Menjual Mimpi

Gara gara sekarang cuma ada satu televisi di rumah, maka saya terpaksa ikut ikutan menoton acara setantron di RCTI yang judulnya Upik Abu dan Laura. Meskipun sekarang akhirnya saya lebih memilih untuk menghindari televisi, namun ada beberapa kesan yang sempat tertangkap dalam kisah tersebut.

Pertama: Kemiripan dengan kisah Pendekar Super Sakti karya penulis terkenal pada jamannya: Asmaraman S Kho Ping Hoo. Dalam Pendekar Super Sakti dikisahkan bahwasanya Han Han memiliki seorang adik perempuan yang merupakan adik angkat. Dan tanpa sadar mereka berdua saling mencintai. Sementara pada saat Han Han sadar bahwasanya dirinya mencintai adik angkatnya, Han Han adalah seorang suami daripada seorang Puteri Keturunan Raja. Han han aslinya adalah keturunan seorang pendekar besar sekaligus juga sastrawan kaya yang hidupnya penuh derita karena kehilangan orangtuanya sejak kecil.

Dalam sinetron RCTI yang diputar setiap pukul tujuh malam waktu Indonesia Tengah itu, Rangga (diperankan oleh Irwansyah), memiliki seorang adik kandung bernama Opi (diperankan oleh Alyssa Soebandono). Rangga ini dicintai oleh Laura (diperankan oleh Cinta Laura). Dimana seiring berjalannya kisah, Rangga ternyata adalah seorang anak orang kaya alias keturunan orang tajir yang punya warisan segudang.

Opi ternyata bukan adik kandung Rangga melainkan hanya adik angkat, sehingga Opi pun menyadari bahwasanya dirinya mencintai Rangga lebih dari cinta seorang adik kepada kakaknya. Seperti halnya Lulu, adik angkat Han Han yang menyadari bahwasanya dirinya hanya mencinta seorang Han Han dan menginginkan kakaknya itu menjadi pendamping hidupnya.

Kedua: diluar kisah standar alur cerita setantron Indonesia dimana si kaya dan si miskin saling jatuh cinta lalu ditentang oleh orang tua si kaya. Setantron macam ini juga tak henti hentinya menjual mimpi, harapan, dan khayalan yang menurut saya benar benar kosong.

Siapa yang berani berkata bahwasnya kisah fiktif macam itu ada terjadi? Adakah diantara para pembaca sekalian yang pernah mengalami sendiri maupun menyaksikan sendiri ada seorang anak gembel yang tiba tiba jadi kaya karena ternyata ditemukan fakta bahwasanya dirinya adalah pewaris tahta?

Bukan hanya soal cerita setantron Upik Abu dan Laura. Film Otomatis Romantis yang baru saja saya saksikan file bajakannya juga menjual mimpi tentang seorang pegawai rendahan yang tiba tiba saja dicintai oleh Boss nya. Bayangkan; BOSS!

Setahu saya boss tidak mungkin jatuh cinta dengan bawahan terbawah, karena melihat pegawainya saja sudah jarang, bagaimana sampai bisa mencintai perilaku hingga terlena pada tampang bawahannnya. Kalau Boss nya bentuknya pria mungkin banyak yang nafsu dengan anak buahnya yang wanita, tapi ini adalah tentang seorang laki laki yang dicintai oleh atasannya yang wanita.

Entah kapan dunia perfilman Indonesia atau dunia persinetronan Indonesia bisa menjual film atau sinetron yang bersifat mendidik, hingga yang tidak menual harapan kosong. Seperti misalnya menceritakan tentang seorang anak pegawai negeri sipil yang aslinya anak nakal dan bodoh di sekolahnya bisa berubah menjadi juara kelas dan siswa teladan. Atau kisah tentang seorang penjaga gedung yang baik hati dan suka membantu, namun sampai akhir hayatnya tidak pernah menjadi kaya mendadak.

Ah, mungkin cerita itu memang semuanya tidaklah menarik. Tidak menjual dan berpengaruh sangat buruk terhadap rating. Selama menghayal masih gratis, maka akan banyak hayalan yang terserak dan berhamburan hingga seorang produser atau sutradara memungutnya lalu menujualnya menjadi seharga tiket bioskop, atau seharga sekeping VCD original hingga bajakan. Bisa juga seharga koneksi Speedy 1.500 rupiah/jam untuk mendownloadnya dari misshacker.

14 Responses to “Menjual Mimpi”


  1. 1 Panda 11 August 2008 at 18:52

    yuhuii.. pertama..
    komen dulu baru baca🙂

  2. 2 Panda 11 August 2008 at 18:55

    dari dulu sinetron ya gitu2 aja broth..

    terlalu aneh buat dicerna, dimakan. Enakan jg dilepeh😀

    PLUR

  3. 3 Mrs. Fortynine 11 August 2008 at 20:58

    ahahaha…
    sebenernya nyaris semua filem terinspirasi dari sebuah mimpi…

    tapi emang setantron ini keterlaluan keknya…

    betewe, kangen neh…😀

  4. 4 Tria 11 August 2008 at 21:51

    Menjual mimpi.. Kayak presentasi MLM aja itu..😆

  5. 5 NdaruAlqaz 11 August 2008 at 22:03

    *akhirnya mencapai klimax komen ini…*

    sepertinya sudah kebiasaan bangsa ini untuk hanya menjual mimpi…tak hanya sinetron yang menjual mimpi

    * universitas menjual mimpi pada lulusan sma tak berdosa untuk menjadi orang sukses
    * CPNS menjual mimpi kepada para sarjana untuk menjadi orang yang mapan
    * UAN menjual mimpi buruk pada para siswa jika mereka tak lulus tak akan jadi apa-apa
    * Politikus menjual mimpi hidup yang lebih baik buat rakyat, padahal…
    * bahkan presiden pun menjual mimpi buat rakyat miskin untuk dapat hidup dengan hanya memberi bantuan 100rb/bln

    Apakah anda juga tak menjual mimpi?

  6. 6 Mr. Fortynine 11 August 2008 at 23:42

    @Panda: PLUR! Yah, nampaknya memang demikian keadaanya

    @Mrs. Fortynine: Hmmm, maybe you should know that I am always missing you

    @Tria: Mungkin MLM dan Setantron™ memang tiada bedanya

    @NdaruAlqaz: Saya juga ingin menjual mimpi. Ini barang jualannya sedang dipersiapkan

  7. 7 itikkecil 12 August 2008 at 10:16

    Sayangnya mimpi itulah yang dicintai banyak orang…..

  8. 8 ahsani taqwiem 12 August 2008 at 15:10

    itu menandakan ketidakkreatifan para penggita seni peran di negar kta, tidak semua sih, tapi kebanyakan begitu. BASI

  9. 9 anna 13 August 2008 at 10:17

    ga suka nonton sinetron.. yahh krn alur ceritanya itu yg begitu2 ajah..

  10. 10 Mr. Fortynine 13 August 2008 at 20:55

    @itikkecil: Iya. mimpi itulah yang katanya bagus buat rating

    @ahsani taqwiem: Beruntunglah Indonesia masih punya film ini

    @anna: Lantas? Sukanya nonton apa?

  11. 11 rahmadisrijanto 21 August 2008 at 10:33

    Yups,
    setuju… sudah waktunya kita punya cerita yang mendidik,
    ngga hanya ngejual mimpi,
    untuk saudara-saudara kita yang tinggal di gang2 sempit,
    dan masyarakat yang kian susah…

    sukses yach…🙂


  1. 1 Radit dan Jani « Generasi Biru Trackback on 13 August 2008 at 19:03
  2. 2 Elegi Argumentasi Sinetron Yang Ditukarkan « Rahmad Hidayat's Blog Trackback on 17 February 2011 at 23:21
  3. 3 Elegi Argumentasi Sinetron Yang Ditukarkan | My Blog Trackback on 27 November 2013 at 20:56

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: