Tubeless or Tubetype ?

Tahukah anda apa itu ban bertipe tubeless? Kalau anda baru sekali bertemu kata tubeless, ada baiknya anda membaca artikel ini sebagai pencerahan sekaligus menjaga agar mulut anda tidak termonyong moyong, atau alis dan jidat mengkilat anda tidak tambah licin karena bingung.

Ada ‘less’ pasti ada ‘more’. Sayangnya ban tubeless memiliki lawan kata yang tidak berbentuk ‘tubemore’ melainkan tubetype. Nah kalau anda juga baru sekali bertemu dengan kata ‘tubemore’ tubetype, silakan bertanya pada si Mbah Gugel.

Oke, sekarang cerita dulu sedikit. Fabio, Honda Tiger warna Hitam rakitan tahun 2007 waktu pertama kali diboyong dari dealer menggunakan ban merk IRC. Ban tersebut adalah tubetype. Seiring perkembangan jaman, ban depannnya berganti menjadi ban tubeless merk FDR ukuran 110/80, sementara ban belakangnya dipasangi Bridgestone Battlax BT45 ukuran 130/80, tubeless juga. Namun demi keamanan, berhubung jalanan yang sering saya lewati biasanya berhiaskan pasir, kerikil bahkan paku, maka ban dalam saya cantolkan sebagai back up.

Nah, terlepas dari tipe tubeless versus tubetype itu, sebenarnya adalah pemborosan ongkos ketika saya menggunakan ban dalam untuk dicantolkan pada ban tubeless. karena harga pentil khusus tubeless cuma 10.000 rupiah sementara harga ban dalam bisa mencapai 30.000. Namun demi kepuasan pemakaian dan kenyamanan maka saya tidak perlu mempermasalahkan pengeluaran ekstra guna hal tersebut. Termasuk menghadiahi Fabio gear dan rantai baru untuk ultahnya yang ke-2. Sebagai perayaan juga kemaren telah dilaksanakan tawaf Banua enam bersama rekan rekan Banjarbaru Tiger Rider Community pada tanggal dimana Fabio ultah seharga 320.000 rupiah sebagai pembayaran faktur pajaknya di SAMSAT.

Kalau saya yang membeli ban dalam, itu memang dikarenakan saya memang perlu melakukannya guna kelancaran perjalanan, baik itu touring maupun pemakaian harian. Sekarang sebelum sampai pada ending dan kesimpulan, mari ikuti sedikit kisah aneh yang terjadi di Kantor Kecamatan Paling Miskin Se-Banjarbaru.

Bulan Oktober – Nopember 2009 Kecamatan Termiskin Se-Banjarbaru ini mendapatkan suntikan tenaga baru, tenaga kontrak alias pegawai tanpa tunjangan, yang syukurnya kepala dan rambutnya tertutup sehingga wajahnya saja yang terlihat ketika bepakaian dinas. Namun saya mungkin harus mengucap ‘astagfirullah’ ketika mengetahui bahwasanya;

Pegawai yang masuk pada bulan Oktober adalah perempuan. Status Hubungan: Menikah, dengan dikaruniai dua orang anak. Status Kekeluargaan: Ponakan Ketua DPRD!

Pegawai yang masuk pada bulan Nopember adalah perempuan. Status hubungan: Rumit. Status Kekeluargaan: Ponakan ibu walikota!

Pegawai Oktober adalah mantan mahasiswa, bertugas di ruangan terbesar di kantor. Sementara pegawai Nopember adalah mantan siswa, tapi juga mantan karyawati bengkel, sehingga dilengkapi kemampuan analisa otomotif dan harga spare part yang saya yakin berada jauh diatas karyawan karyawan kantor sekarang. Berhubung ketika dirinya meninggalkan bengkel sang pegawai pengganti masih terlalu hijau untuk mengerti yang biru, maka mantan kantornya masih sering menghubunginya, utamanya juga soal pembelajaran pembukuaan. Sehingga setiap kali telepon miliknya berdering saya sudah mulai terbiasa mendengar percakapan yang menyerupai percakapan di bengkel, dealer, atau di bank.

Pada suatu hari, seperti biasa telpon berbunyi lagi, namun jawaban yang saya dengan dari sang pemegang telepon adalah: “Kurang Tau”. suatu hal yang agak aneh, kalau menurut saya pribadi karena saya yakin yang menelepon ketika itu adalah pagawai pengganti di mantan kantornya yang sedang konsultasi, dimana selama ini statistik membuktikan dirinya tak pernah memberikan jawaban sedemikian hingga. Setelah percakapan telepon berakhir, saya ingin bertanya sekedar basa basi,malah kedahuluan oleh sang pegawai Nopember (namanya, sebut saja Bunga): Mba Manohara Bendahara yang nelpon…

Fortynine: Tumben? Menanyakan apakah dirinya?
Bunga: Harga ban dalam
Fortynine: ban dalam untuk tipe ban dan kendaraan apa?
Bunga: Harga ban dalam untuk mobil Avanza dengan nopol D* 2** R, buat dicantumkan dalam biaya perawatan, katanya
Fortynine: Bukannya tuh kereta jepang pakai ban dalam tipe tubeless?????

Kalau anda tidak percaya, atau terlalu malas untuk seledar menengok ban mobil anda untuk meyakinkan diri bahwasanya Avanza itu pakai ban tubeless, saya berikan kemudahan untuk anda, tinggal klik link ini saja.

Note: Modifikasi percakapan terjadi dalam tulisan kali ini.

13 Responses to “Tubeless or Tubetype ?”


  1. 1 nia 4 December 2009 at 16:22

    no.1

    salut .. kali ini pun postingannya masih sopan dan tdk memaki² …
    selamat ultah buat Fabio, makan²

  2. 2 Wawan 4 December 2009 at 21:43

    akal bingung saya berkata, apakah dia mau korup atau dia tidak pernah tau ban jenis apa yang dia gunakan

  3. 3 aidicard 5 December 2009 at 09:06

    Wah… mencurigakan tuh bro… hi3x..

  4. 4 freezipe.com 5 December 2009 at 10:10

    wkaka..

  5. 5 Rizal 5 December 2009 at 15:41

    wah jgn2 itu mobil yg sering parkir dekat dari tempat saya kerja DA 21 ER

  6. 6 Amd 5 December 2009 at 23:17

    *menghitung-hitung biaya yang dikeluarkan buat fabio…*

  7. 7 yulian 6 December 2009 at 16:29

    keponakan ketua DPRD..? heemmm…sepertinya saya tau..

  8. 8 Fortynine 7 December 2009 at 19:10

    @nia: Saya memang orang yang sopan, baik hati, dan tidak sombong kok

    @Wawan: itu cuma pencarian alasan guna si pengguna anggaran Wan, nanti lah kita jelaskan lebih lanjut di forum tertutup saja

    @aidicard: Yah, namanya juga kantor pemerintahan Negara Keparat Republik Indonesia

    @Rizal: “R” saja ujungnya, artinya kode area Banjarbaru. Kalau yang anda sebutkan nampaknya nopol khusus,kalau merujuk kode area itu kode area HSS.

    @Amd: Berapa? Dapatlah sudah?

    @yulian: Parak situ pang rumahnya ketua DPRD…

  9. 9 warm 13 December 2009 at 09:11

    tubeless yg useless.. hahaha

    ponakan2 bedebah😀

  10. 10 mancaracat 13 December 2009 at 20:54

    wah kalau nopol yang awalnya D*2**R itu kan kode banjarbaru , namun kalau yang ditunjukkan rizal itu kode area HST(barabai) bukan HSS(kandangan) seperti yang kau sebutkan itu, hehehe

  11. 11 Opini mahasiswa 18 December 2009 at 19:55

    wah.. saya kurang mengerti masalah ban nih.. he..

    mancaracat – itu kode nopol daerah banjarmasin, he… (ngikut…)

  12. 12 hera 20 December 2009 at 17:50

    met ultah bwt fabio aj yaaa…… ^^
    ga ngerti soal ban2 soalnyaa,hehee

  13. 13 Fortynine 23 December 2009 at 11:26

    @warm::mrgreen:

    @mancaracat: 100 untuk anda!😀

    @Opini mahasiswa: Yasudah Pak, cari yang mengerti dan dimengerti sahaja…

    @hera: Terima kasih…


Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: