Untitled

Waktu itu hujan lebat. Lebih terasa lebat karena saya menunggang sepeda motor tanpa ponco dan saya menembus rentetan karunia Tuhan bernama tetesan air. Pelukan erat dari seseorang yang saat itu masih berstatus mahasiswi seangkatan saya yang berada di posisi penumpang juga sudah tidak terasa nikmatnya lagi, bahkan lama kelamaan malah tidak berasa apa apa pudar digantikan perasaan jengkel karena harus kehujanan. Bukan perasaan kedinginan, karena kebetulan suhu tubuh saya memang agak berbeda, dan sangat sukar untuk menyesuaikannya dengan kondisi tropis Negara Keparat Republik Indonesia. Basah kuyup, namun juga posisi saat itu cukup dekat dengan rumah seorang rekan yang selama itu, bahkan hingga saat ini masih sering dijadikan sasaran pelecehan seksual verbal.

Maka sayapun memutuskan untuk singgah di rumahnya. Rumah yang selama ini sering saya singgahi ketika saya haus selama perjalanan dari Banjarbaru ke Banjarmasin atau sebaliknya. Rumah yang sejak pertama kali saya datangi terus berevolusi tanpa pernah saya sadari.

Rumah seorang kakak angkatan saya di kampus butut dan terkutuk bernama FKIP UNLAM. Rumah seorang senior saya di sebuah jurusan jahanam keparat bernama Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Rumah seorang rekan sekampus semasa saya disiksa di salah satu neraka dunia bernama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Rumah seorang Fadil, yang kemudian dikenal di dunia maya sebagai Manusiasuper.

Orang orang rumah ini sangat welcome, jikalau di Banjarbaru ada rumahnya si kriting yang sudah mampus terkubur dalam selokan sempit bernama pernikahan yang menjadi rumah kedua saya. Rumah Amed di Banjarmasin sudah seperti rumah sendiri buat saya, maka rumah Mansup adalah persinggahan terbaik saya ditengah perjalanan. Disana, disetiap persinggahan saya selalu ada teh dan wadai gratis yang selalu saya embat, lumayan daripada beli.

Dan luar biasanya selama ini setiap saya singgah selalu ada saja yang bisa saya embat. Termasuk koleksi MP3 dan konten konten pendidikan anatomi yang secara tanpa ijin saya obrak abrik dari recycle bin kompinya Mansup.

Kembali soal kehujanan, saya memutuskan bahwasanya Fadil dan rumahnya adalah persinggahan terbaik buat saya ketika itu. Daripada saya meneruskan perjalanan, lantas pulang ke rumah masing masing dengan kondisi basah kuyup tanpa bisa bercinta. Lebih baik saya turunkan dulu darah hitam yang sudah mengalir deras hingga memenuhi otak cerdas saya.

Siapa tahu secangkir teh hangat dan batangan batangan rokok yang mengiringi canda tawa bersama Fadil selama menunggu hujan reda bisa membuat saya kembali menjadi seseorang yang normal. Yang jelas, kalau singgah saya bisa dapat baju dan celana yang kering, sekalian kalau Fadilnya lupa nagih bisa jadi pakaian dapat gratisan buat saya.

Kalau tidak salah, celana panjang Fadil yang saya pinjam waktu itu memang benar benar jadi celana gratis, alias semenjak dipinjamkan olehnya maka celana tersebut tidak pernah saya kembalikan kepada sang pemberi pinjam. Sayangnya ukuran pinggang saya saja yang sudah tidak sinkron lagi dengan celana panjang tersebut. Mungkin celana yang sekarang kekecilan dan juga entah diapakan oleh orang tua saya itu memang adalah benar miliknya Mansup. Untuk ini saya mohon maaf buat Mansup, semoga dengan terungkapnya kembali kejadian ini bisa mengingatkanmu untuk mengembalikan bluetooth connector milik saya yang kau pinjam dan sampai sekarang belum kau kembalikan.

Ketika sudah selesai minjam celana, hujan reda dan saya mau pamit pulang, seorang ibu berkata jangan bulikan dulu, makanan dulu nah….. Meskipun lapar, sebenarnya saya sangat tidak suka untuk menolak ajakan makan, apalagi waktu itu makanannya lagi lagi kalau saya tidak salah ingat adalah ayam panggang. Makan Gratis…..

Ibu itu adalah Mama dari seorang Fadil, ibu yang baik hati, dan entahlah apakah beliau masih ingat nama asli saya atau tidak, yang jelas saya merasakan sapaan dan ajakan makan dari beliau tak pernah berbeda dengan apa yang diucapkan Mama Mama saya yang lain. Mama yang di Kelapa Gading, atau Mama yang di kilometer 6.

Sungguh, sebagai seorang manusia, adalah kurang ajar dan durhaka ketika saya tidak pernah mengingat kasih sayang yang beliau limpahkan kepada seorang mahasiswa gondrong dan tidak pedulian macam saya ini. Terkutuklah saya ketika saya tidak sedikitpun merasakan kesedihan Fadil!

Saya tidak akan pernah bisa merasakan sepenuhnya apa yang dirasakan oleh Fadil, seperti halnya saya yakin tidak akan ada seorangpun yang bisa merasakan apa yang saya rasakan. Namun apa yang mungkin dikatakan sebagai simpati adalah wajib ada di perasaan saya jika saya masih mengaku sebagai manusia.

Memang saya tidak ikut mengucap kata kata duka, lidah ini hanya menyampaikan bunyi bunyian yang terangkai menjadi bahasa verbal, dimana zat tadi menuju telinga manusia lain, lantas apa yang terproduksikan tadi bagi sebagian orang di cap sebagai kata kata tidak sopan. Saya juga tidak kirim sms milis berisi Innalillahiwainnalillahi rojiun dan seterusnya. Bahkan ketika saya mengabari yang lain termasuk dia yang sekarang sudah jadi dosen cuma dengan pesan singkat yang menurut saya bagi orang orang lain yang masih menganut doktrin kesusilaan dan kesopanan ala pelajaran P4 adalah perkataan yang sangat tidak pantas.

Buat saya moral, sopan santun, bahkan adat istiadat hanyalah produk dari pikiran picik dan tolol manusia manusia jaman jadul, atau bahkan hanyalah warisan yang tidak pernah diperiksa kesesuaiannnya dengan perkembangan dunia yang makin mendekati kiamat.

Maka inti dari tulisan yang ini, saya ingin Fadil tidak percaya, juga siapapun yang membaca tulisan ini tidak akan ada seorang pun yang percaya bahwasanya saya sangat berduka atas apa yang terjadi pada diri seorang Manusiasuper.

Sementara pesan pribadi saya buat Fadil yang tidak ingin saya sampaikan kepada khalayak ramai adalah; Pertama; tolong secepatnya kembalikan bluetooth connector saya yang ente pinjam. Kedua; apa ya?? SUMPAH saya lupa. Nanti saya update kalau sudah ingat apa yang tadinya saya ingin tuliskan. Yang jelas saya minta kamu berterima kasih karena saya sudah begadang buat nulis ini. Meskipun saya sendiri tidak tahu sebenarnya saya mau minta kamu berterima kasih dengan apa atau dengan cara apa….

Selamat jalan Mama, bolehkan aku panggil Mama… Jangan lupa maafkan aku atas segala kesalahanku. Semoga hanya engkau yang percaya kalau aku berduka atas kepergianmu, semoga mereka semua yang kenal aku tidak ada yang percaya, karena aku juga tidak mau mereka percaya.

Oh iya Hung, auk dah ingat pesan kedua; Kena kena mun beacaraan jangan malam malam kaya semalam, ngalih kawan mendatangi. Masa sampai kerumah bukil dari acara imak jam setengah empat subuh?

30 Responses to “Untitled”


  1. 1 Syams Ideris 8 January 2009 at 07:23

    wahahaha…FKIP Unlam dikatakan kampus butut.
    Ketahuan…imak lulusan jadul! Soalnya wayah ini FKIP unlam udah keren,

    Lihat ja..di halaman muka terpampang visi misi..
    Bangunannya di cat baru semua walaupun para Dosen tidak mempunyai kursi dan meja tetap….
    Ada hotspot walaupun kadang tulalit dan lelet…
    Tapi tetap ja FKIP Unlam is my best Campus…

  2. 2 syafwan 8 January 2009 at 08:51

    Posting ini harusnya berjudul re-asking

  3. 3 kin 8 January 2009 at 09:10

    panjang bgt….

    hehehhe…

  4. 4 Aap 8 January 2009 at 09:22

    kalo kehujanan singgah dirumahku..tapi bawa martabaklah..!

  5. 5 ManusiaSuper 8 January 2009 at 09:29

    Ente berduka atau mencela seh??

    Satu hal, mama tidak pernah lupa nama teman saya yang pernah ketemu beliau. Bahkan kerap menanyakan kabar kalian.. ‘anak amet sehat ja kalo?’, ‘farid sudah kawin lawan r*id*?’, ‘kamay lulus lah sudah?’, dan pertanyaan-pertanyaan sejenis itu lainnya..

    Satu lagi.. ITU BLUTUT PUNYA SAYA!! ENTE KELAMAAN PINJAM JADI PAS DIAMBIL BALIK MALAH BERASA PUNYA SENDIRI!!

  6. 6 nia 8 January 2009 at 11:13

    Farid .. hiks, terharu baca postingan imak …

    biar jam berapapun balik k rumah malam itu, yang penting imak dah menghibur mansup …

  7. 7 soulharmony 8 January 2009 at 11:26

    mansup protes karena juga alumni sana

  8. 8 gusti 8 January 2009 at 12:35

    wahahaha… dari awal postingan.. semua hal sudah dicaci maki… dan di endingnya.. huhuhu… melankolis bro…

  9. 9 itikkecil 8 January 2009 at 12:58

    ih kok malah nagih barang?๐Ÿ™„

  10. 10 yulianbjm 8 January 2009 at 13:42

    masalah blutut….mana neh yang benar…..mansup atawa anda…?

  11. 11 Amed 8 January 2009 at 17:46

    โ€˜farid sudah kawin lawan r*id*?โ€™

    :mrgreen:

    Anyway, tulisannya kebanyakan ‘bumbu’, jadi keasinan…

  12. 12 agorsiloku 8 January 2009 at 18:03

    https://kosongempatsembilan.wordpress.com/2009/01/04/pilihan/

    masih sama nih Mas Farid…
    aku nggak nemu……kemana linknya…
    apa link di 049 itu dijadikan private?

    (maapin, komen nggak sesuai tema).. soalnya nggak ada tempat buat nyari….

  13. 13 Fortynine 9 January 2009 at 01:40

    @Syams Ideris: Waduh Pak, kira kira saya dan anda yang mana ya yang duluan jadi mahasiswa.๐Ÿ˜€

    Masih kerenan semasa saya dulu. Soalnya dulu punya lab bahasa di depan, di rektorat lama.:mrgreen:

    @syafwan: kenapa harus re-asking??

    @Aap: Masa harus beli martabak, lalu nunggu hujan, lantas ke ruamh anda?๐Ÿ˜€
    Atau ketika hujan, berangkat, lalu beli martabak, lau singgah di sana. He he he

    @ManusiaSuper:

    Ente berduka atau mencela seh??

    Sudah ada di dalam tulisan kawan, mungkin kemampuan readingmu saja yang lagi turun sehingga sukar menyimpulkan, atau kau sedang pura pura.

    Satu hal, mama tidak pernah lupa nama teman saya yang pernah ketemu beliau. Bahkan kerap menanyakan kabar kalian..

    I got no words to write……

    Satu lagi.. ITU BLUTUT PUNYA SAYA!! ENTE KELAMAAN PINJAM JADI PAS DIAMBIL BALIK MALAH BERASA PUNYA SENDIRI!!

    Em…. Kemaren ngambilnya curang sih, waktu saya ga ada di rumah

    @nia: Kenapa terharu? Inikan bukan script untuk telenovela?

    @gusti: Melankolis? *garuk garuk kepala*
    Melankolis apa sih Gus??

    @itikkecil: Daripada nagih hutang.:mrgreen:

    @yulianbjm: Percayakan kata hati anda….. (hati bisa ngomong sendri ya)

    @Amed:

    โ€˜farid sudah kawin lawan r*id*?โ€™
    :mrgreen:

    Sudah RANCAK!!!! Nikahnya yang kada sawat

    Anyway, tulisannya kebanyakan โ€˜bumbuโ€™, jadi keasinanโ€ฆ

    Maaf Pak, ini tulisan bukan soal wisata kuliner

    @agorsiloku: OOt bisa di sini Kang. Saya juga sudah kasih respon di sini dan di sini

  14. 14 hera 9 January 2009 at 02:21

    Waduwh, baru baca postingannya neh.. Judulnya sama yang baru saya posting,
    maaf..

    Eniwei, terharu juga baca ni posting.. Eh ujung2nya malah nagiH barang,hi6x..
    Memmang..kampus itu menyisakan kenangan buruk buat saya,hee.. Tapi bukan yg jurusan itu c..๐Ÿ˜‰

  15. 15 joesatch yang legendaris 9 January 2009 at 05:04

    tuh, kamu ditanyaain rid, jadi kawin apa ndak?๐Ÿ˜›

  16. 16 warmorning 9 January 2009 at 11:04

    “. uncomment ..”
    sahabat macam kalian, terasa unik, ganjil & langka,’
    but here you are ! amazing ..

  17. 17 Zian X-Fly 11 January 2009 at 05:18

    Apa tuh bacaanya. kada mangarti nah.

  18. 18 cK 11 January 2009 at 22:14

    saya terharu melihat keakraban kalian…

  19. 19 chiw 13 January 2009 at 00:06

    semoga dengan terungkapnya kembali kejadian ini bisa mengingatkanmu untuk mengembalikan bluetooth connector milik saya yang kau pinjam dan sampai sekarang belum kau kembalikan.

    ini udah diposting ampe berapa kali ya?๐Ÿ™„

    betewe, ketika amed telah mengakhiri hidupnya:mrgreen: dan mansup pun beranjak dewasa, singkatnya, ketika teman teman homokmu mulai menemukan teman hidup barunya, kamu SAMA SIAPAAA??? mau sama wahyu terusss???
    :mrgreen:

  20. 20 Fortynine 13 January 2009 at 01:30

    @hera:

    Judulnya sama yang baru saya posting

    Padahal kita tidak janjian kan Bu??

    kampus itu menyisakan kenangan buruk buat saya,hee.. Tapi bukan yg jurusan itu c..๐Ÿ˜‰

    ini maksudnya jurusan sejarah??

    @joesatch yang legendaris: Jadi, jadi… tenang saja…..๐Ÿ˜€

    @warmorning: Thank you

    @cK: Saya juga terharu karena Ibu telah menyempatkan diri berkomentar di sini

    @chiw:

    ini udah diposting ampe berapa kali ya?๐Ÿ™„

    Baru 2 kali

    betewe, ketika amed telah mengakhiri hidupnya:mrgreen: dan mansup pun beranjak dewasa, singkatnya, ketika teman teman homokmu mulai menemukan teman hidup barunya, kamu SAMA SIAPAAA??? mau sama wahyu terusss???
    :mrgreen:

    Sebuah usaha pembunuhan karakter yang gagal total. He he, maklumlah, dirimu memang masih terlalu hijau untuk mengerti yang biru.
    *masih ngakak teringat soal loudspeaker kemaren….*

  21. 21 Amed 13 January 2009 at 01:31

    Idih, Siwi belum tau ya Rid? Hwehehehe..๐Ÿ˜ˆ

  22. 22 Fortynine 13 January 2009 at 01:40

    Belum tau yang mana?

    1. Wahyu sudah punya istri?
    2. Fadil punya….(tidak tega ngisinya)
    3. Saya sudah…(tidak tega juga ngisinya)
    4. Atau soal loudspeaker yang sudah menyebar luas itu?
    :mrgreen:

    itu ikonmu maksudnya apa Ndul??

  23. 23 Amed 13 January 2009 at 01:49

    Hehehe…๐Ÿ˜ˆ

  24. 24 mancaracat 14 January 2009 at 00:16

    aux kada umpatan gin lah…

    aux lain anak kampus

  25. 25 hera 16 January 2009 at 14:54

    #farid: …………………..maksudnya yang dicoret tu apa yaa????!!!??? perasaan tipa curhat gak pernah sebut merk deh!๐Ÿ˜ฅ

  26. 26 mbelgedezโ„ข 24 January 2009 at 12:08

    .
    Hoi, Amed, mansup…
    Kalian orang banjar memang pertemanan yang aneh….

    ๐Ÿ˜†

  27. 27 jensen99 25 January 2009 at 00:29

    FKIP saya juga butut terkutuk. ๐Ÿ˜ˆ

    *tidak perduli isi post yang lain*

    Oh ya, kenapa bluetooth connector itu tidak beli saja sendiri2?

  28. 28 islamanda 25 January 2009 at 12:15

    salam kenal, kemaren ikut kopdar di Telkom pas kayuh baimbai ultah tapi malu gabung, jadi cuma ngobrol ma chandra aja. Masih belajar bikin blog, belum ada posting

    cha2

  29. 29 ifoel 26 January 2009 at 21:57

    salam kenal

  30. 30 Fortynine 24 February 2009 at 02:29

    @mancaracat: Iih Om, kena bedauran mun kebanyakan nang umpat.๐Ÿ˜€

    @hera: Anu, mungkin itu hanya kebetulan yang disengaja.

    @mbelgedezโ„ข: Aneh bagi orang lain, tapi nampaknya tidak buat kami Pak

    @jensen99:

    FKIP saya juga butut terkutuk.๐Ÿ˜ˆ

    Kalimantan dan Papua memang sudah saatnya lepas dari Negara Terkutuk Republik Indonesia! *ga nyambung mode*

    Oh ya, kenapa bluetooth connector itu tidak beli saja sendiri2?

    Ga ada duit Pak. Duitnya habis buat bayar pajak untuk negara tekutuk ini

    @yang sekedar salam kenal: Lain kali ke sini aja ya. Belajarlah memperhatikan apa apa yang sudah disediakan pemilik/admin blog. Termasuk memncari buku tamu atau tempat untuk berkomentar yang tidak ada hubungannya dengan isi postingan.


Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: