Masih terjebak di sini, di puncak khayangan. Bedanya kali ini tidak ada komputer kantor lagi, harus pinjam laptop punya orang tua untuk bisa berselancar dan menggerakkan jemari di papan kunci.

Di sini…. Seolah tiap detik berjalan bersamaan dengan penyebutan nama nama Calon Gubernur Kalimantan Selatan. Hasil perhitungan cepat, dan kisah kisah lainnya yang terus bertebaran, di televisi, dan dari mulut mulut yang berseliweran di sini.

Siapapun calon yang akhirnya bakalan ditahbiskan sebagai jawara, lantas diberikan amanah untuk menjadi tuhannya propinsi Kalimantan Selatan, saya berharap mereka mampu melaksanakan harapan rakyat Kalsel, entah itu harapan dari sebagian besar atau sebagian kecil, syukur syukur kalau bisa memenuhi harapan seluruh warga Kalsel. Apa saja harapannya? Banyak, tapi kalau dari saya, inilah salah dua harapannnya;

Pertama, sebuah masalah klasik, yang mungkin sudah membudaya, agar supaya dihapuskan, paling tidak diminimalkan. Apa itu? Tak lain dan tak bukan adalah MASALAH LISTRIK!

Bapak gubernur dan wakil gubernur yang dibuat terhormat, sebagai warga Kalimantan Selatan, saya sudah sangat bosan dengan penjajahan Endonesa. Setralisasi yang telah menggurita di segala bidang termasuk juga sentralisasi sumber daya alam Kalsel agar supaya diberhentikan.

Hentikan suplai batubara ke Endonesa, kita di sini juga masih perlu benda benda tersebut untuk pembangkit listrik. Kalaupun juga anda tidak bisa menghentikan, JUAL DENGAN HARGA SEMAHAL MAHALNYA! Saya yakin hal ini bukan hal yang sukar mengingat para Godfather tambang batubara pasti memiliki kemampuan untuk membantu anda melaksanakannnya.

Efeknya? Kebutuhan listrik Kalimantan Selatan terpenuhi, alat alat busuk PLN bisa diganti dengan yang baru dengan menggunakan uang Kalsel, dan Kalsel tak perlu mengemis ngemis dana perbaikan ke Endonesa.

Ketika Endonesa yang mengemis batubara, hingga akhirnya terpaksa membeli dengan harga tinggi, Kalsel bakalan punya kemampuan finansial sendiri untuk melakukan perbaikan alat, penambahan jaringan, dan tentu saja penambahan pasokan setrum sehingga PLN Kalsel tidak lagi lemah syahwat seperti sekarang dan selama ini.

Lantas bagaimana kalau ENDONESA menolak? LAWAN! PERJUANGKAN! Sia sia anda jadi pemimpin kalau tidak berani berjuang demi kepentigan dan kesejahteraan rakyat, apalagi rakyat yang sudah memilih anda.

Kedua. Tolong berdayakan hasil alam lainnya. Jadikan sumber usaha dan pendapatan. Tentang bagaimana caranya dan pelaksanaannya saya yakin anda, dan para bawahan anda yang sudah ahli bisa melaksanakannya.

Dengan demikian kita tidak perlu lagi tergantung dengan Endonesa, kita tak perlu mengemis sembako. Karena kita punya tanah dan air yang luas, bahkan hasilnya sudah lebih dari cukup untuk mengisi mulut dan perut seluruh rakyat Kalsel. Tapi itu seandainya anda memberdayakan dan mengelolanya sepenuh hati, sekuat tenaga, dan tentu saja sesuai dengan tebaran janji anda ketika kampanye.

Sekian dulu, nanti sisanya saya ungkapkan kapan kapan. Atau usul hari ini akan saya jabarkan lebih lanjut.