Banjarbaru, 10 Maret

Lupa, kalau semalam adalah tanggal 10 Maret. Seharusnya saya repost tulisan ini. Sayangnya tulisan tersebut diproteksi, bahkan sialnya saya benar benar lupa kata sandinya. Sudahlah, kalau begitu lanjutkan kepada kisah panjang selama 10 Maret 2010 sahaja.

::::::::::::

Pagi hari, ketika baru merapat di kantor kecamatan paling miskin se-Kota Banjarbaru, saya mendapati boss ruangan saya sedang mengetik sebuah surat tanpa kop surat khas kecamatan. Biasanya, hal ini hanya terjadi untuk surat yang bersifat pribadi, bukan demi kepentingan kantor. Setelah diperhatikan ternyata surat tadi merupakan sebuah surat pernyataan.

Sebelum saya bertanya, beliau bertanya duluan: “Tanggal sekian bulan sekian tahun 1986 hari apa?”.

Saya buka HP CDMA butut saya, pilih menu go to date, lantas setelah menemukan tanggal yang dimaksud, saya jawab: “Hari minggu, Pak”

“Berarti pas, memang biasanya resepsi pernikahan dilaksanakan hari Minggu bukan??”

“Iya” sahut saya, lantas menyambung dengan pertanyaan: “bikin surat apa Pak?”. Beliaupun menjawab: “Ini adalah surat pernyataan, buat adopsi anak”.

“Adopsi anak??”

“Iya, yang mau mengadopsi adalah temanku, istrinya pegawai salah satu perusahaan pengeruk kekayaan alam Kalimantan, sementara suaminya adalah pegawai yang setiap senin pakai baju hijau LINMAS. mereka ini orang berduit, namun ada satu hal yang tidak bisa mereka beli: KETURUNAN”

Lantas saya menyambung dengan pertanyaan lagi: “Lantas mereka mengadopsi anaknya siapa?”

Beliau lalu menerangkan sedikit. Pasangan yang berkecukupan dan berbahagia secara meterial ini memang berniat mengadopsi anak dari seorang wanita yang mengaku suaminya telah meninggal. Mereka mengetahui informasi tentang anak ini dari istri boss ruangan saya. Menurut beliau sang wanita yang bakal memberikan anak kandungnya tersebut ditinggal mati oleh suaminya.

Namun beliau menambahkan bahwasanya beliau sendiri sebenarnya kurang yakin dengan kondisi yang dituturkan oleh wanita tadi. Soalnya data data dirinya saja “terpaksa harus dibuat secara fiktif”. Hal ini dikarenakan sang wanita tidak memiliki identitas sedikitpun, sehingga sampai sampai Kartu Tanda Penduduk saja harus dibuatkan ulang dengan data yang hanya berdasarkan atas pertanyaan lisan tanpa disertai bukti bukti tertulis.

“Mungkin suaminya masih ada, tapi memang mereka tidak berniat membeasarkan ini anak” sambung beliau. “Atau ini orang adalah istri muda, istri simpanan?” lanjut saya. “Yang lebih parah lagi, siapa tahu wanita ini adalah bukan seorang janda, namun memiliki anak yang bukan merupakan bentuk dari kerjasama antara dirinya dan suaminya, sehingga sang anak yang tak bersalah harus mengalami penalty seperti ini”.

::::::::::::

Sepulang kantor, saya diskusi dengan ibu saya. Soal BAWASDA, atau yang sekarang bertransformasi nama menjadi INSPEKTORAT. Bulan lalu kantor saya yang diubek ubek oleh manusia manusia keparat gila point itu. Hari itu (10 Maret 2010), sekolahan ibu saya yang direpotkan oleh para sontoloyo tersebut.

Nah kenapa mereka ini sangat saya benci? Ya karena mereka ini suka mencari cari kesalahan, dan bukan membenarkan yang salah. Mau bukti dan contoh? Mari saya berikan sedikit paparan.

Sebagai pembuka dan supaya anda tahu kalau mungkin pada belum tahu. Mereka mereka dari INSPEKTORAT ini tugasnya adalah membenarkan kesalahan yang terjadi di berbagai kantor pemerintahan, termasuk juga sekolahan sekolahan yang berada di lingkup Pemerintah Kota. Setidaknya itulah penjabaran yang saya dapatkan dari dukun di kampung bernama Lemuria.

Ketika mereka memeriksa kemana saja aliran dana salah satu SLTP Negeri di suatu daerah di Kalsel, mereka menanyakan kenapa sekolahan meletakkan harga 30 rupiah untuk satu rim kertas, sementara menurut mereka harga eceran tertinggi satu rim kertas adalah 29 rupiah. Ini adalah sebuah pertanyaan konyol mengingat; jika harga satu rim kertas adalah 29 rupiah, maka instansi pemakai anggaran haruslah meletakkan harga sebesar 30 sampai 31 rupiah, karena mereka yang menggunakan anggaran masih harus bayar pajak sebesar sekian persen dari harga.

Contoh lain, misalnya kantor Kecamatan yang miskin papa itu secara ajaib ingin membeli sebuah sepeda motor untuk kepentingan dinas seharga 15 juta rupiah, maka kantor harus memalsukan nota pembayaran menjadi 16.5 juta rupiah. Dengan rincian 15 juta untuk pembayaran betulan, sisanya buat ditelan sendiri oleh pengguna anggaran bayar pajak.

Yang lebih konyol lagi, INSPEKTORAT KEPARAT ini juga pasti sudah mengetahui dengan pasti daftar harga, mengingat Pemerintah Kota sendiri sudah membagikan daftar harga secara detail kepada seluruh pengguna anggaran di ruang lingkup Pemko.

Sementara pengandaian lain adalah ketika saya menemui pengalaman dari sumber terpercaya; mereka meriksa kelengkapan Bagian Umum dan Kepegawaian; Para kampret INSPEKTORAT ini mempertanyakan apakah kantor Kecamatan memiliki buku tamu. Sementara mereka sendiri TIDAK PERNAH menanyakan hal ini ketika datang beberapa hari sebelumnya. Selama kedatangan mereka guna melakukan pemeriksaan, mereka tidak pernah meminta dan mempertanyakan dimanakah gerangan buku tamu, ketika sampai ketika giliran UMPEG, dengan polosnya mereka mempertanyakan dimanakah gerangan sang buku tamu berada??. Bahkan hanya untuk sekedar berniat mengisi buku tamu saja mereka tidak pernah lakukan hari hari sebelum memeriksa UMPEG. Apakah mungkin mereka menganggap mereka bukan tamu…..??

Mereka ini juga, menurut keterangan beberapa saksi saksi yang tentunya tidak layak saya sebutkan di sini, selalu dapat duit dan atau makan siang ketika berkunjung ke kantor yang diperiksa, berapa jumlahnya tidak layak saya sebutkan. Selain dikasih amplop itu, mereka juga mendapatkan jatah makan siang, dimana nominal yang harus dibayarkan bendahara kantor pastinya tidak kurang dari ratusan ribu rupiah untuk menyumpal mulut bedebah bedebah yang bernaung di bawah instansi bernama INSPEKTORAT ini.

Apakah anggaran tahunan setiap SKPD tersedia untuk hal hal macam itu? Tentu saja tidak! Mereka bisa saja makan duit hasil sim salabim ATK kantor sehingga jatah rim kertas SKPD berkurang setiap tahun dan bulannnya, atau bahkan gajinya pegawai tidak tetap dan sejenisnya yang disumpalkan sementara untuk mulut mereka, untuk kemudian bendahara putar otak, sekaligus sim salabim apalagi yang harus dilakukan guna bayar gaji! Maka wajar bukan kalau gajian tenaga kontrak biasanya dan bisa bisanya telat sampai 2 MINGGU hingga 2 BULAN!

::::::::::::

Masih di hari yang sama, dalam sebuah diskusi penutup makan siang, teman saya dari kantor lain bercerita betapa menyebalkannya pasukan INSPEKTORAT, dimana juga salah satu pemeriksa dari INSPEKTORAT menurutnya berkata yang kira kira terjemahan bebasnya seperti ini; “Saya juga mantan Lurah, saya bisa paham kemana dana sosial bisa lenyap, tapi kalau mau melenyapkan dana sosial seharusnya bisa dilengkapi pembodohan pembodohan seperti tanda terima dan catatan, atau daftar hadir rapat”

Saya tanggapi; “Seharusnya bapak mantan Lurah tadi juga bisa faham, bahwasanya Lurah atau Camat dan atau kepala SKPD juga manusia. Mereka perlu beli baju dan buku sekolah untuk anak anak mereka, perlu menafkahi istri baik pertama maupun kedua, perlu renovasi rumah, bayar angsuran sepeda motor, juga perlu jalan jalan ke Mall…..”

::::::::::::

Hari yang penuh dengan cerita…sampai akhirnya saya ingin sejenak bersantai di kamar tercinta Ketika telepon genggam saya berdering………..

(bersambung…….)

41 Responses to “Banjarbaru, 10 Maret”


  1. 1 jensen99 11 March 2010 at 20:07

    Halo rid, lama gak ketemu!😛

    Kasus #1: Terlepas dari segala asumsimu soal asal-usul si anak, sepertinya kok masbro kurang nyaman dengan “transaksi” adopsi ini ya? CMIIW😀
    Kasus #2: Duh, jangankan Inspektorat, AFAIK di daerah itu BPK pun malak duit dari instansi yang diperiksa kok.
    Tahun lalu waktu saya masih kerap ngantar barang di bawasda Kab. Jayapura, keliatan banget kalo kantor itu sangat tak ada kerjaan. Pegawainya pulang seenaknya. Meh…

  2. 2 Fortynine 12 March 2010 at 00:15

    Halo juga, Presiden Papua….:mrgreen:

    Kasus #1: Terlepas dari segala asumsimu soal asal-usul si anak, sepertinya kok masbro kurang nyaman dengan “transaksi” adopsi ini ya? CMIIW😀

    Iya. Bagaimana misalnya kalau segala sangkaan, utamanya yang terakhir itu benar. Bagaimana juga nasibnya si anak kalau kelak orangtua angkatnya punya anak kandung…???

    Kasus #2: Duh, jangankan Inspektorat, AFAIK di daerah itu BPK pun malak duit dari instansi yang diperiksa kok.

    Bagaimana kalau kita merdeka saja, lantas buka diplomasi antara Papua dan Kalimantan, demi kehidupan masa depan yang lebih baik.

    Dan segala badan keparat itu bagusnya direformasi total, kalau tidak dimusnahkan sahaja.

    Tahun lalu waktu saya masih kerap ngantar barang di bawasda Kab. Jayapura, keliatan banget kalo kantor itu sangat tak ada kerjaan. Pegawainya pulang seenaknya. Meh…

    Gila! Di daerah sekaya daerah anda, sampai sampai PNS nya ga ada kerjaan? Itu harta kekayaan alamnya dan sumber daya manusianya pada kemana????

  3. 3 Zian X-Fly 12 March 2010 at 14:59

    Wah, bersambung segala..

  4. 4 nia 12 March 2010 at 16:00

    10 maret .. udah makan di rumah alex .. sepertinya berita itu yang masuk ke inbox hape butut saya ..

  5. 5 Fortynine 12 March 2010 at 19:37

    @Zian X-Fly: Silakan menantikan kelanjutannya

    @nia: Itu cerita lain untuk saat ini

  6. 6 awiem 12 March 2010 at 20:54

    panjangnya rid T_T

  7. 7 Fortynine 13 March 2010 at 03:05

    Trus….??

  8. 8 benkyo 13 March 2010 at 16:20

    #adopsi : seperti teteh ku yg ngadopsi anak…. ^_^
    #INSPEKTORAT : “suka mencari cari kesalahan…” hmmmm jd ingat ma yg jd audit neh… *mode on keingatan* jgn2 ada org2 yg kyk fortynine, sangat membenci jar… wkwwkwkwkkkk…

  9. 9 Fortynine 15 March 2010 at 02:25

    Maksudnya orang orang yang kena audit, lantas membenci sang auditor?

    Saya tidak benci jika audit itu bentuknya sebuah tindakan nyata, namun saya sangat benci ketika sang auditor itu tadi menggunakan kata audit untuk menyumpali nafsu serakah mereka sendiri

  10. 10 jagur 31 March 2010 at 13:15

    kalo mau mengeluh jgn institusi dibawa, sebutaja pemerannya, iya kan rid, saudara kerja dikec, cempaka kan, ibu saudara guru smpn 6 kan ?

  11. 11 Fortynine 31 March 2010 at 13:48

    @jagur: Ad hominem kelas tinggi!!!. Tak apalah, ad hominem memang biasa dilakukan oleh orang orang bermental krupuk dan berotak kental

    Anu Boss, kalau saya sebut nama, nanti malah saya kena kasus pencemaran nama baik. Beda kalau saya bilang seperti ini; Polantas itu sukanya menilang orang untuk cari duit… Mungkin ini generalisasi, namun generalisasi di sini bisa lebih baik ketimbang judgment terhadap satu orang dalam satu kesatuan

  12. 12 sariulin 31 March 2010 at 23:08

    wah rame banget tuh beritanya, maklum pengamat banjarbaru, mas… camatnya nda dilaporin aja telah mentilep uang perbaikan mobil, biar mas cepat jadi camat,
    kalo jadi camat tolong bantu saya ya mas…

    dah lama saya pengen kerja , maklum penggangguran buat bantu ortunah, 5 tahun berturut-turut pengen jadi tenaga kontrak di ulin, dah masukin lamaran selalu ditolak alasan nda ada lowongan , ko mas bisa kerja sebagai tenaga kontrak , apa sih resepnya ???

    please bantu ya , thanks sebelumnya

  13. 13 Fortynine 1 April 2010 at 00:16

    @sariulin:

    wah rame banget tuh beritanya, maklum pengamat banjarbaru,

    Maksudnya anda pengamat dari Kota Banjarbaru? Atau anda ini seorang pengamat yang melakukan pengamatan terhadap Kota Banjarbaru?

    mas… camatnya nda dilaporin aja telah mentilep uang perbaikan mobil, biar mas cepat jadi camat, kalo jadi camat tolong bantu saya ya mas…

    Wah maaf… saya TIDAK BERMINAT melaporkan camat, dan saya tidak berminat jadi camat, jadi secara gamblang dan jelas kalimat kalimat anda diatas sudah saya tolak dan sudah tidak berlaku….

    dah lama saya pengen kerja , maklum penggangguran buat bantu ortunah, 5 tahun berturut-turut pengen jadi tenaga kontrak di ulin, dah masukin lamaran selalu ditolak alasan nda ada lowongan , ko mas bisa kerja sebagai tenaga kontrak , apa sih resepnya ???

    please bantu ya , thanks sebelumnya

    Ai sidin ay, urang banjar jua kah sekalinya pian ni…. ulun kira tih urang manakah…

    Masukkan surat lamaran ya jangan di ulin, tau sorang ja lo ulin tu karasnya dimampa? Handak dimasukakanlah surat lamaran kasitu, nyata’ai kada tadas… hibat lah ulin bisa menolak wan bepadah kadada lowongan, ada ulin bisa bepanderkah wayahini? Umpat malihat pang ulun….

    Bisa kerja sebagai tenaga kontrak? Resepnya? Resepnya adalah kejujuran, dan tentu saja dimulai dengan mengirim surat lamaran ke Badan Kepegawaian Daerah setempat, bukan ke ulin, kalau ke ulin ya jelas sia sia

    Bantu? Saya bantu apa ya? Kok bilang terima kasih sama saya? Saya juga ucapkan terima kasih kalau begitu, anda lain kali kalau ngibul yang professional dikit ya…. Masa ada tenaga kontrak sudah sampai lima tahun? Kalau PTT sih iya… Makanya, lain kali kalau mau boong yang professional dikit… Okey…???

  14. 14 sariulin 1 April 2010 at 01:18

    ini bujuran mas ai, buru-buru jadi tenaga PTT kaya orang jua hdk jua babaju dinas, sudah ke BKD melamar tenaga kontrak dgn lulusan dIII astikom, ditolak kedada lowongan, tp ulun heran nah ?

    ada aja penerimaan tenaga PTTlah kontraklah, umpat penerimaan dari umum kada tambus maklum bungul kalo ulun ini.

    kebetulan membaca blogger pian ini, pian kalo msh tenaga kontrak kok bisa diterima , ada apa ?

    ulun sadar diri haja pang, abah mama hanya badagang sayuran di pasar ulin, nasib orang miskin, kada kaya pian kaya tulisan diatas mama guru sltp, abah guru jua.

    nang ditagih tarus retribusi pajak gasan membayar gaji bubuhan pian ini pang, nasib orang miskin kaya ini pang,

    kalo kada percaya ya sudah,

  15. 15 Fortynine 1 April 2010 at 06:07

    anu boss ku nang di atas ay… sorang ne lain kada percaya pang wan situ…tapi setahu sorang, sudah banyak orang orang yang menggunakan pola seperti anda gunakan, siapapun anda yang jelas dari rangkaian komentar anda, anda sebenarnya sudah membuktikan sendiri bahwasanya anda berbohong.

    kada kaya pian kaya tulisan diatas mama guru sltp, abah guru jua.

    Darimana anda tahu? Anda kenal saya ya? Karena saya di tulisan di atas TIDAK MENYEBUTKAN siapa dan bekerja di mana kedua orang tua saya!

    Uniknya lagi, anda sendiri tidak menyebutkan nama asli, saya menghormati, tapi bukan seperti ini orang yang tidak menyebutkan nama asli.

    Rekan rekan blogger lainnya juga banyak yang bersembunyi dalam nickname dan id nya, namun bukan menyembunyikan diri dengan tujuan ingin melakukan tekanan, ataupun ancaman secara onlen kepada fihak fihak tertentu.

    Mohon maaf, namun dari rangkaian anda sendiri, anda telah menyebutkan sendiri bahwasanya anda mengenal beberapa orang yang berada dalam tulisan tulisan saya. Jelaslah sudah anda mengenal saya.

    Saya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Hanya saja, saya tidak menemukan korelasi antara komentar komentar di halaman ini dengan di halaman lain.

    Apa yang sudah masuk ke halaman ini, apa yang ditulis setiap komentator sudah tercatat dengan baik, termasuk lokasi sang komentator ketika mengirimkan komentar.

    Jelas sudah tidak ada hubungannya antara komentar ini, ini dan ini. 3 jenis komentar tersebut tidak relevan dan konsisten satu sama lain alias menjelaskan bahwasanya apa yang di tulis sang komentator tidaklah sinkron

    Uniknya, alamat sang penulis komentar, termasuk id nya sama persis. kalaupun kelak ganti id, maka tetap saja ip addressnya akan tercatat, mau memalsukan, tetap saja juga bisa terlacak.

    Saran saya, kalau memang pian ini mau bekerja, kenapa harus jadi pegawai pemerintah kota? Bukannya berkecimpung di dunia ekonomi akan lebih mudah?

    Dari ‘fakta fakta’ yang anda sampaikan di atas, tidaklah sukar untuk orang seperti yang anda jabarkan di atas-siapapapun itu orangnya-untuk berkecimpung di bidang ekonomi

    Lantas pula, dengan mudahnya pada komentar di halaman ini ada komentator yang sangat mirip dengan anda yang berkomentar seolah olah dirinya adalah orang yang tahu banyak seluk beluk pemerintahan. Bahkan langsung tahu bahwasanya pemimpin daerah tersebut adalah walikota, padaahal bisa saja daerah yang terpimpin itu bukan oleh walikota, bisa saja bupati atau bahkan gubernur bukan??.

    Anehnya lagi dan juga kesimpulannya; ketika pada halaman ini saya liat ada seorang yang ber-nickname “sariulin” ingin jadi seorang tenaga kerja yang terlibat di pemerintah kota di salah satu daerah di indon, tiba tiba bisa pada halaman lain, melakukan “judgement” terhadap orang yang bahkan tidak disebutkan secara gamblang pada tulisan. Dengan indikasi bahwasanya sang komentator mengenal baik mereka mereka yang berada di dalam cerita….

  16. 16 barbie 1 April 2010 at 10:00

    dihapuskah balasan piyan yg kemaren sore utk jagur??? takutkah piyan????

  17. 17 Fortynine 1 April 2010 at 10:06

    D hapus? Bisa memberikan bukti? Bukannya itu masih ada?

    Jadi gimana? Masih mau diskusi? Onlen apa offline? Sudah siap dikritik belum?

  18. 18 Fortynine 1 April 2010 at 10:09

    Takut? Iya saya takut,takut kalau ternyata saya menulis fakta,tapi tidak diakui sebagai fakta. Dan saya lebih takut lagi dengan orang2 yang buta mata hatinya..

  19. 19 barbie 1 April 2010 at 10:54

    fakta yang diungkap dengan umpatan “bedebah” dan “keparat”… itu akan menjadi masalah…. sekalipun mata hatinya dibuka lebar-lebar……

  20. 20 Fortynine 1 April 2010 at 11:02

    Berarti fakta? Syukurlah.. Masih ada yang jantan! Salut!

    Baca aja lagi hampir semua tulisan saya,anda akan tau dan terbiasa dengan apa yang anda pikir sebagai masalah…

  21. 21 barbie 1 April 2010 at 11:14

    introspeksi diri…… karena mungkin saja piyan menjadi bagian yang disebut “bedebah” dan “keparat” oleh orang2 yang tidak seberuntung piyan dengan mempunyai akses yang mudah untuk menjadi “kontraktor” di kota tercinta ini…

  22. 22 Tobey 1 April 2010 at 13:04

    – Fortynine :
    Wah.wah…
    salut wat Fortynine,,
    Anda berani buka2an,,,
    walo sebenarnya saya masih agak bingung…

    Tapi saya jadi sedikit lebih tahu kalo ternyata bawasda (inspektorat) tujuannya membenarkan kesalahan yg terjadi, saya kira tugas mereka cuma memeriksa dan mengevaluasi aja..

    salut juga, fortynine berani buka ‘kelakuan’ para aparat yg suka nilep n gelembungin anggaran..

    jadi kalo gitu sapa dunk yg salah..??
    kelakuan Inspektorat atau kelakuan Aparat (pengguna Anggaran)…???

    – Sariulin :
    share anda sama dengan yg sepupu saya alami…

    – Barbie :
    sepertinya Anda geram sekali…
    ada apa..??

  23. 23 carbone 1 April 2010 at 13:07

    ya ya…,
    jagung jagur dan babi barbie sama-sama tidak lebih jantan dari farid.

    jagur – beraninya cuma mengancam dibalik anonim, klo emang merasa benar kenapa harus takut mengungkap kebenaran, kenapa malah balik mengancam farid, “ungkapkanlah kebenaran dan berantas kebobrokan sampai terang benderang,” dengan demikian masyarakat akan merasa tenang, kalau masyarakat ga tenang kan jd males bayar pajak, trus kalian makan apa, gaji dan operasional kalian kan dari pendapatan daerah. “Apa kata dunia,” kalu kalian bersebunyi dibalik anonim untuk menyerang bahkan mengancam orang yang mengungkap kebenaran?

    barbie – hati2 menggunakan alamat website orang;
    Domain: biebie.de
    Domain-Ace: biebie.de
    Nserver: dns1.kontent.com
    Nserver: dns2.kontent.com
    Status: connect
    Changed: 2009-10-31T16:37:22+01:00

    [Tech-C]
    Type: ROLE
    Name: KONTENT Hostmaster
    Organisation: KONTENT GmbH
    Address: Ruhrorterstra?e 100
    Pcode: 47059
    City: Duisburg
    Country: DE
    Phone: +49.2033094***
    Fax: +49.2033094***
    Email:*******************
    Changed: 2010-03-18T11:25:14+01:00

    [Zone-C]
    Type: ROLE
    Name: KONTENT Hostmaster
    Organisation: KONTENT GmbH
    Address: Ruhrorterstra?e 100
    Pcode: 47059
    City: Duisburg
    Country: DE
    Phone: +49.2033094***
    Fax: +49.2033094***
    Email:***********************
    Changed: 2010-03-18T11:25:14+01:00
    kalo pina situ nang dituntut orang, ketentuanya ada di UUITE.

    saran buat pejuang kebenaran, jangan pernah takut mengungkap kebenaran, saya salah satu dari sekian banyak blogger yang muak terhadap orang-orang serakah yang telah membuat sengsara masyarakat, mendukung kalian.

  24. 24 Tobey 1 April 2010 at 13:11

    share juga boleh ya..

    Om saya seorang bendahara di sebuah SD..
    pas libur Nyepi kmaren rumah Om saya jadi RAME..
    2 orang rekan sekantor beliau datang..
    mereka sibuk ngerjain laporan dana BOS..
    katanya Tim Inspektorat mo dateng..

    beberapa hari kemudian beliau share…
    saat tim Inspektorat datang dan meriksa laporan BOS, emang rada ‘tegang’ beliau..
    tapi katanya fine2 aja..
    emang ada beberapa hal2 yg menurut orang2 inspektorat, Salah..
    tapi mereka kemudian mengarahkan…

    jadi menurut saya, ga ada yg salah dengan institusinya,,
    soal person.nya, itu lain soal..

    soal dana yg kudu dikeluarkan untuk orang2 inspektorat kalo saya pikir itu hanya keinginan mereka2 yg diperiksa, agar hasil pemeriksaannya BAIK..
    bener ga ya..??

  25. 25 barbie 1 April 2010 at 13:44

    saya gak geram ama farid, malahan “saya sayang aja ama farid”, anak kemaren sore, yg masih jadi anak mamih, berpendapat seperti seorang pakar yang serba tahu….. semuanya versi menurut kacamata farid dengan dalih ‘semua adalah fakta”…… ayo kita berantas KKN di kota tercinta ini… kalo perlu kita laporkan ke KPK………….oke……………

  26. 26 Fortynine 1 April 2010 at 17:49

    barbie:

    saya gak geram ama farid, malahan “saya sayang aja ama farid”, anak kemaren sore, yg masih jadi anak mamih, berpendapat seperti seorang pakar yang serba tahu…..

    semuanya versi menurut kacamata farid dengan dalih ’semua adalah fakta”…… ayo kita berantas KKN di kota tercinta ini… kalo perlu kita laporkan ke KPK………….oke……………

    Sebenarnya sebagai seorang blogger adalah pantang buat saya untuk berargumentum ad hominem seperti yang keparat berkedok barbie anda lakukan, namun kalau begini caranya, mau tidak mau saya harus membalas serangan membabi buta anda.

    PERTAMA: Kenapa anda sangat merasa terganggu? Tolong dijawab

    KEDUA: Saya juga sayang dengan anak,apalagi anak mama-papa. Tapi bukan anak mamih, anak kemaren sore, atau anak anjing! Karena saya memang anak mama-papa saya, maka saya juga sayang dengan orang orang yang merupakan anak mama-papanya, bukan anak kemaren sore karena kemaren sore TIDAK BISA melahirkan seorang anak, saya juga ga sayang dengan anak mamih karena saya TIDAK MENGERTI dan TIDAK TAHU apa itu anak mamih. Apalagi anak anjing, selain anak anjing itu buluk dan jelek, anak anjing juga ga seperti anak mama-papa yang cakep/ganteng/cantik, dan tentu saja yang paling utama, bisa belajar dan diajari. Sepandai pandainya anak anjing, tetap aja anak anjing, jelek dan ga punya akal!

    KETIGA: Saya TIDAK AKAN menyatakan bahwasanya saya seorang pakar, terkecuali dalam keadaan bercanda. Uniknya anda mengatakan bahwasanya saya berpendapat seperti seorang pakar yang serba tahu. Kalimat anda sudah gugur, karena saya memang bukan pakar, terkecuali mungkin pakar pasang kaca spion di sepeda motor. Jadi kalau anda bilang saya berpendapat seperti seorang pakar, jelas sudah bawasanya itusama sekali tidak relevan dengan isi postingan yang berupa narasi. Are we clear?

    KEEMPAT: Semuanya memang versi saya, namun saya tidak pernah mengklaim bahwasanya ini fakta, sebelum anjing anjing keparat menggonggong. Eh salah ya.:mrgreen:

    Maksud saya, kalau tulisan saya diatas disebut fakta, saya sendiri tidak menemukan klaim seperti itu dalam postingan. Namun kalau ditanya, apakah ini adalah pengalaman pribadi yang kemudian diceritakan di blog dengan gaya dan style Fortynine yang elegan dan ciamik, saya jawab iya! Jadi sekali lagi anda berpendapat, sayang pendapat anda kurang bisa diterima di forum. Jelas? Are we clear? Oke? Roger… Roger..?

    KELIMA: Bagaimana kalau pemberantasan KKN dimulai dengan orang orang INSPEKTORAT yang datang memeriksa SKPD dan pengguna anggarannya, dengan pulang tanpa diberi amplop, juga tidak menyalahkan yang sudah benar, tidak juga mencari cari kesalahan, alias menyalahkan apa yang tidak salah.

    introspeksi diri…… karena mungkin saja piyan menjadi bagian yang disebut “bedebah” dan “keparat” oleh orang2 yang tidak seberuntung piyan dengan mempunyai akses yang mudah untuk menjadi “kontraktor” di kota tercinta ini…

    Alhamdulillah, ada yang mengingatkan saya, mengingatkan saya tentang orang aborigin yang sedang sial, melempar bumerang, waktu kembali malah kena jidat sendiri? Kok saya bisa ingat itu ya? Apa karena ada maling yang teriak maling? Eh, ternyata ada “barbie” yang sedang mengingatkan saya. Makasih “barb”, saya mau introspeksi diri dulu ya?

    Saya masih ingat kok, saya jadi kontraktor tanpa nitip paraf, saya cuma nitip surat lamaran…… Lagipula, buat apa saya jadi kontraktor nitip, kalau mau nitip mendingan jadi Pe’ne’s kaya anjing anjing isnpektorat oknum oknum yang sedang kebal hukum dan kebal publikasi itu, serta macam oknum oknum yang merasa dirinya jagoan neon karena menggunakan jabatan struktural buat mengancam orang lain….. Introspeksi diri dulu ah…

  27. 27 Fortynine 1 April 2010 at 17:51

    Tobey

    soal dana yg kudu dikeluarkan untuk orang2 inspektorat kalo saya pikir itu hanya keinginan mereka2 yg diperiksa, agar hasil pemeriksaannya BAIK..
    bener ga ya..??

    Kalau setahu saya sich, dikasih dana atau tidak, tetap saja yang diperiksa bakal salah dan disalahkan. Atau lebih halusnya bengkok, dan msih harus diluruskan

  28. 28 sariulin 1 April 2010 at 22:00

    cape nulis sama orang yg sok suci, hanya bisa ngumpat aja, sok alim, sok tau, padahal diri sendiri penuh koreng , wassalam

  29. 29 Fortynine 1 April 2010 at 23:58

    Ha ha ha… mengakui kekalahan dengan sangat TIDAK GENTLEMENT… Luar biasa….. Semoga saja ini bukan gambaran umum orang orang yang mengisi pemerintahan di kota yang saya cintai.

    Tidak apa apa, apakah itu barbie, jugur, sariulin atau siapa saja. Asal anda anda tahu, anda bukan orang pertama yang kalah dalam diskusi. jadi anda anda sekalian jangan berkecil hati.

    Saya sendiripun sering tertohok oleh tulisan dan komentar orang lain yang tentu saja harus saya akui, lebih cerdas daripada saya…. Salam balik….

  30. 30 Amd 2 April 2010 at 09:05

    Fear is the most effective tool to control people, and to suppress criticism…

  31. 31 Fortynine 2 April 2010 at 13:17

    Artinya; menakutani adalah cara gasan menyupir orang, wan mendiamakan kritikan.

    Terjemahan bebas, kalu ay pina ad nang kada ngerti….:mrgreen:

  32. 32 Tobey 2 April 2010 at 18:55

    Fortynine
    “Kalau setahu saya sich, dikasih dana atau tidak, tetap saja yang diperiksa bakal salah dan disalahkan. Atau lebih halusnya bengkok, dan msih harus diluruskan”

    Kalo gitu khan mending ga usah keluar dana wat mereka..
    toh tetep disalahin..
    tetep kudu dilurusin…

    postingan ini sempet aku sharingin ma temen2..
    dan ga kebetulan, temenku ada yg kerja di Bawasda (inspektorat)
    Dia cerita pernah pemeriksaan ke salah satu kelurahan,
    pas mo pulang sang sekretaris lurah (seklur) nyalamin mbil ngasih amplop, tapi langsung ditolak ditempat..
    katanya sempet desak2an antara seklur dgn org2 bawasda, sampe2 temenku (dan temen2 Bawasda_nya) langsung ngacir masuk mobil, lantaran ga mau nerima tu amplop..
    aku kelakar aja : apa kurang tebel..??
    eh, temenku langsung ngomel2… =]

    Jadi menurut saya segala sesuatunya emang berpusat pada tiap pribadi..
    ada yg mungkin mau nerima amplop (seperti narasi Fortynine)
    ada juga yg mungkin prinsip nolak (spt temen saya)..

    sekarang kita sama2 mantau deh..
    kalo emang ada oknum yg merugikan, langsung aja dilaporkan..
    Bawasda kan berarti badan pengawas daerah (walo dah ganti nama)
    bukan berarti hanya mengawasi palaksanaan pemerintahan..
    lalu siapa yg awasi kegiatan mereka..??
    ya kita semua, termasuk anda dan saya serta semua yg andil pada postingan ini..
    Gimana…??

  33. 33 Fortynine 3 April 2010 at 00:47

    @Tobey: Setuju. hanya masalahnya, apakah ketika-jangankan melaporkan-kita protes tentang oknum oknum yang mencemarkan “good governance”, masih ada yang mau menaggapi?

    Tak perlulah mengharapkan ada yang melakukan teguran keras, sekedar menindaklanjuti dengan shock therapy saja awam. Hanya saja, harapan tentu selalu ada, ya kita tentu saja tak pernah berhenti berusaha dan berharap

  34. 34 pakacil 8 April 2010 at 05:40

    hmmm…
    ramai sekali nampaknya ini…😉

  35. 35 red_army 29 April 2010 at 10:38

    mending jadi pengusaha bikin amplop….

    tiap hari orang make tuh,, di seluruh Endonesa pula…

  36. 36 oyiq 10 May 2010 at 11:31

    kalo orang bermasalah disuruh mengatasi masalah ya begitu itu jadinya boss …

  37. 37 mas joko purnomo 12 May 2010 at 21:35

    aduh..aduh..ceritamu tentang inspektorat kok ngeri banget,tapi suer deh ngak semua kayak begitu,ada yang masih tulus dan suci.ya..memang tak di pungkiri masih banyak oknum sontoloyo seperti yang kamu kisahkan tetapi itu nggak hanya di inspektorat aja,di semua intansi ada kok.salut deh buat kamu yang berani buka-bukaan,namun demikian kesantunan tetap harus di jaga.maju terus dik,untuk kawan2 di inspektorat banjarbaru benahi diri jangan mau dikasik ini atau itu dari terperiksa,kalau perlu bawa botol aqua sendiri.Tak usahlah marah atau kebakaran jenggot(maaf kalau yang nggak punya jenggot he..he..) atas kritik adik kita ini.Diam-diam aqu rindu lo di periksa lagi,kunanti kedatanganmu sahabat.

  38. 38 kendil 17 May 2010 at 21:09

    Klo mengatakan sesuatu yg menyebabkan komentar tsb menzalimi orang2 yg ingin berbuat kebenaran maka akan tiba balasan yg besar sangat menyakitkan yg tidak dapat diawar-tawar karena datangnya dari yg maha kuasa menciptakan segala bentuk bencana akibat ulah anaknya menterjemakan pembinaan dengan mencari-cari kesalahan…padahal tdklah seperti itu, berkata tidak sopan mencaci maki, sumpah serapah yg ditujukan utk mencari pembenaran diri, padahal Allah maha benar…ingat orang sombong, angkuh, ada balasannya…ingat..doa-doa orang dizalimi menusukmu tanpa Kau sadari…

  39. 39 masrul 17 May 2010 at 21:20

    Klo mengatakan sesuatu yg menyebabkan komentar tsb menzalimi orang2 yg ingin berbuat kebenaran maka akan tiba balasan yg besar sangat menyakitkan yg tidak dapat diawar-tawar karena datangnya dari yg maha kuasa menciptakan segala bentuk bencana akibat ulah anaknya menterjemakan pembinaan dengan mencari-cari kesalahan…padahal tdklah seperti itu, berkata tidak sopan mencaci maki, sumpah serapah yg ditujukan utk mencari pembenaran diri, padahal Allah maha benar…ingat orang sombong, angkuh, ada balasannya…ingat..doa-doa orang dizalimi menusukmu tanpa Kau sadari…


  1. 1 Hadis Riwayat….. « Generasi Biru Trackback on 2 April 2010 at 00:47
  2. 2 Rahasia | Generasi Biru Trackback on 9 March 2011 at 01:54

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 3 days ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: