Sudah setahun berlalu? Serasa tak percaya, sudah setahun berlalu, perjalanan saya mengantarkan para biker dari Makassar yang bernamakan HTC Makassar¹. Dimulai dari sesi penjemputan di Tajau Pecah (Kab. Tanah Laut). Kami, kalau tidak salah waktu itu berempat, Akhya, Erry, Kang Dito, dan saya sendiri menjemput pasukan HTC Makassar yang pada waktu itu berniat melaksanakan touring keliling Kalimantan. Perjalanan mereka dimulai dengan Kalimantan Selatan, masuk Kalimantan Tengah, balik ke Kalimantan Selatan lalu lanjut Kalimantan Timur.

Sekitar selepas Isya, kami berangkat dari ibukota Kabupaten Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan menuju kota Palangkaraya Kalimantan Tengah. Ada banyak kisah selama masa perjalanan. Mulai dari kesalahpahaman, hingga bagaimana badan serasa copot semua tulangnya karena berjam jam mengendarai Fabio dengan kecepatan 40 kilometer per jam (bacaan speedometer). Atau saat dalam perjalanan pulang ke Banjarbaru, ketika saya ketiduran dalam masa berkendara sehingga hampir saling berciuman dengan mobil sedan yang datang dari arah berlawanan, gara gara sudah 12 jam lebih di atas sepeda motor.

Bukan soal Touring dan pertemuan dengan anak anak Makassar itu yang ingin saya ceritakan. Namun jutru sekelumit kisah yang terjadi ketika saya pulang dari Kalimantan Tengah. Seperti yang saya sedikit jabarkan di sini, sepulang dari Palangkaraya, rombongan kami melewati daerah yang cukup populer. Dan lagi lagi ini juga bukan soal daerahnya, namun soal acara yang di dalamnya terlibat acara makan makan. Saya, jelas kenal dengan sang penyelenggara acara. Saya kenal baik kok. Namun, saya akhirnya tak memberanikan diri untuk bersinggah karena jikalau bersinggah, konon katanya akan menjadi dosa. Kenapa menjadi dosa? Karena jikalau saya datang, maka saya adalah tamu tidak diharapkan diundang!

Jadi, konon lagi nich, kalau saya tetap nekat datang ke acara, meskipun saya kenal dengan sang empunya acara, maka makanan yang saya makan di acara itu adalah haram™! Bahkan kedatangan saya sendiri sudah menjadi dosa, dosa merepotkan tuan rumah. Maka dengaan mata kualitas 5 watt alias manusiasuper ngantuk, perut lapar, badan dekil, saya putuskan untuk tetap lanjut ke Banjarbaru. Tanpa harus datang ke acara tadi.

Kenapa saya menjadi tamu yang tak diundang? Bahkan mungkin menjadi orang terakhir yang diharapkan oleh sang empunya acara untuk datang, meskipun sebenarnya si empunya acara kenal baik dengan saya? Entahlah, everybody has reasons. Dan…mudah mudahan saja alasannya logis alias masuk akal. Meskipun saya berprasangka bahwasanya alasannya jelas tidak logis, bahkan pasti tidak logis!!!

::::::::::::

Berarti sudah hampir setahun juga, orang orang brengsek-god-wannabe-sok tau memproteksi dirinya sendiri dengan menggunakan jalan kekuasaan birokrasi. Kisah ini, ditulis setahun yang lalu, ternyata membuka banyak AIB di kemudian hari. Mulai dari para tokoh behind the scene, motif kejahatan pelaku, hingga orang orang yang terlibat sebagai saksi maupun pelaku itu sendiri. Dalampadaini, satu saja kekonyolan akan saya jabarkan, dan rasanya pantas untuk kita renungkan bersama.

Jadi begini ceritanya; ada sebuah kisah, jenis fakta, dijabarkan dalam bentuk tidak terlalu jelas-kabur-buram-samar samar. Tidak ada penyebutan nama jelas dan lengkap dalam tulisan, apalagi sampai biodata lengkap si penulis, daftar riwayat hidup, jauh lagi nama kekek-nenek moyang. Tiba tiba ada orang berjenggot datang, komplain, merasa namanya yang sudah cemar malah makin tercemar dengan adanya tulisan aneh tadi. Mencak mencak meminta tulisan dihapus, menitahkan agar sipenulis meminta maaf, bahkan memfirmankan bahwasanya sipenulis sudah mengancam keamanan dan rahasia negara. YANG UNIK; dengan membaca sebuah tulisan tidak jelas satu halaman blog, maka orang yang kita bicarakan ini tadi bisa tau nama lengkap, hingga daftar riwayat hidup sipenulis. Bahkan dengan bangganya orang tadi menunjukkan kebodohannya, bahwasnya dia bisa tau segalanya soal sipenulis hanya dengan membaca satu tulisan dari sekian banyak tulisan sipenulis.

Apabila anda para pembaca sekalian merasa terlalu bingung dengan bahasa paragraf di atas, inilah contohnya dan misalnya: ada sebuah tulisan berjudul; Keseleo, Serangga dan Rokok. Ditulis oleh Alm. Wadehel. Tiba tiba datang Serangga yang sebenarnya berniat jadi tuhan, memarahi atasan Wadehel, bahwasanya Wadehel sudah menghina, dan mencemarkan namanya yang sudah cemar! Lantas dengan bangganya Serangga jahanam tadi berkata bahwasanya dirinya sudah mengantongi semua biodata Wadehel, mulai dari ukuran penis beliau, hingga bapak moyangnya Wadehel yang paling moyang! Ketika ditanya darimana si Serangga terkutuk tadi mendapatkannya, dengan bangganya Serangga keparat itu menjawab: hasil baca tulisan Wadehel yang berjudul “Keseleo, Serangga dan Rokok”.

Pengakuan konyol tersebut, nampaknya sudah cukup untuk jadi sebuah pengandaian AIB yang terjadi hampir setahun yang lalu, untuk memperuncing masalah :mrgreen:,nampaknya perlu disebutkan beberapa hal guna memperjelas:

  • Siapa penulis dimaksud? JAWAB: Saya
  • Tulisannya soal apa? JAWAB: Sebenarnya tidak jelas, topiknya tak beraturan, hanya saja ada sedikit menyinggung soal busuknya para pegawai negeri sipil di Indonesia
  • Lantas, siapakah Serangga itu? JAWAB: Mereka, para jahanam yang sudah menuhankan dirinya sendiri, yang berlindung dibalik busuknya birokrasi

::::::::::::

Ternyata di luar sana hujan deras, nampaknya PLN wilayah Kalimantan Selatan bakalan segera melaksanakan kegiatan rutinnya: MEMADAMKAN ALIRAN LISTRIK. Jadi sebelum tulisan sialan ini gagal publish, sebaiknya saya akhiri sampai disini tulisan ini, semoga bermanfaat bagi bangsa, agama, dan anda sekalian. Jikalau ada pertanyaan, pernyataan baik itu tidak puas atau mendukung, silakan saja layangkan pada kolom komentar.
*bersiap siap menyeduh secangkir kopi hangat*

::::::::::::

¹ : Dalam perjalanan keliling Kalimantan Selatan-Tengah-Timur, salah satu anggota rombongan HTC Makassar Bro Tanhar, meninggal dunia, beliau mengalami kecelakaan, terjatuh dari motor Honda Tigernya, dan kalau tidak salah meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Rest in Peace Brother……….