Tribute to My Carabiner

Carabiner, adalah salah satu perlengkapan panjat. Meskipun saya tidak menyukai panjat dinding maupun panjat tebing, namun kalau cuma benda sekelas carabiner tentu saja hampir bisa dibilang semua anggota Pecinta Alam mempunyainya, meskipun hanya replika mainan yang tentu saja tidak layak untuk digunakan memanjat. Pertengahan tahun 2009, saya membeli sepasang carabiner srew mainan, yang difungsikan sebagai gantungan kunci sepeda motor. Satu dari sepasang carabiner screw tumbang ketika kecelakaan di penghujung 2009, yang satunya lagi masih saya gunakan, hingga akhirnya saya putuskan untuk dipensiunkan karena penguncinya sudah aus, terhitung sejak tulisan ini dirancang (02 Mei 2012). Beikut ini adalah bendanya.

Dalam rangka memperingati pensiunnya carabiner screw mainan tersebut, maka tulisan ini dilaksanakan guna mengingat kembali kemana saja benda mungil tersebut mengikuti tuannya selama hampir 3 tahun;

  1. 19-20 Agustus 2009. Kota Balikpapan, dalam rangka solo touring ke acara Pesta Blogger 2009
  2. 03-04 Oktober 2009. Kotabaru-Batulicin-Paramasan-Kandangan. Touring santainya BTRC dan klub klub tiger Kalimantan Timur (POWER & UNTIC’S) ke Kotabaru, pulangnya saya memilih jalan lintas super extrem di kalimantan Selatan yaitu jalan lintas Batulicin-Paramasan-Kandangan
  3. 07-09 Oktober 2009. Mandiangin-Kiram. Lagi lagi jalanan super extrem ditempuh, dalam rangka Latdas IMPAS-B
  4. 22-27 Oktober 2009. Jakarta. Pertama kali lihat Indon, dan ternyata terkutuklah kau wahai ibukota, ketika daerah menjerit, kau di sana tertawa bangga dengan harta hasil rampokanmu.
  5. 18-21 Desember 2009. Kota Balikpapan. Dalam rangka touring BTRC ke Kalimantan Timur untuk menghadiri ulangtahunnya IMTB
  6. 13-14 Maret 2010. Tajau Pecah-Banjarmasin-Palangkaraya. Antar jemput anak anak klub tiger dari Makassar
  7. 30 April – 01 Mei 2010. Tanah Grogot. Mengantarkan Klub Tiger Gorontalo, sekalian menghadiri pelantikan anggota baru POWER. Bakti pertama Battlax BT45F 110/70-17 dan Battlax BT45F 130/70-17 yang sekarang terpasang di Fabio
  8. 28 Mei 2010. Tambela. Deklarasi klub tetangga
  9. 05-06 Juni 2010. Muara Teweh, Kalimantan Tengah. Ngebut keliling BTRC featuring UNTICS! Pada tanggal yang sama pula, Valentino Rossi dan Ketua BTRC saat itu bernasib sama; cidera parah!
  10. 18-20 Juni 2010. Tanah Grogot. Pelatihan Manajemen Klub Honda Tiger se-Kalimantan
  11. 08 Agustus 2010. Karang Intan, jalan jalan semi off road ke bendungan Riam Kiwa
  12. 18 September 2010. Batulicin. Bersama klub Supra Banjarbaru mengantarkan sang Petualang Deny Gempol melakukan perjalanan penyeberangan Batulicin-Makassar, untuk kemudian dilanjutkannya ke Papua. Konon dirinya sampai sekarang masih terjebak di Papua
  13. 06-07 November 2010. Bontang. BTRC goes to Anniversary Bigger. Pertama kali ketemu anak anak HTRT (Honda Tiger Rider Tabalong)
  14. 01 Januari 2011. Banjarbaru-Batulicin-Tanah Grogot. Touring tahun baru bersama 2 rekan dari BTRC. Testing jalur lintas alternatif Kalsel – Kaltim selain lewat Gunung Rambutan, ternyata waktu itu jalannya mulus, tikungannya pun mantap. Serasa bertanding di sirkuit bersama dua rekan dari BTRC
  15. 19-24 Januari 2011. Mandiangin-kiram-Riam Kanan. Latdas IMPAS-B
  16. 27-28 Feruari 2011. Goa Mandala. Acara caving bersama IMPAS-B
  17. Mei 2011. Puncak Kahung! Latihan 3 Divisi IMPAS-B
  18. Juni 2011. Kahung lagi. Pendakian Bersama. Acara Nasional yang diselenggarakan oleh IMPAS-B
  19. Juli 2011. Batu Kembar – Batu Perahu. Expedisi pencarian peserta yang tersesat
  20. Next, camera rusak, jadi tak sanggup lagi mencatat momen berharga. Yang jelas, itu carabiner juga menemani perjalanan touring gila, dimana dalam waktu 3 hari pasukan berani mati BTRC makan 2 kali! Iya 2 kali dalam 3 hari ketika penasaran bagaimana jalan Banjarmasin-Pangkalanbun (sekitar 700 kilometer). Kemudian beberapa kali ke pantai pantai di Daerah Tanah Laut…
  21. Last but not least, 06-07-08 April 2012. Sangatta. Akhirnya SATIC juga! Lebih dari 700 kilometer dari Banjarbaru, klub terjauh HTCI Pengda Kalimantan akhirnya berhasil digapai
  22. No need to be count. Amuntai, I do not even know how many times I went there, taking that tiny carabiner with

Cukup sekian dahulu Tribute to my Carabiner, semoga tulisan ini bermanfaat sebagai reminder bahwasanya benda mungil tersebut telah menemani saya mengukur jalanan di Kalimantan baik kota maupun hutan dan pegunungannya. Bersamanya, terkecuali Kalimantan Barat dan Kalimantan yang menjadi Bagian Malaysia dan Brunei sahaja yang belum terjamahi…

1 Response to “Tribute to My Carabiner”


  1. 1 firmanjus 24 May 2012 at 11:59

    wah saya suka olah raga panjat tebing, saya lakukan itu tiap hari minggu di dadaha lapangan yang ada di kota tasikmalaya jawa barat.


Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 3 days ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: