Jerman dan Kutukan Juara Bertahan

4 Comments


Setelah membaca tulisan dengan judul yang sama

Pertama: Kutukannya Dobel, karena selain kutukan juara bertahan, Jerman juga menghadapi Kutukan Juara Piala Konfederasi. Dimana juara Piala Konfederasi setahun sebelum Piala Dunia selalu gagal Juara Dunia..
More

Hal Hal Yang Kubenci Dari Inggris

23 Comments


Memang lebih mudah untuk menuangkan semua uneg uneg dengan menggunakan bahasa nasional sendiri, makanya saya membuat versi Indonesia dari “Things I Hate From England Football Team”. Hal pertama yang membuat ku membenci tim sepakbola Inggris adalah keberhasilan mereka menjurai Piala Dunia 1966 saat mereka menjadi tuan rumah. Gol ketiga Inggris yang dicetak oleh Geoff Hurst bukanlah sebuah gol, media massa pun lebih sering menyebutnya “gol hantu” karena bola yang belum melewati garis gawang. Seandainya gol Inggris tersebut tidak di sahkan oleh wasit asal Russia yang memimpin pertandingan saat itu,bisa jadi hasilnya akan lain, dan belum tentu Inggris akan bisa jadi juara. More

Memori 2005

13 Comments


Akhirnya, memori 2005 pun kembali terulang. Keberhasilan Milan mengganyang Manchester United tadi subuh setidaknya telah melegakan saya, Milan berhasil mencegah terjadnya all England final sekalius mengulang memori Champion League Season 2004/2005. Milan dan Liverpool memang lebih layak masuk final, jauh lebih layak ketimbang Chelsea dan Manchester United.

Saya membayangkan betapa akan banyak bacotnya seorang Jose Mourinho apabila Chelsea yang melangkah ke final, sekaligus tentunya dianya sendiri yang akan mengungkit ungkit memori di tahun 2004 saat membawa Porto ke final Champion. Serta, betapa publik dan media massa Inggris akan mendongeng dan mengarang lebih banyak tentang seorang Wayne Rooney, yang katanya The Next Phenomenon. Bah! Kalau memang Rooney itu seperti yang selama ini di dongengkan oleh media massa dan publik Inggris, ga mungkin M.U cuma sampai semifinal, tentu dia bisa meloloskan M.U ke final Champion League dari dulu dulu semenjak kedatangannya di tahun pertama.

Sementara itu Chelsea, klub kacangan yang sejak pertengahan 90’an mencoba menjadi seperti Arsenal, akhirnya memang terbukti harus lebih banyak belajar dan mengumpulkan tradisi dulu. Secara team mereka memang masih belum layak masuk final Champion, meski secara individual pemainnya Chelsea memiliki kualitias pemain kelas Eropa yang sebenarnya layak.

Final

Milan adalah klub ketiga setelah Ajax dan Real Madrid yang dibela oleh Seedorf dalam final Champion. Sementara buat seorang Gerrard dari Liverpool, ini adalah final Champion untuk kedua kalinya dengan klub yang sama. Sayang, ditingkat timnas, kedua pemain ini ga pernah dapat apa apa. Padahal, timnasnya Gerrard sich konon katanya pernah jadi juara dunia, sementara timnasnya Seedorf pernah jadi juara Eropa. Meski sebenarnya keberhasilan timnasnya Gerrard menjuarai Piala Dunia tahun 1966 itu lebih banyak karena faktor tuan rumah dan kecurangan bantuan wasit.

Ah, sukurlah. Tidak terjadi all England final, dan dua klub sok hebat dan banyak omong yang bakalan makin banyak omong kalau berhasil masuk final Champion telah gagal. Mari tunggu final Liga Champion, dan buat saya. Mau Liverpool atau Milan yang juara, it does not matter. Yang penting bukan Chelsea yang memang sok hebat dan terlalu ambisius, atau M.U, yang akhirnya bakalan bikin si Manusiasuper jingkrak jingkrak. Ha ha!

Older Entries

%d bloggers like this: