik skripsi yang sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari diberi 2 pilihan genre topik dasar : (1) Pendidikan, (2) Sastra dalam hubungannya dengan pendidikan.

    Pos 6 Bab VI
    5. Beban Kredit
    Praktek Pengalaman Lapangan berbobot 6 sks 4 sks yang terdiri dari dua penggalan yang integratif yaitu PPL I dengan bobot 2 sks dan PPL II dengan bobot 4 sks satu kali PPL dalam satu semester saja.
    7. (2). Syarat khusus PPL I
    a. Telah memperoleh kredit minimal 90 sks Lulus SEMUA mata kuliah kecuali skripsi.

    Btw, saya gak nulis skripsi.😆

    Pos 5 Bab V
    4. Pengertian Ujian Akhir Semester
    Ujian Akhir Semester adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP dosen mata kuliah masing-masing dengan waktu pelaksanaan sesuai selera […] UAS dijadwalkan sesuai ketentuan Fakultas oleh dosen sesuai selera.

    7. Persiapan Ujian Akhir Semester (UAS)
    Tidak ada konsep persiapan.

    Pos 4 Bab IV
    Sama dengan UAS.

    Pos 3 Bab III
    8. f. Pelaksanaan Pembelajaran harus diawali dengan penjelasan Kontrak Perkuliahan dan disepakati bersama antara dosen dengan mahasiswa.
    Silabus saja untung2an kalo ada dosen yang mau bikin.

    8. g. Pelaksanaan pembelajaran dimonitor oleh Program Studi setiap 4 minggu baik untuk dosen maupun mahasiswa jumlah kehadiran minimum disesuaikan dengan peraturan akademik
    Tidak ada monitoring.

    9. Program Alih Tahun (PAT)
    Tidak ada program ini. Tidak ada semester pendek karena tidak ada liburan definitif. Tidak ada liburan definitif karena tidak ada batas penentuan berakhirnya suatu semester. Yang ada hanya penentuan mulainya suatu semester. Jadi semester ganjil berakhir tepat pada saat semester genap dimulai, dan sebaliknya.

    Pos 2 Bab II
    6. f. Konsultasi akademik dilaksanakan di ruangan konsultasi yang telah ditentukan di mana saja.

    6. i. Setiap kegiatan konsultasi akademik harus tercatat pada kartu konsultasi yang telah disediakan.
    Benda apa itu?

    Pos 1 Bab I
    b. Tiap semester Foto kopi Kartu Hasil Studi (KHS) mahasiswa dikirim oleh Program Studi kepada orang tua/wali mahasiswa sebagai laporan.
    Tidak pernah terjadi di kampus saya.😆

  6. 6 agorsiloku 8 January 2009 at 18:07

    Lha?… kok sekarang jadi ada?
    bingung deh….

    makin bingung lagi, tulisan ini juga ada di
    http://www.focusonit.info/?p=89859

    Jadi ini juga blognya Mas Farid?

    terus di situ aku juga komen seperti ini :
    Tulisan yang brilian… menarik. Agor suka deh baca tulisan ini.
    Pilihan manapun yang terjadi dan diambil dan berhasil diambil adalah takdir. Dan itulah takdir kita serta sekaligus konsekuensinya.
    Ini pernyataan yang benar dan saya juga sependapat. Seperti kisah Nabi yang berdiri di dinding yang akan runtuh dan ketika sahabat bertanya, maka dijawab bahwa Beliau berada pada satu takdir dan memilih takdir yang lain (takdir untuk tidak ditimpa dinding yang runtuh). Namun, saya tidak hapal deh asal usul hadis ini. Saya hanya dengar-dengar saja. Namun, intinya begitu.

    Namun, takdir juga diurus oleh Allah SWT, bagian dari resultante rencananya yang begitu halus dan lembut. Bagaimana Musa bayi menjadi orang yang menjatuhkan Fir’aun adalah nubuat yang telah ditetapkan.

    Allah membuktikan janjinya (yang diterima melalui mimpi Rasul) bahwa beliau akan memasuki Mesjidil Haram dalam keadaan aman. Ini sebuah sketsa kejadian dari sebuah runtutan peristiwa yang menunjukkan bahwa takdir terjadi dari suatu rencana yang dipersiapkan Allah yang membuktikan janjiNya (QS 48:27).

    Ketika mas mencapai tujuannya atau berhasil, kita memang tidak pernah tahu dan tidak bisa tahu, doa orang tua kah atau isterikah yang dikabulkan oleh Allah sehingga dan sedemikian rupa resultante kejadian menjadi demikian. Usaha manusia yang dilakukan juga berada takdir-takdir itu, bisa karena usaha sendiri, bisa dari pengabulan Allah terhadap doa seorang anak, Mas sendiri, atau orang lain.
    Tidak ada yang tahu.

    Namun, kita tahu, takdir adalah ketetapan yang Allah tidak mengubahnya. Dalam pengertian, hukum-hukum semestaNya.
    Salam…
    Senang bisa berkunjung ke sini….

    —–
    Bener-bener takdir yang memusingkan…😀

  7. 7 Fortynine 9 January 2009 at 01:24

    @jensen99: Berarti UNLAM dan UNCEN sama hancur-nya

    @nia: Ya ya ya. Tapi bukan guru semua sebutannya. Kalau saya ngajar mahasiswa kan namanya jadi dosen,bukan guru. :mrgreen:

    @syafwan: Banyak? Siapa aja coba?😛

    @soul: Kalau saya malas menggurui diri sendiri. Saya lebih suka mengajak diri sendiri berdiskusi

    @Fritzter: Kalau melihat tulisan situ saya merasa malahan kita sama sama pernah terjebak di kampus ndeso lho….

    Saya memang masih malas untuk mereview betapa “luarbiasa”nya FKIP, apalagi English Department-nya. Saya coba kumpulkan kemauan dulu.

    @agorsiloku: Kemaren sempat ke-publish, lalu waktu terbitnya saya ubah. Namun nampaknya ping-nya masuk ketika pertama kali terbit.

    makin bingung lagi, tulisan ini juga ada di
    http://www.focusonit.info/?p=89859

    SPAM! Blacklist-kan saja saja link tersebut

    Tulisan yang brilian… menarik. Agor suka deh baca tulisan ini.

    Ampun Kang, saya jadi malu….

    Namun, takdir juga diurus oleh Allah SWT, bagian dari resultante rencananya yang begitu halus dan lembut. Bagaimana Musa bayi menjadi orang yang menjatuhkan Fir’aun adalah nubuat yang telah ditetapkan.

    untuk beberapa hal seperti contoh Nabi Musa itu, saya juga percaya. Sama seperti takdir bahwa ada seorang manusia yang memiliki tanggal lahir dan tanggal meninggal yang berdekatan atau bahkan tepat bersamaan.

    Soal hasil akhir memang selalu ALLAH yang mengatur, atau mungkin menyediakan.

    Ketika seorang anak orang kaya jadi pintar karena punya duit untuk sekolah dan menuntut ilmu, itu bukan takdir yang sudah dipilihkan, namun memang sudah sewajarnya karena usaha dan hasil berjalan seiring.

    Yang takdir yang akan benar benar ajaib adalah ketika seorang anak gembel tiba tiba bisa jadi professor, dimana si anak tersebut bahkan tidak pernah sekolah. Ini yang benar benar takdir yang menurut saya sama sifatnya macam Nabi Musa!

  8. 8 warmorning 9 January 2009 at 11:10

    memenga sudah takdir kalau 049 itu adalah seorang farid !!!
    bukan faridah !!

  9. 9 warmorning 9 January 2009 at 11:11

    memang sudah takdir kalau 049 itu adalah seorang farid !!!
    bukan faridah !!

  10. 10 hera 9 January 2009 at 13:17

    hihii…kang farid ternyata lucu juga ya????!!!😉

  11. 11 Sarah Luna 24 January 2009 at 11:40

    Koment nya kok puanjang puanjaaaaaaaaaang ya.. ckckckkckck..
    Tapii jadi membayangkan.. kalo Farid jadi Guru beneran gimana yaa?, Gru yang cakep, gagah, dan di sukai murid-muridnya.. hihihi…

  12. 12 Fortynine 24 February 2009 at 02:33

    @warmorning: Kalau begitu operasi kelamin juga mengubah takdir dunk Pak.

    @hera: Masa sih? PAdahal saya orangnya serius kok Bu.:mrgreen:

    @Sarah Luna: Yang jelas kalau saya jadi guru, murid murid bakalan pulang lebih cepat


  1. 1 Mengapa saya kuliah sampai 6 6,5 7 tahun « Fritzterealm Trackback on 7 January 2009 at 14:33

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 1 day ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: