Bid’ah=Sesat=Tidak Beragama?

Bismillahirohmanirohim. In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful.

Kronoligis kejadian adalah saat saya sedang putar putar di wordpress, kemudian menemukan sebuah temuan yang benar benar benar menarik saya untuk mediskusikannya dengan diri saya sendiri. Di salah satu blog yang masih tergabung dalam “Komunis”tas komunitas wordpress ini, saya menemukan tulisan yang sungguh sungguh mengejutkan hati dan fikiran saya sebagai seorang Muslim. Sebelum saya membahasnya, saya mohon dengan sangat bagi pemilik blog yang tulisannya saya kutip. Agar sekiranya dapat memahami dan mencerna tulisan saya dengan baik, juga harap maklum bahwa saya tidak menyerang ataupun membenci blog anda, namun saya ingin membahas tulisan yang anda cantumkan.

Karena saya adalah Generasi Biru yang cinta damai, karenanya saya tidak suka menyerang pribadi orang lain, tapi saya suka dengan diskusi bermutu. Saya juga tidak ingin menebarkan atau menanamkan kebencian, jika kemudian ada yang merasa tersinggung atau tidak terima, baik itu yang Muslim atau yang beragama lain. Silakan protes, tapi gunakan bahasa yang sopan intelek dan mencerminkan bahwa isi otak anda bukan sebesar batu kerikil atau sebesar sebiji kacang ijo, minimal tidak menggunakan dan memasukkan binatang peliharaan menjadi kata kata makian.

Kalau memang harus memaki dan tidak dapat lagi menahan diri untuk mengeluarkan sumpah serapah, gunakan saja makian dan sumpah serapah macam : Bagus Sekali! Hebat, anda memang Jenius, atau Ganteng Banget Sih Kamu. Atau sekalian saja berkomentar yang lucu dan konyol!!!!

Sebelum anda muntah ataupun sakit perut membaca tulisan yang tidak mutu ini, lebih baik anda mundur sekarang. Gimana? masih mau lanjut? Baiklah saya mulai saja. Tolong di baca baik baik, dengan ketelitian penuh, dengan fikiran dulu, baru dengan hati. Yang saya kutip adalah:

Al Fudlail Bin Iyyadl berkata, “Siapa yang duduk dengan ahli bid’ah maka berhati-hatilah darinya dan siapa yang duduk dengan ahli bid’ah tidak akan diberi Al-Hikmah. Dan saya ingin jika antara saya dan ahli bid’ah ada benteng dari besi yang kokoh. Dan saya makan di samping Yahudi dan Nashrani lebih saya sukai daripada makan di sebelah ahli bid’ah.” (Al-Lalikai 4/638 no. 1149)

Pembahasan dan argumen saya:

Al Fudlail Bin Iyyadl : Jujur saya tidak tau siapa orang ini, apakah dia orang Arab, orang Iran, orang India atupun orang Indonesia dengan nama kearab araban. Yang jelas dia bukan salah satu dari empat sahabat dari Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Jadi, Siapakah beliau? Baiklah, anggap saja salah satu orang alim sekelas Jalaludin Rumi atau Al Ghazali.

Siapa yang duduk dengan ahli bid’ah maka berhati-hatilah darinya : Maksudnya saya tau, jangan kamu berkumpul atau berkawan dengan orang yang sesat, jangan berkumpulnya sudah sangat jelas sekali bagi saya, tidak saya protes. Bid’ah, saya tau ini artinya sesat kalau bukan kafir. Hanya saja, kata kata “sesat”nya yang bagaimana yang sampai sekarang masih belum jelas. Kenapa? Karena saya adalah orang yang tidak sesat sedangkan orang orang yang beragama Kristen, Hindu, Buddha dan agama lainnya termasuk Atheis adalah sesat, itu adalah kata saya. Tapi saya adalah sesat kata orang dengan agama lain, kata seorang Kristen atau Buddha saya adalah sesat, diliat dari sudut pandang mereka. Jadi kata kata sesat ini ingin saya minimalisasikan kepada satu aliran dulu. Yaitu atheis, anggap saja semua agama itu benar baik, maka yang tidak baik adalah yang tidak beragama. Dan yang tidak beragama adalah sesat alias bid’ah.

Kemudian, maka berhati hatilah darinya. Oke, saya juga tidak tertarik membahas ini, karena saya pada hakekatnya adalah juga seorang manusia yang selalu berhati hati kepada orang lain, dengan cara menaruh prasangka buruk baik, sebelum berprasangka buruk.

Siapa yang duduk dengan ahli bid’ah tidak akan diberi Al-Hikmah : Jelas, tak perlu lagi dibahas panjang lebar. Kecuali yang dimaksud Al Hikmah itu bukan seperti yang saya tau selama ini, ataukah ada versi pengertian hikmah yang lain?.

Dan saya ingin jika antara saya dan ahli bid’ah ada benteng dari besi yang kokoh : Artinya si penulis ingin sejauh mungkin dari orang yang disebut Bid’ah, bagaimanapun, kalau perlu pakai benteng besi.

Dan saya makan di samping Yahudi dan Nashrani lebih saya sukai daripada makan di sebelah ahli bid’ah : artinya dia lebih baik berkenalan, bersahabat baik dengan Yahudi dan Nasrani ketimbang orang bid’ah alias sesat.

Al Fudlail Bin Iyyadl, adalah orang yang tidak sesat alias tidak bid’ah*. Tidak mau bertegur sapa dengan ahli bid’ah*, tidak mau kenal dengan ahli bid’ah*, sejauh mungkin menghindari ahli bid’ah. Dan lebih memilih berkawan dengan Yahudi atau Nasrani ketimbang ahli bid’ah*.*Kesimpulan Bid’ah untuk sementara disepakati sebagai sesat dan tidak beragama

:::::::::::::

Secara keseluruhan, orang ini jelas jelas bukan manusia yang utuh. Kenapa? Karena menurut Kuntjaranigrat (kalau tidak salah) manusia itu adalah makhluk sosial yang berinteraksi dengan manusia lainnya. Dan orang ini telah menghapus salah satu jenis manusia dalam agenda keramahtamahannya, yaitu orang yang bid’ah, meski sebenarnya konteks bid’ah itu sendiri sebenarnya belum begitu jelas.

Dia juga tidak memperdulikan bahwasanya manusia itu diciptakan berbeda beda untuk saling mengenal, bukan untuk saling memperbesarkan perbedaan. Maaf, sekali lagi maaf buat orang orang yang merasa agamanya terbawa bawa. Menurut saya 2 orang yang saling berbeda agama bertemu, itu lebih bahaya daripada pertemuan 2 orang yang satu beragama yang satu tidak punya agama. Kalau yang satu beragama dan yang satu lagi beragama tapi beda, ada kemungkinan mereka saling curiga, saling fitnah dan bisa bisa saling menumpahkan darah!

Kalau yang bertemu itu adalah 1 orang yang beragama dengan satu orang yang tidak beragama, maka yang beragama bisa mendapat pahala dengan cara memberi penyegaran kepada yang belum beragama atau yang pernah beragama lalu ditinggalkan. Bukankah pertemuan tersebut bisa menjadi suatu ajang penyebaran agama?

Lagipula, lebih utama menyebarkan agama kepada orang yang tidak beragama daripada menyebarkan agama kepada orang yang sudah beragama. Sehingga, kadangkala duduk dengan orang bid’ah itu lebih penting ketimbang orang tidak bid’ah, siapa tau banyak pelajaran dari situ. Siapa tau dalam diskusi kita, kita bisa mengetahui sebab musyabab ia melepaskan agamanya, sehingga kita bisa menjaga agar diri kita sendiri tidak melepaskan agama yang sudah kita anut.

Ingat, manusia adalah makhluk sosial. Beragama atupun tidak, kita tetap menjadi makhluk sosial yang saling memerlukan satu sama lain. Jangan apatis dengan orang lain, jangan menebarkan kebencian, kesan yang tertangkap dari tulisan diatas adalah pengkucilan dan penanaman bibit kebencian terhadap segolongan manusia, padahal sekali lagi saya katakan bahwa manusia itu adalah makhluk sosial, tercipta berbeda beda untuk menjadi suatu kesatuan.

Bahkan, kalau benar orang yang bid’ah itu memiliki definisi yang sama dengan manusia yang tidak beragama alias sesat, bukankah tidak sepantasnya kita menjauhi mereka? Bukannya lebih baik kita membantu mereka dengan cara memberi penyegaran rohani? Selama manusia itu tidak saling mengganggu, tidak pantas kita mengganggu manusia lain, jadi selama orang bid’ah itu tidak mengganggu iman kita, dalam artian tidak memaksa kita untuk melepaskan agama kita, kenapa kita harus membenci mereka? Apakah sudah lupa dengan hablum minannas? Sampai sampai menggunakan dinding besi segala, nanti justru dinding besi itu yang mengurung kita dalam kesendirian.

Serta, sebagai seorang Muslim, kenapa dia harus memilih untuk bergaul dengan Yahudi yang diciptakan Tuhan di dunia ini sebagai kaum yang nasibnya adalah untuk dibantai? Seperti pada zaman Fir’aun dan saat Hitler bersama Nazinya berkuasa. Tunggu saja suatu saat nanti Yahudi akan menjadi bahan holocaust lagi!. Kenapa juga harus lebih memilih Nasrani, yang jelas jelas seringkali oknum nya memaksa umat beragama Islam untuk mengikuti agama mereka? Bukankah Yahudi dan Nasrani itu tidak pernah puas sebelum kaum beragama Islam mengikuti mereka. Jika lebih memilih untuk makan disamping Nasrani dan Yahudi ketimbang orang tidak beragama, ada kecenderungan si penulis memiliki kesamaan dengan Yahudi dan Nasrani: Memaksakan kehendak, dan tidak pernah puas sebelum yang dipaksa mau menurut!

Ada satu lagi pertimbangan sebelum pembahasan ini saya hentikan. Seperti halnya Bang Tajib di sini, saya juga punya pertanyaan. Tanyakan pada diri sendiri dengan hati nurani masing masing, apakah kita semua sudah yakin seyakin yakinnya bahwa agama kita masing masing itu adalah benar? Darimana kita tau? Karena warisan orang tua kita atau guru kita yang teriak teriak bahwa agama ini adalah yang paling benar? Apakah sudah yakin kalau kitab kitab dan dalil dali yang selama ini dianggap dan dipercaya jadi patokan itu adalah murni?

Seorang Parallel Divergence sudah menyinggungnya disini. Hanya saja ia seorang atheis yang mempertanyakan bukan hanya ajaran agama tetapi juga keabsahan kitab suci Al Quran. Bagi saya pribadi, Al Qur’an adalah kitab suci yang memang tak mungkin salah, tapi penerjemahannya dan penafsirannya mungkin salah dan disalah gunakan. Maka bukan Qur’an nya yang salah, tapi manusia yang menterjemahkannya. Kalau Al Qur’an yang merupakan kumpulan kalimat kalimat langsung dari Allah, Tuhan yang sebenar benarnya Tuhan saja manusia bisa kepleset dalam kesalahan penerjemahan dan pengertian, sangatlah mustahil bagi manusia untuk tidak salah dalam mengartikan dan menterjemahkan buatan manusia, seperti halnya kutipan tadi. Kenapa? Karena manusia itu tidak pernah luput dari salah dan dosa.

Karena itulah saya mempertanyakan kebenaran dan ke’valid’an (validity) dari pernyataan Al Fudlail Bin Iyyadl yang saya kutip itu. Ya siapa tau saja ada kesalahan penerjemahan, siapa tau arti sebenarnya adalah:

Barang siapa yang duduk dengan ahli bid’ah, maka berhati hatilah darinya dengan cara menasehatinya (hati hatilah dalam menasehatinya, jangan membuatnya tersinggung dengan memulai kata kata dengan kata KAFIR™), jika tidak, maka tidak akan mendapat hikmah. Dan saya ingin jika diantara saya dan ahli bid’ah ada perbedaan yang jelas, yaitu perbedaan sikap dan tata cara menjalani kehidupan antara orang yang beragama dan memiliki petunjuk, dengan orang yang tidak beragama dan memiliki petunjuk. Dan saya lebih suka dikatakan sebagai umat beragama seperti halnya umat terdahulu yaitu Yahudi dan Nasrani, ketimbang menjadi umat yang tidak beragama.

Bukannya seperti yang tertulis di blog :Siapa yang duduk dengan ahli bid’ah maka berhati-hatilah darinya dan siapa yang duduk dengan ahli bid’ah tidak akan diberi Al-Hikmah. Dan saya ingin jika antara saya dan ahli bid’ah ada benteng dari besi yang kokoh. Dan saya makan di samping Yahudi dan Nashrani lebih saya sukai daripada makan di sebelah ahli bid’ah

31 Responses to “Bid’ah=Sesat=Tidak Beragama?”


  1. 1 helgeduelbek 30 March 2007 at 08:11

    Peace !🙂 nokomen dan sudah saya simak, tapi gak punya cukup ilmu nih. terimakasih paparannya.

  2. 2 Odoy 30 March 2007 at 09:42

    fourtynine? –> 1949 bukan?
    *mulai menebak2*
    *detective google mode ON*

  3. 3 Odoy 30 March 2007 at 09:52

    Sama seperti helgeduelbek.
    Saya cuma bisa berandai-andai, andaikan kedua belah pihak yang sedang “berperang” di blogosfer memakai bahasa spt fourtynine ini. Minimal salah persepsi bisa dikurangi. Maklumlah salah satu pihak terbiasa memahami secara tekstual.

  4. 4 joerig 30 March 2007 at 10:59

    menyejukan hati …🙂

    eh … ngomong-ngomong … avatarnya yg baru bagus …🙂 …
    kaya partai buruh dan tani… clurit lambang tani, palu lambang buruh … hehehe aku cuma guyon lho mas…sumpah !!!🙂

  5. 5 joesatch 30 March 2007 at 11:17

    cerdas!
    fantastik!
    superb!

  6. 6 Fourtynine 30 March 2007 at 12:11

    @Helge
    Peace!!!
    @Odoy
    49=Nomor anggota saya di Pecinta Alam
    @Odoy Lagi& Joesatch
    Maksih ya? sebenarnya pujian adalah hal berbahaya buat saya,nanti jadi jumawa. He he…
    @Joering
    Link nya ko ilang terus?saya akan jelaskan lebih detail tentang avatar saya.
    @buat semanya
    Sekali lagi! Peace!!!!!

  7. 7 joerig 30 March 2007 at 12:26

    http://joerig.wordpress.com/ ….🙂

    kok bisa ilang yah … ???????

  8. 8 Fourtynine 30 March 2007 at 12:38

    Udah saya link

  9. 9 agorsiloku 30 March 2007 at 19:00

    Setahu saya bid’ah itu tidak sama dengan sesat.
    Bid ah adalah aktivitas, kegiatan, aturan yang dibuat, tapi tidak ada pada zaman nabi.

  10. 10 Fourtynine 31 March 2007 at 21:56

    @Agorsiloku
    Pencerahan yang luar biasa dari mas Agor. tidak salah saya menempatkan mas Agor sebagai Aktor Intelektual dalam blog saya.

  11. 11 wadehel 4 April 2007 at 17:23

    Waaaaaks… Jadi kecenderungan sama antara Islam, Nasrani dan Yahudi  (mungkin) adalah:

    Memaksakan kehendak, dan tidak pernah puas sebelum yang dipaksa mau menurut!

    Pantas saja saling bantai. Hayo para atheis, berdirilah jadi penengah! Hehehe. Tapi, mungkin ga ya, para pemeluk agama ini bisa bersatu dan rukun kalau sedang memusuhi para atheis?

  12. 12 Fourtynine 4 April 2007 at 19:32

    anu Hel,mungkin baru bisa bersatu kalau sudah diserang rame rame oleh kaum lain, seperti misalnya umat Islam diserang Yahudi

  13. 13 Kurtubi 27 April 2007 at 21:45

    dalil martil…..

    konon jika islam kultur tidak mengatur
    para pembelajar yang sukanya bertutur
    namun tak jua menempuh jalan akur
    bicaralah kata: dia yang paling manjur
    kamu hanya pengekor! tak tahu mujur!

    lihat guruku, berhati besi berkawat duri
    siapapun coba-coba berberdiri
    tak sobek-sobek mulut para para santri
    yang berani-berani mencari dalil berduri

    hatiku telah bersuci zam-zam
    sedang kamu masih saja di sini bertanam
    tau gak, zam-zamku mengalir dari surga adam
    airmu dari comberan berbau jahanam
    akulah penghuni surga adam
    engkaulah penghuni jahanam
    sebab airmu berbau comberan
    meskipun kamu wali sezaman
    tapi dasar kamu comberan

    berdalil-berdalil mencari martil
    buat memaku semua kayu-kayu ganjil
    yang berserakan di negeri orang-orang kerdil
    katanya dasar kerdil, dikasih martil
    masih suka nyentil

    lalu berdalil-berdalil mencari kampak
    tuk memotong tali-tali pengikat
    agar putus brantakan para pemikat
    katanya dasar tali keparat
    dipotong sana-sini tak mau sekarat

    putus asa lalu berdoa:
    oh tuhanku kenapa masih berserak orang2 ini
    bukankah mereka perusak aliran cahaya nabi
    sebab mereka suka bidah-bidah tapi masih bisa menari
    bahkan disuka semua orang di jagad hayati
    bahkan disuka semua orang di jagad hewani
    bahkan mengalir nyanyian sahdu di bumi
    bersaudara antar agama disemua lini
    mereka akur bak bidadari
    padahal mereka bukan salafi
    tapi bisa bersama dalam karya dan seni bela diri
    sedang tariankami runcing-runcing kaya duri
    apakah salah kami …..

    maaf mas komentarnya kepanjangan….
    salam kenal dari santribengal

  14. 14 Kurtubi 27 April 2007 at 21:48

    dalil martil…..

    konon jika islam kultur tidak mengatur
    para pembelajar yang sukanya bertutur
    namun tak jua menempuh jalan akur
    bicaralah kata: dia yang paling manjur
    kamu hanya pengekor! tak tahu mujur!

    lihat guruku, berhati besi berkawat duri
    siapapun coba-coba berberdiri
    tak sobek-sobek mulut para para santri
    yang berani-berani mencari dalil berduri

    hatiku telah bersuci zam-zam
    sedang kamu masih saja di sini bertanam
    tau gak, zam-zamku mengalir dari surga adam
    airmu dari comberan berbau jahanam
    akulah penghuni surga adam
    engkaulah penghuni jahanam
    sebab airmu berbau comberan
    meskipun kamu wali sezaman
    tapi dasar kamu comberan

    berdalil-berdalil mencari martil
    buat memaku semua kayu-kayu ganjil
    yang berserakan di negeri orang-orang kerdil
    katanya dasar kerdil, dikasih martil
    masih suka nyentil

    lalu berdalil-berdalil mencari kampak
    tuk memotong tali-tali pengikat
    agar putus brantakan para pemikat
    katanya dasar tali keparat
    dipotong sana-sini tak mau sekarat

    putus asa lalu berdoa:
    oh tuhanku kenapa masih berserak orang2 ini
    bukankah mereka perusak aliran cahaya nabi
    sebab mereka suka bidah-bidah tapi masih bisa menari
    bahkan disuka semua orang di jagad hayati
    bahkan disuka semua orang di jagad hewani
    bahkan mengalir nyanyian sahdu di bumi
    bersaudara antar agama disemua lini
    mereka akur bak bidadari
    bersama dalam karya dan seni bela diri
    sedang tariankami runcing-runcing kaya duri
    apakah salah kami …..

  15. 15 Fourtynine 29 April 2007 at 14:17

    @Kurtubi
    Salam kenal juga, makasih ya komennya mantab banget

  16. 16 Fourtynine 29 April 2007 at 14:18

    Oh iya, sorry sempat kena sensor komennya. Ga sengaja….sorry ya

  17. 17 WILDAN 7 May 2007 at 09:08

    MAS SAYA MAU TANYA..
    INI A G A M A APA?

  18. 18 Fourtynine 8 May 2007 at 11:44

    @Wildan
    Agama saya? apa agama yang lagi di bahas?

  19. 19 Bajaj 30 May 2007 at 17:29

    “Serta, sebagai seorang Muslim, kenapa dia harus memilih untuk bergaul dengan Yahudi yang diciptakan Tuhan di dunia ini sebagai kaum yang nasibnya adalah untuk dibantai? Seperti pada zaman Fir’aun dan saat Hitler bersama Nazinya berkuasa. Tunggu saja suatu saat nanti Yahudi akan menjadi bahan holocaust lagi!.”
    Salam kenal Mas Farid, apakah benar Sang Maha Segalanya itu benar2 menciptakan suatu suku bangsa yg nasibnya adalah utk dibantai?? Kalau benar (ga mungkin benar) Gelar Sang Maha Pengasih tidak bisa dipakai lagi selamanya. Saya hanya takut Dia marah dgn Mas Farid utk pernyataan diatas.

    @Bajaj
    Kayanya engga Mas, soalnya saya yakin ko,Tuhan menciptakan yang baik dan buruk, seperti halnya bangsa Mongol yang barbar itu.

    Meski saya ga merasa kalau saya adalah orang baik, paling tidak saya tidak sejahat Yahudi, yang menganggap darah ras lain adalah darah binatang

  20. 20 rahmat 30 August 2007 at 19:47

    Mas percaya sama Tuhan nggak ? Kalau percaya dengan Tuhan tolong dipertimbangkan lagi hipotesa anda yang dapat saya kutip lebih kurang begini : Lebih baik 2 orang bertemu, yang saru beragama dan yang satu tidak beragama, dari pada 2 orang bertemu tapi beda agama. Nanti bisa saling curiga.
    Kalau memang percaya sama Tuhan,(tentunya percaya karena ngakunya kan Islam), pertemuan 2 anak manusia yang saling beda agama menjadi satu, itu namanya angrah Tuhan. Tangan Tuhan ikut campur tangan didalam mempertemukan dua anak menusia yang berbeda jenis begitu juga agamanya. Sebenarnya orang sakit yang perlu obat, bukannya orang sehat perlu diobatin. Tuhan tidak pernah membeda-bedakan. Manusia lahir kedunia tanpa sehelai kainpun, namun setelah si manusia mulai mengerti, meniru dan diajar, maka si manusia itu mulai membentuk dan membuat perbedaan untuk manusia itu sendiri

  21. 21 ojodumeh 31 August 2007 at 11:32

    Weleh2…kok ribut2 membahas yang Anda2 tidak tahu “ilmunya”, semua bahasan Anda2 cuman “Kopi Paste” ide atau opini orang laen… he he he gitu aja Anda2 sudah “merasa” paleng “pinter” akhirnya jadi “KEMERUH” trus “keblinger”.🙂

  22. 22 rahmat 1 September 2007 at 10:49

    Mas Ojodumeh, “Ilmu” apa yang dimaksud. Firman atau tafsir atau tradisi. Setahuku kalau dalam firman, tidak ada yang melarang pertemuan 2 anak manusia yang berlainan jenis dan agamanya. Sesat, yang menyebut manusia itu sesat siapa. Bukankah sesat itu pendapat manusia itu sendiri (subyektip).
    Yang pasti kalau kami suka akan pembahasan ini, apa anda kebakaran jenggot ?

  23. 23 aibnu 1 September 2007 at 19:07

    Al’Baqarah 204 : “ Dan diantara manusia ada orang yang ucapanya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah isi hatinya , padahal dia adalah penentang yang paling keras “.
    Al’ Mukminun – 4 : “ Kamu akan merasa kagum dengan tubuh mereka (= kaum kafir ) dan kamu akan mendengarkan suaranya , sesungguhnya mereka itu ibarat sepotong kayu yang bersandar . Mereka mengira teriakan keras itu ditujukan kepada mereka “ .
    QS al ‘ Baraah 107 : ” Orang-orang yg membangun mesjid karena akan menimbulkan bencana, karena kekafiran, karena hendak menimbulkan perpecahan diantara orang-orang beriman dan karena menyambut orang yang sejak dahulu telah memerangi Allah dan Rasul-Nya….mereka berkata sumpah : ” Kami mengingini kebaikan”. Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu pendusta”
    Yunus 99-100 : “ Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu beriman semua orang yang ada di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu memaksa supaya mereka menjadi orang-orang beriman semuanya ?. Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak menggunakan aqalnya “.
    Al Baqarah 256 : “ Tidak ada paksaan untuk agama . Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang teguh kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus . Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
    Fushilat 26 : (Ucapan kaum kafir) : “Janganlah kamu mendengarkan dengan sungguh-sungguh akan Al’Quran itu dan buatlah kegaduhan terhadapnya supaya kamu dapat mengalahkannya”.
    Qs al’Mukminun 110-111:” Tetapi kamu jadikan mereka (mumin) bahan olok-olokan, sehingga kamu lupa… waktu kamu mentertawakan mereka…sesungguhnya mereka itu orang-orang yg menang”.
    Al’Muntahanah – 2 : “ Jika Mereka menangkap kamu , maka mereka akan mengulurkan lidah dan tangan mereka untuk menyakiti kamu (=mencaci, menghina & menyiksa) . Mereka ingin mengembalikan kamu kepada kekafiran “ .
    Ali Imran 123 :” Sesungguhnya Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar , padahal kamu adalah orang-orang yang dianggap lemah. Karena itu bertaqwalah kepada Allah , Supaya kamu menjadi orang-orang yang bersyukur “.
    At Taubah 25-27 :” Sesungguhnya Allah telah menolong kamu di medan peperangan yang banyak , dan pada perang Hunain , yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu , maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun , dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu , kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai . Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang beriman , dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tidak melihatnya , dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang kafir . Hai orang-orang yang beriman sesunguhnya orang-orang yang musyrik itu najis , maka janganlah mereka medekati Mesjidilharam sesudah tahun ini . Dan jika kamu kawatir menjadi miskin , maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya jika Dia menghendaki ( = fakta ternyata negara2 muslim, Arab Saudi dan sekitaranya ternyata penghasil minyak bumi terbesar didunia dan mereka negara2 makmur, tidak seperti jaman Nabi ) . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana “.
    Yunus 99-100 : “ Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu beriman semua orang yang ada di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu memaksa supaya mereka menjadi orang-orang beriman semuanya ?. Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak menggunakan aqalnya “.
    Al’Mulk 5 :” Sesunguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang “.
    :Al Hajj 5 : ” …dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah “.
    An Naml 60 : “ …Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah “.
    An Nahl 6 : “ Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya ( = ternak) , ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ketempat pengggembalaan “.
    At Tagabhun 3 :” …Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu…”.
    Qs al’Baqarah 221: “Janganlah kamu kawini wanita2 musyrik, sebelum mereka beriman, dan sesungguhnya hamba wanita yg beriman itu lebih baik daripada wanita2 musyrik itu meski kamu suka padanya. Dan janganlah kamu kawinkan wanita-wanita yang beriman dgn pria-pria musyrik, sebelum mereka beriman, sesungguhnya hamba pria yang beriman itu lebih baik daripada pria2 musyrik itu meski kamu suka padanya”.
    QS Al ‘Anam 136 : ” Dan mereka mempersembahkan bg Allah satu bagian dr tanaman dan ternak yg telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka:” Ini untuk Allah dan ini unt berhala2 kami”. Maka saji2-an yang diperuntukan bagi berhala2 mereka tidak sampai kepada Allah, dan (sedangkan) saji2an yg diperuntukan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka….”.
    Qs al’Baqarah 155-156 :” Dan sesungguhnya akan Kami berikan sedikit cobaan kepada kamu berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa & buah2an . Dan sampaikan kabar gembira kepada orang2 yg sabar…yg apabila tertimpa musibah mengucapkan :”Sesunguhnya kami kepunyaan Allah & hanya kepada-Nya-lah kami kembali” .
    Qs Al’Maidah 110 : Ketika Allah mengatakan “ Hai Isa putra Maryam ingatlah nikmat Ku kepadamu dan kepada ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus . Kamu dapat berbicara dengan manusia sewaktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa dan diwaktu Aku mengajarkan kamu menulis hikmah, Taurat dan Injil dan di waktu kamu membentuk dari tanah yang berupa burung dengan izin Ku , lalu kamu meniup padanya , lalu bentuk itu menjadi burung * (* Pen : mukzizat yang ini tak ada kisahnya dalam Injil saat ini ), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin Ku dan diwaktu kamu mengeluarkan orang mati dari dalam kubur >
    Al Insan 3 : “ Sesunguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur , ada pula yang kafir “.
    At’Thaha 124 : “ Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku , maka baginya kehidupan yang sempit .”
    An Nahl 106 : “ Kecuali orang yang dipaksa kafir tetapi hatinya tetap beriman “.

  24. 24 zal 3 September 2007 at 14:54

    ::049,😆 wadehelnya lagi datang nih…he…he…, emanglah paling jagolah buat menampilkan debat…!!!! salut… (biar sekalian nambahin pujiannya joe…siapa tahu kali ini terbenam…)

  25. 25 Sylvestre Gabriel 1 November 2008 at 14:31

    Tuhan itu agamanya apa???

  26. 26 Sylvestre Gabriel 1 November 2008 at 14:33

    Tuhan itu agamanya apa???


  1. 1 Salafy Bikin Ulah Lagi. Dan Kali Ini Saya Tidak Boleh Diam™ « I’m not King, Queen, or Gods. I’m just Slankers Trackback on 26 April 2007 at 11:00
  2. 2 Menulis Skripsi dan Menulis Blog. Next Chapter « Parking Area Trackback on 8 June 2007 at 17:25
  3. 3 Ketika Tuhan Telah Mati « Generasi Biru Trackback on 6 December 2007 at 16:40
  4. 4 Bid’ah=Sesat= Tidak Beragama? « Mereka Bicara Salafy n Wahabi Trackback on 28 January 2008 at 20:35
  5. 5 Salafy Bikin Ulah Lagi. Dan Kali Ini Saya Tidak Boleh Diam | Inilah-Salafi-Takfiri.com Trackback on 7 November 2013 at 00:27

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 23 hours ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: