Negara

Sambil menunggu partai Liga Champion subuh nanti, sempatkan diri memperbaharui blog. Jadi begini, ada yang bilang bahwasanya buat apa mengurusi negara ini? Selama masih bisa makan… Nah itulah sekarang yang membuat saya ingin sok sok’an ikut ikutan menyoroti betapa Negara Terkutuk Republik Indonesia sudah benar benar sakit. Dalam waktu dekat ini, alangkah ramainya orang memperbincangkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak… Maka menurut saya yang awam ini, ada beberapa hal yang perlu saya utarakan

PERTAMA: Saya tidak bisa berhitung dalam jumlah besar, apalagi sampai menghitung macam Pak Kwik atau perhitungannya Endonesa terkutuk untuk harga BBM, subsidi dan lain sejenisnya. Yang saya ketahui selama ini adalah; Ada sebuah perusahaan tambang di kota saya, dimana laporan produksi dan keuntungannya berbanding terbalik dengan pajak yang dibayarkannya kepada daerah dan mungkin kepada negara. Jika pada kenyataannya terjadi produksi dan keuntungan yang seharusnya dipajaki sebesar 1 milyar rupiah per bulan, maka pajak yang dibayarkan hanyalah 600 juta rupiah per tahun.

Hubungannya dengan kenaikan dan produksi BBM Indonesia? Jikalau Perusahaan tambang kelas kampung macam di kota saya saja manipulasinya sedemikian hingga, apakah mungkin bahwasanya besaran produk, dan keuntungan dari negara jahanam ini tidak dimanipulasi?

KEDUA: Naiknya harga BBM akan membuat harga semua benda yang pada hakekatnya diperjualbelikan ikut naik. Maka jikalau memang subsidi disalurkan ke pos lain selain BBM, tentu saja subsidi tersebut semakin sia sia saja. Toh harga cabe rawit saja bakalan ikut naik. Bahkan mungkin dengan naiknya harga BBM, harga nyawa akan turun karena yang mati makin banyak, dan harga nafas kebebasan makin mahal.

KETIGA; Naiknya harga BBM juga akan membuat touring terbatasi kilometernya, tapi untuk yang ini lupakansajalah, ini masalah pribadi dan komunitas.

Apakah ada solusi? Oh tentu, jangan hanya membacot tanpa solusi dunk. Jadi solusi versi saya; KALAU MEMANG BETUL ADA SUBSIDI BBM, MAKA CABUT SAJA! Kalau perlu PERTAMINA berhenti saja memproduksi premium, bikin saja Pertamax dan produk lain yang lebih mahal daripada Pertamax. Sehingga tak ada lagi anak anak alay yang kebut kebutan sembarangan, beserta efek lainnya. Karena barangsiapa sanggup beli bahan bakar adalah benar mereka yang mampu dan perlu. Lagipula dengan buruknya kualitas transportasi publik di Negara Terkutuk Republik Indon ini, taruh 20.000 rupiah per liter pun, SPBU di Kalimantan Selatan akan tetap penuh dengan antrian kendaraan bermotor!

Akibatnya lainnya? Dengan berhenti memproduksi premium, Negara Terkutuk ini bisa mengeruk keuntungan sebesar besarnya dari rakyatnya sendiri seperti yang dicita citakan oleh mulai dari Pak Presiden, Wakil Rakyat dan tetek bengeknya.

Kalau yang pertama tadi salah, maka tentu ada harapan lainnya, naikkan harga BBM setinggi tingginya supaya negara sialan ini cepat bubar! Tapi… untuk sekedar bubar oleh karena harga BBM mahal, nampaknya Kalimantan masih jauh. Tenang saja Pak Presiden, warga Kalimantan masih terlalu kaya untuk sekedar beli bensin kok. Meskipun harga BBM naik atau tidak, toh harga bensin sudah 6000 rupiah di eceran. Kalaupun Anda dan wakil rakyat di Pulau Jawa sana juga menaikkan harga BBM, kami warga Kalimantan masih terlalu kaya untuk hanya sekedar beli bensin 1 liter dengan harga 10.000 rupiah di eceran. Tenang saja, meskipun kami sudah dirampok hasil alamnya lantas dibawa ke jawa sana, untuk sekedar beli bensin saja bukan masalah. Pengangguran saja di sini masih bisa duduk di warung tiap hari, apalagi hanya untuk sekedar antri di SPBU atau beli bensin eceran.

Nampaknya tulisan takberaturan ini layak dihentikan, sebelum saya makin tak karuan menulis…

:::

Tembusan;
Calon Presiden Sumatra
Calon Presiden Ambon
:mrgreen:

3 Responses to “Negara”


  1. 1 Alex© 4 April 2012 at 01:00

    Kemarin itu aku mendukung demo penolakan kenaikan BBM dan pencabutan subsidi, karena selain masih berempati dengan nasib mereka yang di Jawa/Bali, juga karena membayangkan imbas nanti cukup mengerikan di daerah seperti kita: tidak naik saja sudah naik sendiri, berkali lipat dan sering pula putus pasokan.

    Tapi, kupikir-pikir lagi, dan juga membaca postingan ini, naik sajalah sana. Biar lekas bubar sekalian, atau jadi pada mikir betapa tak enak jadi orang luar pulau Jawa yang sudahlah dikasih jatah sisa, mahal pulak. Kuaminkan lah postingan kau ini.

  2. 2 Fortynine 4 April 2012 at 01:09

    @Alex;
    Tumben orang ini tidak blogging di kolom komentar…

    Nampaknya meskipun ingin mengeruk keuntungan besar, pemerintah Indon juga masih pandai, tak mau kehilangan ladang kekayaannya, maka bersandiwaralah mereka dengan kisah drama bijak mereka, biar anak cucu mereka tetap bisa menjadi perampok daerah

    Hanya saja, apabila telah terjadinya kesadaran akan terjadinya perampokan, maka bubarlah negara sialan ini. Akan tetapi itulah masalahnya sekarang, warga Kalimantan ini terlalu kaya untuk sadar bahwasanya telah dirampok oleh Indon… Mungkin kalau udara seudah dicemari seluruhnya oleh debu batubara hasil pengangkutan ke pulau jawa sana barulah terbuka fikiran

  3. 3 Dewa Putu A.M. 4 April 2012 at 01:43

    hdewh hadewh,…


Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: