Untuk Anakku


anakku, ingatlah hari itu.
Ibu mu mungkin berjuang dengan hidup dan mati ketika melahirkanmu, maka ingatlah pula perjuangan Ayah mu…
selama 9 bulan ibumu mengandung
selama 9 bulan jualah ayahmu berjuang mencari nafkah dan rezeki berlebih… guna membayar yang bahkan lebih dari yang sekedar tertera di kertas itu.

sekarang ayah mengerti, betapa kakek dan nenekmu dulu berjuang membesarkan ayahmu dan ibumu, maka inilah saatnya ayahmu menjadi laki2, yang berjuang untuk anak dan istrinya…. Jangan pernah menjadi durhaka anakku, dan janganlah engkau kelak menjadi beban orang lain

Post from Android


This is only a test

Memahami Pelemahan Rupiah (Secara Benar)


1. TAMBANG2 di Kalsel punya kontrak kerja jangka panjang dengan asing! Contoh yang kantornya didepan rumah saya. Tak perlu saya sebutkan nama, yang jelas mereka tak terpengaruh dengan industri dan pasar Tiongkok!

2. Tambang2 yang mati adalah yang ekspornya ke Singapura atau Korea atau bahkan jual bebas… untuk yang ini, mereka pure terpengaruh atas kenaikan harga dollar

3. Regulasi bank yang semakin “parno”, atau katakanlah selektif dalam memilih nasabah telah mematikan usaha properti. Tidak atau belum signifikan namun tetap telah membuat nasabah berkurang. Kalau sekelas Ciputra mungkin tak terpengaruh, tetapi kelas lokal? Silakan buktikan sendiri di lapangan.

Jadi kesimpulannya; negara ini memang sakit parah! Solusinya? Ya bubarkan! Kalau misalnya batubara dan sawit kalimantan tak dijual, mau apa itu Malaysia, singapura, korea, india, bahkan pulau jawa!

Litter Press

(Revisi 25/8, 9.53: beberapa orang menganggap bahwa masalah reaksi berlebihan (a.k.a. lebay) pasar perlu diperjelas di artikel ini. Tambahan tulisan berwarna biru)
(Revisi 25/8, 21:13: memperjelas bahwa industri yang terkena cacat bawaan adalah industri yang diproteksi dari persaingan dengan produk luar negeri. Beberapa industri yang tidak diproteksi malah seringkali dihambat dengan penegakan hukum yang lemah dan regulasi yang berbelit)

Oke, jadi kemarin sore kurs Rupiah terhadap Dollar AS untuk pertama kalinya tutup di atas 14.000. Seperti biasa, banyak orang yang tidak mengerti dasar-dasar ilmu ekonomi mulai bicara seolah-olah tahu apa duduk perkara pelemahan Rupiah.

Pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita semua: mengapa bisa kurs Dollar AS (selanjutnya USD) terhadap Rupiah (selanjutnya IDR) mencapai 14.000? Salah siapakah sehingga Rupiah bisa loyo? Apa yang akan terjadi?

Dan seperti biasa, setelah kita bertanya-tanya, pemerintah menjadi pihak pertama yang langsung disalahkan atas pelemahan Rupiah (ada benarnya, namun tidak sepenuhnya benar). Kemudian reaksi berikutnya…

View original post 2,396 more words


Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 23 hours ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: