Tanggapan Buat Komentar Menarik

16 Comments


Terima kasih yang sebanyak banyaknya saya ucapkan kepada saudara Dion. Atas komentar komentarnya di sini. Sungguh, yang seperti itulah yang selama ini saya tunggu tunggu. Anda telah membuat saya menjadi terinspirasi buat menulis lagi di blog yang mulai terlupakan oleh saya sendiri ini. Sekaligus artikel ini saya juga tujukan sebagai tanggapan dari komentar komentar anda. Saya mulai sekarang. More

S.T.O.P

21 Comments


STOP. Sebuah kata yang selalu di ajarkan dalam materi latihan dasar (latdas) IMPAS-B, terutama saat latdas ruangan. Kata itu merupakan singkatan dari Sit/stop, Thingking, Observe and Planning. Sangat dianjurkan terutama saat tersesat/kehilangan arah atau kemalaman di perjalanan melewati gunung dan hutan.

Pernahkah tersesat atau kemalaman? Saya rasa Bu Evy, Mas Erander atau para pecinta alam lainnya pernah merasakan hal ini, bahkan mungkin lebih berpengalaman dari saya. Hanya saja sekarang saya ingin menjadikan STOP ini dalam hal menulis blog saya, meski akan sedikit dibanding bandingkan dengan materi materi kepecinta alaman.

Saya ingin STOP dulu menulis, karena ide dan inspirasi mulai kering. Selain itu juga, keuangan yang makin menipis membuat durasi waktu ke warnet semakin singkat, mungkin saya masih bisa memberikan komen komen ga bermutu di blog rekan rekan, semoga saja. Mudah mudahan saja saya bisa lekas menulis lagi.

Sit/stop

Apabila anda tersesat atau kemalaman di jalan sehingga tidak bisa lagi menentukan arah, maka abjad pertama dari stop itu lah yang perlu anda lakukan. Sit/stop, bukan hanya itu artinya, namun lebih dalam adalah tenangkan fikiran, santai, jangan terburu buru karena justru akan membuat anda makin tersesat dan kehilangan arah. Bahkan bisa jadi kalau anda berangkat dalam jumlah yang cukup besar, tidak tertutup kemingkinan akan terjadi pertengkaran dalam menentukan arah dan tujuan.

Saya tidak merasa saya tersesat dalam menulis di blog, namun saya perlu menenangkan diri dan bersantai sejenak, dan salah satunya adalah dengan cara stop dulu menulis.

Thingking, Observe and Planning

Kalau sudah santai. Berfikirlah, berfikirlah dengan jernih, menurut saya kali ini benar benar harus menggunakan otak dan akal sehat. Kalau menggunakan nafsu atau emosi besar kemungkinan akan menjadi bahaya buat diri sendiri maupun tim. Contoh, di hamparan hutan anda tersesat, tepat didepan anda/tim anda terdapat bukit yang cukup tinggi, anda/salah seorang dalam tim terlalu yakin bahwasanya setelah bukit itu adalah jalan yang benar, dan anda melakukan perjalanan nekat mendakinya, sementara tujuan yang ingin dicapai belum tentu ada dibalik bukit itu. Plus kondisi fisik yang belum tentu memadai untuk dipaksakan menaklukkan medan, atau malah kondisi medan yang belum tentu bisa dilewati.

Mari menganalisa, liat dulu apakah fisik masih sanggup, apakah medan yang bakalan diterobos kira kira memang bisa ditaklukkan. Perhatikan dulu arah, matahari terbit/terbenam, fikirkan dan pertimbangkan kemungkinan terburuk, serta kondisi perbekalan dan peralatan. Kembali gunakan akal sehat. Mampukah melanjutkan perjalanan sambil mencari arah dalam gelap. Apakah tidak sebaiknya mencari tempat bermalam, perhatikan lagi keadaan sekitar. Kalau kalau ada sungai, atau tempat yang bisa digunakan untuk bermalam, perhatikan apakah kalau bermalam bisa membuat api, setidaknya carilah tempat bermalam yang datar sehingga nyaman untuk bercinta merebahkan diri. Dalam keadaan minimalis, selalu memperhatikan keadaan sekitar, kayu dan ranting untuk membuat api, pohon besar/lebat untuk dibuat bivoack alam. Dan lain sebagainya.

Pasti, pasti kalau sudah tenang, berfikir jernih dan mengamati keadaan sekitar dan kemampuan diri sendiri. Rencana yang matang dan terkonsep pasti bisa dibuat dan dilakukan. Termasuk misalnya, kalau memutuskan untuk bermalam, esoknya bisa bangun pagi pagi sekali sehingga bisa melihat matahari terbit agar dapat membantu menentukan arah.

Begitu juga tulisan tulisan saya. Apa saja yang sudah saya tulis? Mungkin saya perlu mengkonsep ulang blog saya agar konsisten dalam satu gaya bahasa dan topik? Bagaimana juga tampilannnya? Keterbatasan saya dalam pengetahuan komputer dan berbagai cabang ilmunya yang membuat blog saya amburadul dan tampilannya ga karuan. Maka saya pun harus membuat rencana baru, setidaknya merenung. What have I done? Kalau sudah, biar nanti saya ambil keputusan, izinkan saya istirahat menulis, menentukan serta merancang draft untuk tulisan beserta topik dan gaya bahasa selanjutnya.

Slank Makin Melegenda Dewa 19 Makin Basi

137 Comments


Perhatian. Artikel ini amatlah subjektif. Kalau merasa belum siap mental, atau mengaku ngaku merasa Baladewa sejati. Silakan baca artikel yang berjudul Antara Slank dan Dewa 19 atau ini dulu.

2007. Slank mengeluarkan album akustik berjudul “Slow But Sure”. Tak ketinggalan Dewa 19 dengan “Kerajaan Cinta” nya. Slank melakukan sebuah revolusi dengan mengeluarkan album akustik, sebuah konsep album yang belum pernah digarap sebelumnya plus lagu lagu yang memang previously unreleased. Dewa 19? Basi, dengan cuma 2 lagu baru yang dilengkapi dengan lagu lagu lama yang sebagian diantaranya diaransemen ulang.

Slank masih tetap slenge’an, potret anak muda dan tidak ketinggalan memunculkan sesuatu yang selama ini menjadi salah satu ciri khasnya: topik sosial. Dewa 19 makin sok puitis dan sok romantis, mengangkat tema tema cinta yang kadang terlalu menggebu gebu atau berlebihan.

Slank masih bertahan dengan ide idenya yang sekaligus juga masih kreatif. Bimbim tidak berusaha menjadi penggerak tunggal band besar ini. Masih ada lagu lagu yang di ciptakan bukan oleh Bimbim. Bahkan ada satu lagu yang menurut saya akan menjadi lagu kebangsaannya Kaka Slank dan para Scooter mania : “My Scooter Love”.

Dewa 19 mulai kehabisan ide, Dhani makin menunjukkan otoritas tunggalnya sebagai pencipta, pengaransemen sekaligus produser album Dewa 19. Musik Dewa 19 malahan terkesan jalan ditempat, sekaligus ini menunjukkan bahwasanya Dhani belum mampu menemukan aransemen dan lagu lagu baru untuk dicontek dan dicampur adukkan. Seperti yang pernah ia lakukan dalam lagu Arjuna Mencari Cinta.

Dengarkan lagu “Arjuna Mencari Cinta” dari Dewa 19 di album keenam. Kemudian dengarkan lagunya Sting yang berjudul “Roxxane”, itulah lagu yang aransemennya dicomot Dhani. Sedangkan untuk mengisi lyricnya ia melakukan terjemahan bebas dari sebagian lyrics lagu U2 yang berjudul “I Still Haven’t Found What I’m Looking For”. Sedikit contoh :

I have climbed highest mountain
I have run through the field
Only to be with you
Sudah kudaki gunung tertinggi hanya untuk mencari dimana dirimu
Sudah kujelajahi isi bumi
Hanya untuk dapat hidup bersamamu

Wanna find more? Click Here!

Bimbim makin romantis dengan istrinya, lagi lagi ia membuatkan lagu special buat Reny yang berjudul “Me & Reny”. Dhani mengais sisa sia kemesraannya dengan Maia Ratu lewat lagu “Dewi”nya. Lagu lagu di album baru Slank menunjukkan bahwa mereka tidak menghilangkan ciri khas, tapi tidak memaksakan lagu untuk menjadi seperti lagu lagu terdahulu yang pernah sukses.

Berbanding terbalik dengan 2 lagu baru Dewa 19 yang jelas sekali aransemennya mengekor kesuksesan aransemen lagu lagu terdahulu yang komersil. Bahkan lagu “Dewi” di telinga saya terdengar seperti lagu iklan Yamaha, artinya Dhani sedang kering kreatifitas, ia hanya memodifikasi lagu! Bukan mengkomposisi sesuatu yang baru. Mungkin ia terlalu sibuk dengan proyek sampingan macam “Obsesi Dewa Mencari Dewi Dewi”.

Slank tetap rendah hati, tidak pindah distributor sekaligus membuktikan kesetiaan mereka pada Virgo Ramayana Record yang menerbitkan dan membesarkan mereka. Dewa 19 (Dhani) sangat angkuh dan ambisius dengan memindahkan manajemen Dewa 19 ke disributor baru EMI. Meninggalkan Aquarius Musikindo yang menerbitkan dan membesarkan nama Dewa 19. Bimbim tidak menunjukkan individualistisnya dengan tidak menamai Slank Record dan Pulau Biru Production menjadi Bim’s Record atau Bimbim Production. Dhani menunjukkan egonya dengan menamakan proyeknya menjadi Ahmad Dhani Production.

Semakin terbukti, kekeluargaan di Slank, dan kebebasan dari Bimbim membuat Slank tetap bertahan dan terus melegenda. Otoritas Dhani di Dewa 19, membuat Dewa 19 mandek dalam ide, sekaligus memecah belah band ini lebih sering daripada Slank. Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 3.0 Tanpa Adaptasi.

Older Entries

%d bloggers like this: